http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=6691
Senin, 24 Apr 2006, Sehat, Teken Nikah Cucu Soal Pemeriksaan Ulang Pak Harto, Cendana Taat Hukum JAKARTA - Keluarga Cendana menyatakan siap atas rencana Kejaksaan Agung memeriksa ulang kesehatan mantan Presiden Soeharto. Putri tertua Pak Harto, Siti Hardiyanti Rukmana, menegaskan bahwa keluarganya selalu taat kepada hukum. "Silakan saja, kita taati hukum," kata wanita yang biasa dipanggil Mbak Tutut itu. Tutut mengakui, kondisi kesehatan bapaknya memang membaik. Kemarin Pak Harto datang ke acara akad nikah cucunya, Gendis Siti Hatmanti, dengan Arif Putra Wicaksono di Masjid At Tin, kompleks Taman Mini Indonesia Indah. Pak Harto bertindak sebagai saksi pernikahan putri Bambang Trihatmodjo dan Halimah itu. "Bapak sehat, alhamdulillah," ujarnya sambil bergegas usai menghadiri acara akad nikah Gendis-Arif. Meski sehat, Tutut mengatakan bahwa kondisi Pak Harto tidak begitu fit. Kakinya bengkak setelah mengikuti dua hari berturut-turut acara pernikahan Gendis. Akibatnya, Pak Harto tidak dapat mengenakan beskap dan kain seperti yang dikenakan para anggota keluarga lainnya. "Bapak pakai jas karena nggak bisa pakai beskap," tutur Tutut. Selain tak bisa mengenakan beskap, penguasa Orde Baru itu mamakai tongkat untuk membantu berjalan. Meski berjanji menaati hukum, Tutut menolak berkomentar ketika ditanya ada indikasi keberatan dari keluarga besar Pak Harto atas rencana cek ulang kesehatan tersebut. "Silakan nilai sendiri," ujar mantan menteri sosial itu. Kondisi kesehatan Pak Harto juga diungkapkan Emil Salim yang datang sebagai undangan. Emil mengakui, kondisi Pak Harto sehat. Namun, mantan menteri lingkungan hidup itu mengaku tak tahu seberapa jauh perkembangan kesehatan dia. Dalam pemeriksaan tim dokter, Soeharto dinyatakan mengalami brain damage atau kerusakan otak permanen. "Kalau jalan, memang bisa, ya. Tapi, kalau sarafnya, kurang tahu. Beliau kalau bicara masih sulit," jelasnya. Hal yang sama juga diungkapkan Najwa Shihab. Presenter televisi swasta itu didaulat sebagai pembaca sari tilawah dalam pernikahan Gendis. Menurut Najwa, Soeharto yang mengenakan setelan jas berwarna biru gelap tanda tangan sendiri. "Tadi bisa tanda tangan sendiri," ujarnya. Pengacara keluarga Cendana, Juan Felix Tampubolon, terus terang menentang rencana Kejagung tersebut. Menurut Felix, pengecekan ulang kesehatan Soeharto hanya membuang-buang uang, tenaga, dan pikiran. "Pemeriksaan kesehatan Pak Harto sudah berkali-kali dilakukan. Hasil pemeriksaan selalu sama, yakni mengalami kerusakan saraf permanen. Jadi, tidak ada gunanya (pemeriksaan ulang). Buang-buang uang, buang-buang tenaga, buang-buang energi. Kan masih banyak pekerjaan lain," kata Felix, yang juga datang dalam acara akad nikah Gendis. Tim Dokter Pesimistis Tim dokter RS Pusat Pertamina (RSPP), yang rutin merawat Pak Harto, menegaskan bahwa jaringan otak penguasa Orde Baru itu mengalami kerusakan relatif parah sehingga pemulihannya pun diyakini relatif sulit. "Sejak dahulu hingga terakhir (hasil pemeriksaannya), tidak ada perubahan. Kondisinya secara umum sama seperti menjelang persidangan (Soeharto). Jaringan otaknya masih rusak," kata dr Koenindro Dadi SpRad, salah seorang anggota tim medis RSPP kemarin. Koenindro merupakan mantan ketua dokter kepresidenan yang bertanggung jawab atas penanganan berbagai gangguan kesehatan Soeharto. Sekarang setelah berdinas lagi di RSPP, dokter spesialis radiologi itu selalu dilibatkan dalam perawatan Soeharto. Dia mengakui, kondisi Soeharto secara fisik memang cukup bagus. Namun, hal itu tidak bisa disimpulkan bahwa kerusakan otak permanen yang diidap Pak Harto sembuh. "Fisiknya memang bagus, tetapi memorinya yang sakit. Ya, kayak dulu. Namanya sudah stroke, ya kayak lupa ingatan. Ada jaringan parut di otak yang secara klinisi mengalami kelainan permanen," jelas dokter senior itu. Menurut dia, faktor usia membayangi penyembuhan kerusakan jaringan otak Soeharto. Usia lanjut Soeharto yang 85 tahun menyimpan risiko terhadap penyembuhan. Tim dokter relatif tidak mengalami kesulitan jika pria yang terserang stroke berusia 20-an tahun. Penyembuhannya bisa lewat metode transfer mengganti jaringan otak lain. "Sekarang otak kiri Soeharto mengalami kerusakan yang berdampak pada gangguan memori bicara. Tim dokter tentu akan mempertimbangkan transfer ke jaringan otak kanan," jelas Koenindro. Pendek kata, jika kelak bisa dipulihkan, memori bicara akan diambil alih otak kanan. Ketika ditanya apakah tertutup upaya penyembuhan Soeharto, Koenindro menolak memastikan. "Soal kemungkinan penyembuhannya, Anda bisa tanya ke (dokter) bagian klinis, khususnya dokter saraf. Saya hanya spesialis radiologi," ujar Koenindro. Menurut dia, kapasitasnya di bidang radiologi dalam penyembuhan stroke hanya sebagai penunjang mendiagnosis organ. Dokter spesialis saraf punya keahlian khusus untuk menangani gangguan otak permanen yang diidap Soeharto bertahun-tahun. Sementara itu, kesiapan RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk memeriksa ulang kondisi kesehatan Soeharto hingga kemarin belum ada kepastian. Direktur RSCM dr Mardias Al-Metsier belum bisa dihubungi. Baik telepon rumah maupun telepon genggamnya mati. Ketua tim dokter RSCM yang memeriksa Soeharto, Dr dr Akmal Taher SpU, juga belum bisa dihubungi. Sedangkan wakil ketua tim medis yang juga spesialis saraf dr Yusuf Misbach SpS sedang sibuk visite di RS MMC Kuningan, Jakarta. Sumber koran ini menyebutkan bahwa RSCM siap membantu pemeriksaan ulang Soeharto. "RSCM siap memeriksa. Tetapi, kita minta permintaan Kejagung itu diajukan secara resmi," kata sumber koran ini. Jaksa agung menginstruksikan pengaktifan kembali tim penyidik untuk membuka lagi kasus korupsi tujuh yayasan Rp 1,7 triliun yang melibatkan Soeharto. Itu dilakukan setelah mantan penguasa nomor satu di tanah air tersebut beberapa kali terlihat segar bugar di hadapan publik. Bahkan, beberapa kali Soeharto menerima kunjungan tokoh penting. Upaya pengecekan ulang kesehatan Soeharto sudah dilakukan berkali-kali. Kejagung pernah membentuk tim medis RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk memastikan kondisi kesehatan Soeharto. Toh, hasilnya tetap nihil. Dia tetap dinyatakan mengalami gangguan kesehatan otak permanen yang menghambat daya ingatnya. Padahal, dalam persidangan, kemampuan daya ingat menjadi hal yang mutlak. Tim dokter terakhir yang memeriksa Soeharto diketuai Dr dr Akmal Taher SpU (ketua merangkap anggota), didampingi Prof dr Yusuf Misbach SpS (wakil ketua) dan dr Silvia Francina Lumempouw SpS (sekretaris). Tim dokter beranggota dr Misbach Soerjadipradja (radiologi), Markum (ginjal), dr Hudahman (gastrologi), dan dr Abdul Muthalib (hematologi). Selain mereka, dr Danardi dan dr Charles D (keduanya psikiatri), dr Rahayu Ningsih dan dr Frans Satyawirawan (patologi), dr Rayni Umbas (urologi), dr Aji Saptogino (radiologi), dr Budi Sampurno (forensik), dan dr Zainal Azhar (pelayanan medik). (nik/agm) -- ---------------------------------------- I am using the free version of SPAMfighter for private users. It has removed 307 spam emails to date. Paying users do not have this message in their emails. Try www.SPAMfighter.com for free now! [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
