REFLEKSI :Agaknya dokumen-dokumen penting juga turut terbakar artinya hilang 
tidak berbekas. Seandainya ada masalah konkalikong para petinggi Pertamina yang 
harus diselidiki maka pasti  rahasianya  tidak bisa dibongkar sampai ke 
akar-akarnya. Jadi berkat akal bulus mereka  bebas dari tuduhan dan  tuntutan 
hukum.


http://www.suarapembaruan.com/News/2006/10/16/index.html

Gedung Pertamina Pusat Terbakar
 

Lantai 18 hingga 21 Gedung Pertamina Pusat di Jalan Medan Merdeka Timur IA, 
Jakarta Pusat, Senin (16/10) sekitar pukul 04.30 WIB terbakar. Api baru dapat 
dipadamkan sekitar pukul 11.30 WIB. [Pembaruan/Charles Ulag] 

[JAKARTA] Gedung Pertamina di Jalan Medan Merdeka Timur IA, Jakarta Pusat, 
terbakar Senin (16/10). Api mulai berkobar sekitar pukul 04.30 WIB dan pada 
pukul 11.30 api berangsur-angsur mulai dapat dipadamkan. 

Api membakar lantai 18 sampai 21 gedung bertingkat 21 itu, yang dijadikan 
Kantor Pusat Pertamina. Di antara ruang yang terbakar terdapat ruang kerja 
Direksi Pertamina. 

Sedikitnya 33 unit mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Upaya 
pemadaman dibantu helikopter dari Polri, Pelita Air Service, dan Gatari. 
Penyebab kebakaran belum diketahui. Demikian pula besarnya kerugian belum bisa 
dihitung. 

Berdasarkan keterangan tertulis Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, A 
Faisal, yang terbakar antara lain ruang kerja Wakil Dirut Pertamina Iin Ariffin 
Takhyan dan ruang operasi tanker Direktorat Perkapalan di lantai 19. 

Menurut Faisal, kendati ruang operasi tanker terbakar, namun operasional 
berjalan normal dengan dukungan dari operasi tanker di kantor Direktorat 
Perkapalan Pertamina di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara. Seluruh kegiatan 
operasional telah dialihkan ke kantor Pertamina di Jalan Yos Sudarso. 

"Operasi tanker termasuk vital, sehingga langsung dialihkan ke Yos Sudarso. 
Operasional vital lainnya, seperti suplai BBM, juga di-support dari Yos 
Sudarso. Jadi, sampai saat ini tidak ada yang terganggu, suplai BBM juga aman," 
ujar salah seorang staf komunikasi PT Pertamina (Persero). 

Menurut Faisal, untuk sementara karyawan Pertamina diliburkan, kecuali pekerja 
yang tergabung dalam tim penanggulangan darurat. 


Dari Lantai 18 

Informasi lain yang diperoleh Pembaruan menyebutkan, kobaran api bermula dari 
lantai 18 yang dipakai sebagai kantor manajemen operasional, termasuk operasi 
tanker, dan suplai BBM di dalam negeri. 

Dari lantai 18 api menjalar cepat ke lantai 19, 20, dan 21. Ruang kerja 
Direktur Utama Pertamina Ari H Soemarno berada di lantai 20 sedangkan ruang 
kerja Wakil Dirut Pertamina Iin Ariffin Takhyan di lantai 19. Lantai 21 
difungsikan sebagai aula yang biasa digunakan untuk acara penandatanganan 
kontrak kerja atau nota kesepahaman (MoU). 

"Para trader di luar negeri juga langsung mengkonfirmasi ke kita menanyakan 
dampaknya ke operasional ekspor dan impor. Tapi, sudah kita pastikan bahwa 
urusan operasional yang penting dialihkan ke gedung lain, sehingga semua tetap 
berjalan normal, tidak terganggu," kata staf lainnya. 

Menteri Negara BUMN Sugiharto saat meninjau lokasi kebakaran mengatakan, 
peristiwa ini tak terlalu mengganggu aktivitas Pertamina karena seluruh data 
disimpan di lantai satu dan dua. 

"Data-data tersebut sudah diamankan. Ini lebih menyangkut sistem informasi 
karena yang terbakar adalah ruang direksi," tandasnya. 

Mengenai penyebab kebakaran, Sugiharto menolak dugaan adanya sabotase. 
Sedangkan mengenai besarnya kerugian, ia mengatakan, saat ini masih dihitung 
oleh pihak asuransi. 


Penyelidikan 

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Bambang Hermanu yang dihubungi Pembaruan, 
Senin pagi, mengata- kan, penyelidikan di lapangan masih dilakukan polisi 
bekerja sama de- ngan anggota Dinas Pemadam Kebakaran. 

''Tugas kami membantu pengamanan petugas pemadam kebakaran untuk bisa 
secepatnya melaksanakan tugas sampai mengevakuasi korban atau benda lainnya," 
kata Kapolres Jakpus. 

Akibat kebakaran tersebut arus lalu lintas terutama ke arah Gambir, Menteng, 
Monas, Senen, dan Kota macet total. 

Berdasarkan pengamatan di lapangan, pihak pemadam kesulitan menyemprotkan air 
ke kobaran api karena terbatasnya tangga mobil pemadam. [L-10/H-13/G-5] 


Last modified: 16/10/06 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke