http://www.antara.co.id/seenws/?id=45665

Ba'asyir Serukan Jihad di Filipina Selatan dan Irak

Kediri (ANTARA News) - Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Abu Bakar 
Ba'asyir, menyerukan kepada pengikutnya untuk berjihad di Filipina Selatan atau 
Irak.

"Kalau mau berjihad, jangan di sini (Indonesia), tetapi di Filipina Selatan 
sana atau di Baghdad sekalian," seru Ba'asyir dalam ceramahnya pada acara 
Tabligh Akbar di Masjid Al Ihlash, Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur, Minggu 
(5/11) malam.

Seruan tersebut disampaikan pengasuh Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, 
Jateng, itu menanggapi langkah jihad yang dilakukan terpidana mati kasus Bom 
Bali I Amrozi cs.

Menurut dia, tindakan jihad yang dilakukan Amrozi cs selama ini sebenarnya 
sudah benar, tapi sayangnya tidak tepat baik tempat dan waktunya.

"Oleh sebab itu, kami minta pengikut MMI untuk tidak menirunya, karena justru 
merugikan. Mereka salah perhitungan. Kalau mau jihad di Filipina Selatan sana," 
ujar pria berjenggot lebat yang pada pertengahan Juli lalu dibebaskan dari LP 
Cipinang setelah dituduh mendalangi serangkaian aksi makar di Tanah Air. 

Ia menilai Amrozi cs adalah figur yang patut ditauladani dalam berjihad, karena 
tidak memiliki kepentingan politis dan tidak pula berorientasi kekuasaan. 
Sayangnya langkah yang dilakukan tidak diperhitungkan secara cermat.


Menanggapi permintaan Amrozi, Ali Ghufron, dan Imam Samudra yang menginginkan 
hukuman mati dengan cara digantung, Ba`asyir menyatakan mendukung.

Bahkan dia meminta pemerintah menghargai permintaan mereka, karena vonis berupa 
hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan di Denpasar sudah mereka terima dengan 
tulus.

"Dia sudah bersedia dihukum mati, sekarang pemerintah harus menghargai 
permintaan mereka," katanya saat ditemui setelah acara selesai.

Menurut dia hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan sama halnya dengan 
perbuatan dzalim terhadap Amrozi cs, meski mereka tidak keberatan dengan vonis 
itu.

Lebih lanjut Ba`asyir menambahkan tragedi Bom Bali I pada 2001 lalu bukanlah 
semata-mata dilakukan Amrozi cs, justru sebaliknya Amerika Serikat dan 
Australia berada di balik peristiwa yang menewaskan sedikitnya 200 orang, 
sebanyak 88 di antaranya warga Australia.

"Mana mungkin orang seperti Amrozi mampu menciptakan bom dengan daya ledak 
tinggi seperti di Bali. Peristiwa itu rekayasa Amerika dan Australia, sehingga 
mereka punya alasan bahwa Indonesia ini tidak aman," ujarnya.

Oleh sebab itu, kata dia, yang patut diberi predikat sebagai teroris adalah 
Amerika Serikat dan Australia, bukan Amrozi cs. (*)


Copyright © 2006 ANTARA

6 November 2006 8:29


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke