http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=251908

Senin, 16 Okt 2006,


Partai Islam Kian Tak Diminati

 
JAKARTA - Meski mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, bukan berarti 
preferensi politik mereka mengarah ke parpol yang berplatform Islam atau 
berbasis ormas Islam. Hasil penelitian LSI (Lembaga Survei Indonesia) 
menunjukkan, setiap tahun ada kecenderungan sentimen publik stagnan, bahkan 
menurun terhadap pemilihan parpol-parpol Islam.

Tantangan parpol Islam pada masa mendatang bakal semakin berat. Survei yang 
dilakukan LSI pada 2006 menunjukkan, 85 persen di antara 1.092 responden 
seluruh Indonesia masih memilih demokrasi dan Pancasila sebagai asas negara.

Pada tingkat konstitusional paling dasar, delapan di antara sepuluh responden 
yang seluruhnya muslim meyakini demokrasi adalah sistem politik terbaik. Karena 
itu, partai Islam yang benar-benar mengusung simbol dan isu Islam kurang 
diminati.

"Lebih banyak orang jatuh cinta kepada partai sekuler daripada partai yang 
berbasis Islam," beber Direktur Eksekutif LSI Syaiful Mujani dalam konferensi 
pers penelitian Prospek Partai Politik Islam di Hotel Nikko kemarin. 
Konsekuensinya, pada Pemilu 2009 kelak, partai sekuler dan partai kecil masih 
berpeluang meraih suara karena ada 75 persen pemilih yang tidak dekat dengan 
partai.

Syaiful mengakui, survei yang dilakukan lembaganya itu bukan untuk 
mendiskreditkan parpol Islam. Survei yang hasilnya memang kurang menggembirakan 
bagi parpol Islam tersebut dibuat agar parpol Islam bisa belajar dari 
kekurangannya pada masa lalu. 

"Parpol Islam harus memperhatikan aspirasi yang berkembang di masyarakat," ujar 
pria yang kemarin mengenakan kemeja berwarna gelap itu.

Pada kesempatan terpisah, pengamat politik Islam Bachtiar Effendy mengatakan 
bahwa tidak ada yang baru dari paparan hasil survei LSI tersebut. Menurut dia, 
sejak reformasi, masyarakat Indonesia yang punya hak pilih memang kurang suka 
kepada parpol yang hanya mengusung tema Islam. 

"Jika ingin besar, jadilah partai yang berpengaruh. Tapi, harus berimbang, 
yakni mengurus politik, agama, dan ekonomi. Jangan terjebak isu-isu terbatas," 
beber Bachtiar kemarin.

Pada masa demokrasi ini, menurut Bachtiar, partai-partai Islam tidak pernah 
menang pemilu karena isu-isu yang dibicarakan hanya isu Islam. Isu yang 
terus-menerus dibawa parpol Islam biasanya berkutat pada masalah syariat Islam, 
presiden Islam, dan negara Islam. Jika hal itu terus berlangsung, kans parpol 
Islam ke depan akan stagnan, atau sepi peminat.(nue/ein/aku)


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke