--- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > > Sebetulnya ada angkatan yang lebih muda. Sebut saja misalnya > angkatan Budiman, Dita, Fadli Zon, Ali Masykur, Poempida, dan > mereka yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Muda. Mereka > inilah yang harusnya menjalankan 6 butir agenda reformasi. >
Gw rasa mereka mah nggak pantes nyapres 2014. Mereka itu politician yang belum punya prestasi hasil kerja nyata yang bisa dijual, dan seperti umumnya politician disini, mereka biasanya cuma asal nguap doang... Mungkin Anis Baswedan bisa juga digadang sebagai salah satu capres dari angkatan muda di 2014. Kekuatan Anis Baswedan di sektor pendidikan. Program Indonesia Mengajar sukses besar. Banyak fresh graduate dari UI, ITB, yang ngantri untuk ikut program Indonesia Mengajar. https://indonesiamengajar.org/ > Tapi ya sudahlah. Reformasi sudah gagal. Dari hasil evaluasi > kegagalan ini kita menemukan pola penggusuran orang-orang bagus > di negeri ini oleh, sebut saja, "invisible hand" - yang cocok > dengan teori Adam Smith tentang pemimpin boneka. Nah, konsep > "media darling" dalam pencalonan jokowi itu perlu diwaspadai > sebagai kosmetik penggusuran orang-orang tepat behind the gun. > > Khusus tentang jokowi, kalau kita bisa begitu sabar menunda > kemunculan pemimpin muda selama 15 tahun, mestinya bisa sedikit > bersabar lagi untuk kokohnya dulu jaringan pondasi kebudayaan > yang sedang dibangun angkatan muda.. > > Oops! kelepasan.... > > Alinea terakhir anggap nggak ada boss, ganti dulu dengan ini :) > > - > > Jokowi Kibarkan Kain Putih > > TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo > mengibarkan bendera putih bertuliskan 'Megawati Soekarnoputri > Presiden 2014-2019' di sela-sela acara perayaan hari lahir > Pancasila di Tugu Proklamasi, Sabtu (1/6/2013). > > Kain tersebut berasal dari seorang anggota Satgas Nasional PDI > Perjuangan Cakra Buana saat memamerkan aksi debus dihadapan para > tamu undangan. > > Awalnya, seorang anggota Satgas Cakra Buana menampilkan kebolehan > debusnya yaitu membuka kelapa menggunakan giginya. Kelapa tersebut > dibuka hingga yang tersisa hanya batoknya saja. > > Setelah yang tersisa hanya batok dari kelapa tersebut, si anggota > satgas datang ke atas panggung menghampiri Jokowi. Jokowi pun > mengambil kain putih yang berada di dalam kelapa tersebut. > > Saat Jokowi membuka, ternyata ada tulisan 'Megawati Soekarno Putri > Presiden 2014-2019'. Jokowi pun sempat memegang kain tersebut bareng > dengan sang Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. > > http://www.tribunnews.com/2013/06/01/jokowi-kibarkan-kain-putih-bertuliskan-megawati-presiden-2014 > > --- > > Tetap belum memunculkan pemimpin harapan yang menunjukkan > tanda-tanda mau mengurangi ketergantungan pada utang. > > :) > > > --- "rezameutia" <rezameutia@> wrote: > > > Pemimpin muda nggak terbatas pada Jokowi atau Gita aja. Mahfud, > > menurut gw, bisa digolongkan sebagai pemimpin muda juga. > > > > Ketiganya punya track record yang bagus, artinya kalo dibandingkan > > antara kebaikan dan kesalahannya, lebih banyak kebaikannya. > > > > Jokowi kalo memang direstui oleh Mega kemungkinan besar bersedia > > nyapres 2014. Abis memang tidak ada lagi pemimpin muda dari PDIP > > yang layak diajukan tahun 2014. Banyak orang bilang kalo bukan > > Jokowi kemungkinan Pramono Anung, tapi Pramono Anung nggak ada > > harga jualnya. > > > > Dalam hal lain, Jakarta harus merelakan pemimpinnya untuk munggah > > ke skala yang lebih besar. Memang banyak orang Jakarta yang 'tidak > > rela' Jokowi nyapres dengan alasan belum terbukti hasil kerja nyata > > Jokowi dalam membereskan Jakarta. > > > > Tapi kalkulasi politik dari segala sudut hasil survey, popularitas, > > dan Jokowi sebagai 'media darling', Jokowi memang saat ini > > waktunya untuk nyapres. Masyarakat udah jenuh dan muak dengan > > pemimpin yang penuh retorika, simplisitis, dan pemimpin maling, > > seperti tipikal pemimpin orba. > > > > > > > > --- "ajeg" <ajegilelu@> wrote: > > > > > Agak terlambat untuk memunculkan pemimpin muda sekarang. > > > Harusnya ini terjadi ketika Indonesia bertekad menggusur Orba. > > > Tapi ya sudahlah, terlambat masih lebih baik daripada tetap > > > ngotot sekalipun sudah tuwa seperti... hehe.. > > > > > > Gita maju, nggak ada masalah. Dia punya hampir semua yang > > > dibutuhkan bangsa ini dari sisi profesionalisme. > > > Yang masih belum kelihatan adalah kiprah politiknya. Apalagi > > > perseteruan dia dengan dubes AS soal perdagangan & impor > > > tempohari terlihat sangat tidak strategis, kalau tidak bisa > > > dibilang 'mentah' secara politik. Dan ini sudah pasti menjadi > > > catatan penting AS. Gita perlu membuat gebrakan politik yang > > > membuat US embassy dan kedubes Barat lainnya tak sempat mencatat. > > > Sukur-sukur gebrakan yang menjadi pijakan politiknya ke depan. > > > > > > Sementara, jokowi, sebaiknya selesaikan dulu pekerjaannya > > > membenahi ibukota. Bila perlu 2 periode. Bukan apa, kita musti > > > belajar menyetop kebiasaan memulai pekerjaan tanpa penyelesaian. > > > > > > Sebagai contoh, salahsatu persoalan besar Indonesia sebagai > > > negara terbuka, dikelilingi laut, adalah penyelundupan. > > > Rezim Orba pernah menerapkan "efek jera" bagi penyelundup dengan > > > membongkar habis jaringan Robby Tjahjadi hingga ke kolong meja > > > kepala-kepala Bea Cukai. Bahkan 10 tahun kemudian pemerintah > > > terpaksa menyetrap Bea Cukai dengan menyewa surveyor dari Swiss > > > (SGS). Apa lacur, bangsa muka pucat bukanlah malaikat. Mereka > > > punya kepentingan sendiri yang melampaui batas kewenangannya, > > > termasuk menjadi mata-mata. > > > > > > Di era Gus Dur, untuk pertamakalinya kita punya harapan mengatasi > > > persoalan besar ini berkat adanya pejabat Bea Cukai (setingkat > > > dirjen!) yang hampir setiap minggu membongkar penyelundupan di > > > sepanjang garis pantai Indonesia. Minggu ini di Aceh, minggu > > > depan di Maluku, minggu depannya lagi tau-tau dia ada Cilacap > > > dll. Kerja Gus Dur belum selesai, orang-orangnya pun diganti. > > > Termasuk dirjen Bea Cukai yang rajin turun ke lapangan ini. > > > Memang, penggusuran sang dirjen disertai kenaikan jabatan, tapi > > > fungsinya di lapangan (yang sangat penting bagi perekonomian > > > dalam negeri) jadi terbengkalai. > > > > > > Memang, pola menaikkan jabatan dari orang-orang bagus seperti itu > > > sudah lama dicurigai sebagai ulah para bedebah untuk > > > menyingkirkan penghalang. Ini yang harus diwaspadai dari > > > pencalonan jokowi sebagai capres 2014. Bagaimanapun, program > > > jokowi-ahok di DKI bukan cuma pembenahan / pembangunan fisik > > > perkotaan, tapi juga pembenahan birokrasi. Pasti ini lebih sulit > > > dari pembangunan fisik, tapi jauh lebih berguna untuk > > > kelangsungan hidup sebuah kota. Apalagi itu ibukota sebuah > > > negara. > > > > > > Gita yang cukup kritis soal perdagangan tentu sudah punya resep > > > menangkal penyelundupan di sepanjang pantai Indonesia. Termasuk > > > penyelundupan legal berjudul "impor". > > > > > > Untuk berdaulatnya Indonesia ke depan, bangsa ini membutuhkan > > > pemimpin yang mau - dan bisa - mengurangi ketergantungan pada > > > utang. > > > > > > > > > --- "rezameutia" <rezameutia@> wrote: > > > > > > > Secara tersirat kemarin Megawati Soekarnoputri memberi sinyal > > > > bahwa dia tidak akan mencalonkan diri menjadi RI 1 dan meberi > > > > jalan ke Jokowi untuk dicalonkan sebagai capres. Dari PDIP. > > > > > > > > Jokowi adalah front runner capres 2014 berada diatas Prabowo, > > > > Aburizal, Wiranto, dan Mahfud MD hampir di semua survey yang > > > > dilakukan baru2 ini. Fakta bahwa Jokowi terpilih menjadi > > > > gubernur DKI menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan > > > > perubahan. > > > > > > > > Masyarakat sekarang ini menginginkan seorang pemimpin muda yang > > > > dinamis, progresif, dan kreatif. Sama seperti ketika Indonesia > > > > dulu melawan penjajah Belanda yang dipimpin oleh para pemuda > > > > yang punya pemikiran progresif dalam merumuskan Indonesia > > > > merdeka. > > > > > > > > Jika Megawati memang sudah menyadari bahwa setelah kekalahan > > > > dua pemilu sebelumnya menjadi pelajaran berharga, maka tidak > > > > ada pilihan lain bagi PDIP untuk mencalonkan Jokowi sebagai > > > > capres 2014. > > > > > > > > Partai Demokrat yang saat ini sedang berada di posisi nadir, > > > > mau tidak mau juga harus mencalonkan seorang pemimpin muda yang > > > > dapat menyaingi Jokowi dalam pilpres 2014, baik capres dari > > > > internal partai maupun dari luar partai dengan mengadakan > > > > Konvensi Partai Demokrat. > > > > > > > > Menteri Perdagangan Gita Wiryawan sudah secara terbuka akan > > > > mengikuti konvensi Partai Demokrat dan tidak seorangpun di > > > > Partai Demokrat yang meragukan kredibilitas Gita kecuali > > > > anggota partai yang berpikiran sempit. > > > > > > > > Bagi masyarakat Indonesia mempunyai 2 calon pemimpin muda > > > > berkualitas seperti Gita dan Jokowi bukanlah suatu impian > > > > muluk2. Hanya saja, impian tersebut tidak akan terlaksana jika > > > > anggota partai menutup matadan menutup telinga dari suara > > > > masyarakat yang menginginkan seorang pemimpin dari generasi > > > > baru. > > > > > > > > > > > > ------ > > > > > > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
