http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/102006/16/0901.htm
Penyiaran dan Kesadaran Oleh M.Z. Al-FAQIH MANUSIA, dalam peradaban kapitalistik, diposisikan sebagai objek (konsumen) yang menjadi subordinat dari kekuasaan modal. Tayangan dan iklan di televisi dan radio telah mengontruksi apa yang manusia butuhkan. Manusia seolah-olah dibuat bebas memilih dan membuat keputusan, padahal apa yang manusia pilih sesungguhnya ada dalam kerangka besar rekayasa kapitalisme. Meminjam teori Gramsci, kapitalisme melakukan dominasi dan hegemoni terhadap manusia. Tayangan dan iklan telah menuntut manusia untuk patuh pada kenyataan, sementara apa yang disebut sebagai kenyataan sesungguhnya hanya dan akan selalu memihak pada kepentingan modal (baca: rekayasa kapitalisme). Umat Islam oleh iklan digiring untuk mengonsumsi berbagai produk yang ditayangkan dan diiklankan oleh lembaga penyiaran. Akan menjadi aneh bila saat berbuka disarankan untuk meminum sirup dengan berbagai merek. Efek kuat iklan kemudian membuatnya seolah-olah sirup yang bermerek tertentu adalah kebutuhan kita saat berbuka puasa. Setelah kita berpuasa sebulan penuh kemudian merayakan Idulfitri, namun amatlah aneh bila perayaan yang dilakukan harus dengan handphone baru atau mobil baru. Padahal berpuasa tanpa sirup bermerek dan berlebaran tanpa handphone dan mobil baru tidak membuat kita sengsara. Yang menjadi masalah adalah kita menjadi merugi di saat tidak melakukan yang iklan tawarkan. Kita juga kemudian merasa seperti orang yang ketinggalan zaman karena tidak mengikuti tren. Jelaslah bahwa sesungguhnya realitas yang ada menyimpan selubung kepentingan dan nilai kapitalisme. Agama yang suci dan sakral telah dibonceng oleh kepentingan kapitalisme. Padahal, Islam mengajarkan pemeluknya untuk selalu hidup sederhana, tidak menumpuk harta, serta meninggalkan segala sesuatu yang tidak berguna dan yang berlebihan. Pesan moral ini dapat dilihat dalam Q.S. Al-Humazah ayat 1-9. Jadi, tipe ideal yang iklan tawarkan di ruang publik sesungguhnya bukanlah realitas yang netral, melainkan realitas yang sudah berpihak, yang berakhir pada penempatan manusia sebagai objek (konsumen) yang akan selalu mengakumulasikan modal pemilik perusahaan. Kita patut belajar dengan pengalaman Amerika latin. Di sana kalangan agamawan pernah melakukan protes terhadap perilaku keagamaan yang mengabdi pada kepentingan modal dan kekuasaan. Praktik seperti itu membuat agama kehilangan spirit pembebasannya dan bahkan menjadi pengabsah status-quo. Protes ini kemudian membentuk gerakan sosial berbasis teologi yang terkenal sebagai gerakan teologi pembebasan. Gerakan ini ingin mengembalikan agama berserta spirit moralnya untuk berpihak kepada kaum lemah. Teologi pembebasan menempatkan agama sebagai ruh gerakan progresif melawan penindasan dan pemiskinan struktural. Atas keprihatinan terhadap masalah yang serupa, Paolo Freire (tokoh pendidikan kritis) mengimbau agar pendidikan diarahkan pada upaya pembebasan manusia dari ketertindasan dan eksploitasi. Manusia diposisikan sebagai subjek yang kritis, yang berhak menentukan apa yang baik dan pas bagi dirinya. Inti pendidikan adalah bagaimana menciptakan manusia berkesadaran kritis, yang menyadarkan manusia bahwa dirinya harus terbebas dari segala bentuk eksploitasi dan dominasi, termasuk dominasi kapitalisme. Media Penyiaran dan Wacana tandingan Penyiaran adalah arena pertarungan dalam perebutan makna antara pihak-pihak yang ingin "berkuasa". Selanjutnya, dalam pertarungan tersebut terbentuk dua kutub kepentingan, massa vis-a-vis pemilik modal. Media penyiaran dalam konteks pertarungan tersebut selayaknya berpihak pada massa dan berupaya mendorong manusia untuk berkesadaran kritis. Keberpihakan seperti ini mutlak dilakukan dalam upaya melawan dominasi sistem hegemonik. Gramsci lewat teorinya menyarankan kepada massa untuk membangun counter wacana atau yang lazim disebut wacana tandingan (counter discourses). Counter wacana ini untuk mengimbangi dominasi dan hegemoni yang dikonstruksi oleh para kaum kapitalis. Dalam dunia penyiaran, gerakan ini sesungguhnya diamanatkan pada lembaga penyiaran komunitas, yang berbasis kewargaan. Mengapa demikian? Bila melihat basis filosofisnya, lembaga penyiaran komunitas amat berbeda dengan lembaga penyiaran swasta. Lembaga penyiaran komunitas merupakan lembaga penyiaran yang terbentuk dari inisiatif warga, dan bertujuan memenuhi kebutuhan warga akan informasi dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Lembaga penyiaran ini berpijak pada penguatan kesadaran kritis warga terhadap segala hal yang berpotensi eksploitatif dan dominatif. Atas dasar tersebut maka lembaga penyiaran komunitas harus memenangkan konsensus dalam perebutan makna tersebut -meminjam istilah Jurgen Habermas. Lembaga penyiaran komunitas harus mampu membalikkan kebudayaan dominan yang dianut, bahkan harus dapat memaksa kaum kapitalis untuk tunduk pada kebudayaan warga yang berbasis pada kesadaran kritis. Dalam upaya memenangkan pertarungan, lembaga penyiaran komunitas harus mengonsolidasikan diri dan membangun kerja-kerja jaringan dengan sesama lembaga penyiaran komunitas lainnya. Jaringan yang terbentuk kemudian bersinergi dalam menyusun taktik dan strategi sehingga ada kesamaan visi dalam melakukan perlawanan. Pengorganisasian menjadi mutlak dilakukan mengingat sistem yang dilawan adalah sistem yang terorganisasi dengan rapi dan telah memiliki infrastruktur kebudayaan yang kuat. Bila ini dapat dilakukan, rasanya upaya pembebasan manusia dari sistem yang eksploitatif dan dominatif bukanlah sebuah impian kosong. Penulis, lulusan Universitas Padjadjaran dan pengamat penyiaran. [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
