Pemimpin muda nggak terbatas pada Jokowi atau Gita aja.  Mahfud, menurut gw, 
bisa digolongkan sebagai pemimpin muda juga.  

Ketiganya punya track record yang bagus, artinya kalo dibandingkan antara 
kebaikan dan kesalahannya, lebih banyak kebaikannya.

Jokowi kalo memang direstui oleh Mega kemungkinan besar bersedia nyapres 2014.  
Abis memang tidak ada lagi pemimpin muda dari PDIP yang layak diajukan tahun 
2014.  Banyak orang bilang kalo bukan Jokowi kemungkinan Pramono Anung, tapi 
Pramono Anung nggak ada harga jualnya.

Dalam hal lain, Jakarta harus merelakan pemimpinnya untuk munggah ke skala yang 
lebih besar.  Memang banyak orang Jakarta yang 'tidak rela' Jokowi nyapres 
dengan alasan belum terbukti hasil kerja nyata Jokowi dalam membereskan Jakarta.

Tapi kalkulasi politik dari segala sudut hasil survey, popularitas, dan Jokowi 
sebagai 'media darling',  Jokowi memang saat ini waktunya untuk nyapres.  
Masyarakat udah jenuh dan muak  dengan pemimpin yang penuh retorika, 
simplisitis, dan pemimpin maling, seperti tipikal pemimpin orba.











--- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
>
> 
> Agak terlambat untuk memunculkan pemimpin muda sekarang. 
> Harusnya ini terjadi ketika Indonesia bertekad menggusur Orba. 
> Tapi ya sudahlah, terlambat masih lebih baik daripada tetap 
> ngotot sekalipun sudah tuwa seperti... hehe.. 
> 
> Gita maju, nggak ada masalah. Dia punya hampir semua yang 
> dibutuhkan bangsa ini dari sisi profesionalisme. 
> Yang masih belum kelihatan adalah kiprah politiknya. Apalagi 
> perseteruan dia dengan dubes AS soal perdagangan & impor 
> tempohari terlihat sangat tidak strategis, kalau tidak bisa 
> dibilang 'mentah' secara politik. Dan ini sudah pasti menjadi 
> catatan penting AS. Gita perlu membuat gebrakan politik yang 
> membuat US embassy dan kedubes Barat lainnya tak sempat mencatat. 
> Sukur-sukur gebrakan yang menjadi pijakan politiknya ke depan. 
> 
> Sementara, jokowi, sebaiknya selesaikan dulu pekerjaannya 
> membenahi ibukota. Bila perlu 2 periode. Bukan apa, kita musti 
> belajar menyetop kebiasaan memulai pekerjaan tanpa penyelesaian. 
> 
> Sebagai contoh, salahsatu persoalan besar Indonesia sebagai 
> negara terbuka, dikelilingi laut, adalah penyelundupan. 
> Rezim Orba pernah menerapkan "efek jera" bagi penyelundup dengan 
> membongkar habis jaringan Robby Tjahjadi hingga ke kolong meja 
> kepala-kepala Bea Cukai. Bahkan 10 tahun kemudian pemerintah 
> terpaksa menyetrap Bea Cukai dengan menyewa surveyor dari Swiss 
> (SGS). Apa lacur, bangsa muka pucat bukanlah malaikat. Mereka 
> punya kepentingan sendiri yang melampaui batas kewenangannya, 
> termasuk menjadi mata-mata. 
> 
> Di era Gus Dur, untuk pertamakalinya kita punya harapan mengatasi 
> persoalan besar ini berkat adanya pejabat Bea Cukai (setingkat 
> dirjen!) yang hampir setiap minggu membongkar penyelundupan di 
> sepanjang garis pantai Indonesia. Minggu ini di Aceh, minggu depan 
> di Maluku, minggu depannya lagi tau-tau dia ada Cilacap dll. 
> Kerja Gus Dur belum selesai, orang-orangnya pun diganti. Termasuk 
> dirjen Bea Cukai yang rajin turun ke lapangan ini. Memang, 
> penggusuran sang dirjen disertai kenaikan jabatan, tapi fungsinya 
> di lapangan (yang sangat penting bagi perekonomian dalam negeri) 
> jadi terbengkalai. 
> 
> Memang, pola menaikkan jabatan dari orang-orang bagus seperti itu 
> sudah lama dicurigai sebagai ulah para bedebah untuk menyingkirkan 
> penghalang. Ini yang harus diwaspadai dari pencalonan jokowi 
> sebagai capres 2014. Bagaimanapun, program jokowi-ahok di DKI bukan 
> cuma pembenahan / pembangunan fisik perkotaan, tapi juga pembenahan 
> birokrasi. Pasti ini lebih sulit dari pembangunan fisik, tapi jauh 
> lebih berguna untuk kelangsungan hidup sebuah kota. Apalagi itu 
> ibukota sebuah negara. 
> 
> Gita yang cukup kritis soal perdagangan tentu sudah punya resep 
> menangkal penyelundupan di sepanjang pantai Indonesia. Termasuk 
> penyelundupan legal berjudul "impor". 
> 
> Untuk berdaulatnya Indonesia ke depan, bangsa ini membutuhkan 
> pemimpin yang mau - dan bisa - mengurangi ketergantungan pada 
> utang. 
> 
> 
> --- "rezameutia" <rezameutia@> wrote:
> 
> > Secara tersirat kemarin Megawati Soekarnoputri memberi sinyal bahwa 
> > dia tidak akan mencalonkan diri menjadi RI 1 dan meberi jalan ke 
> > Jokowi untuk dicalonkan sebagai capres. Dari PDIP.
> > 
> > Jokowi adalah front runner capres 2014 berada diatas Prabowo, 
> > Aburizal, Wiranto, dan Mahfud MD hampir di semua survey yang 
> > dilakukan baru2 ini.  Fakta bahwa Jokowi terpilih menjadi gubernur 
> > DKI menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan perubahan.
> > 
> > Masyarakat sekarang ini menginginkan seorang pemimpin muda yang 
> > dinamis, progresif, dan kreatif.  Sama seperti ketika Indonesia 
> > dulu melawan penjajah Belanda yang dipimpin oleh para pemuda yang 
> > punya pemikiran progresif dalam merumuskan Indonesia merdeka.
> > 
> > Jika Megawati memang sudah menyadari bahwa setelah kekalahan dua 
> > pemilu sebelumnya menjadi pelajaran berharga, maka tidak ada 
> > pilihan lain bagi PDIP untuk mencalonkan Jokowi sebagai capres 2014.
> > 
> > Partai Demokrat yang saat ini sedang berada di posisi nadir, mau 
> > tidak mau juga harus mencalonkan seorang pemimpin muda yang dapat 
> > menyaingi Jokowi dalam pilpres 2014, baik capres dari internal 
> > partai maupun dari luar partai dengan mengadakan Konvensi Partai 
> > Demokrat.
> > 
> > Menteri Perdagangan Gita Wiryawan sudah secara terbuka akan 
> > mengikuti konvensi Partai Demokrat dan tidak seorangpun di Partai 
> > Demokrat yang meragukan kredibilitas Gita kecuali anggota partai 
> > yang berpikiran sempit.
> > 
> > Bagi masyarakat Indonesia mempunyai 2 calon pemimpin muda 
> > berkualitas seperti Gita dan Jokowi bukanlah suatu impian muluk2.  
> > Hanya saja, impian tersebut tidak akan terlaksana jika anggota 
> > partai menutup matadan menutup telinga dari suara masyarakat yang 
> > menginginkan seorang pemimpin dari generasi baru.
> > 
> > 
> > ------
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke