http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006040400491815
Selasa, 4 April 2006
BURAS
Camat Buang Tabiat!
H.Bambang Eka Wijaya:
SEORANG camat di Lampung Utara, saat tiba di kantor memungut kertas yang
terserak di teras, dimasukkan ke keranjang sampah.
Melihat dari balik kaca kantor tindakan camat itu, semua staf bersiap
menerima hardikan. Betul saja, camat belok ke ruang staf. Saat camat membuka
pintu mereka terkesiap, sebab ia justru menebar senyum cerah. "Selamat pagi!"
ujar camat.
"Selamat pagi, Pak!" sambut staf serentak.
Usai itu camat balik kanan menuju ruang kerjanya. Saat ia hendak membuka
pintu, sekretaris camat--sekcam--muncul. Camat langsung merangkulnya, bahkan
selayak Yasser Arafat jumpa raja-raja Arab, ia mencium pipi kanan dan kiri
sekcam.
Para staf yang menyaksikan salam semut itu dari balik kaca kantornya jadi
saling berbisik, "Jangan-jangan Pak Camat buang tabiat!"
Kecemasan staf itu jadi lebih serius ketika pelayan kantor keluar
mengantar kopi dari ruang camat. "Lihat sepatuku, kilat!" ujar pelayan. "Pak
Camat yang menyemir!"
"Wah, Pak Camat benar-benar buang tabiat, seperti orang mau meninggal!"
seorang staf meyakinkan teman-temannya. "Ayo kita tanya dia mimpi apa, agar
buyar mimpimya itu!"
Mereka pun bersama menemui camat. "Kenapa tingkah Bapak seperti buang
tabiat, layaknya orang mau mati?" tanya staf.
"Mati? Yes!!!" sambut camat dengan menarik kepalan tinjunya pada
bengkokan siku ke belakang. "Aku memang sangat rindu pada Allah, ingin segera
jumpa dengan-Nya!"
Para staf makin cemas. "Sebenarnya ada apa, Pak?" tukas staf. "Kami
khawatir!"
"Lihat senyumku!" sambut camat. "Senyum simetris! Seimbang sisi kiri dan
kanan!"
"Tapi, sebenarnya ada apa, Pak?" desak staf.
"Hari ini aku menjadi manusia baru!" jawab camat. "Kemarin dua hari penuh
ikut training zikir ESQ--emotional spiritual quotient. Model ini mencapai
kebahagiaan spiritual dengan memberi dan melayani sesama!"
Semua staf menarik napas lega. "Kalau cuma untuk zikir, kenapa tak
mengajak kami?"
"Nanti kalau ada rezeki kalian bergilir ikut!" jawab camat. "Yang
penting, mulai hari ini kita melakukan pelayanan terbaik pada warga yang
berurusan ke kantor kita!"
"Jadi bukan lagi, kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah?" sambut
staf.
"Itu masa lalu!" tegas camat. "Pokoknya, lakukan yang terbaik buat warga!
Soal rezeki jangan berharap dari warga yang hidupnya susah! Allah akan memberi
rezeki pada kita dari arah yang tak terduga!"
"Jadi masih ada rezeki selain dari gaji PNS?" timpal staf.
"Udara yang kita hirup, air yang kita minum, dan seterusnya!" sambut
camat. "Maka itu, bersyukurlah kita!"
"Kenapa baru sekarang begini, Pak?" tukas staf. "Kalau dari dulu, aparat
pemerintah dan aparat negara bersikap-tindak seperti ini, negeri kita pasti
sudah maju!"
"Hidayah itu datang atas kehendak-Nya!" tegas camat. "Kita doakan, semoga
hidayah itu secepatnya menyinari segenap aparat di negara kita! Dengan itu
pula, multikrisis yang mendera bangsa kita segera berakhir!"
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/