--- In [email protected], Harry Adinegara 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dibalik berita, dan hiruk pikuk-nya kabar tentang kemajuan Tiongkok 
yang menakjubkan, ada berita dibelakang berita, yakni segi 
kemanusiaan yang sepertinya di-korbankan /terlupakan dalam proses 
untuk kemajuan itu sendiri.
> 


Siapa yang bilang Tiongkok itu maju???  Semua tulisan saya dari dulu 
juga menyanggah siapapun yang menyatakan Tiongkok mengalami kemajuan 
ekonomi yang pesat !!!  Enggak ada ekonomi diTiongkok yang maju, 
karena semua pengusaha disana juga bukan dari Tiongkok sendiri tapi 
pendatang dari Taiwan, Jepang, Korea, dan Amerika, dan keuntungan 
usahanya disimpan di Bank2 di Amerika.

Ada beberapa pejabat korup yang berhasil kaya, tapi mereka juga 
menyimpan uangnya di Amerika, dan anak2nya disekolahkan ke Amerika.

Jadi enggak ada yang menganggap Tiongkok mengalami kemajuan yang 
menakjubkan apalagi jurang antara miskin dan kaya pun makin tajam.  
Yang ramai2 menyatakan Tiongkok itu mengalami kemajuan khan cuma di 
Indonesia, dimana anda bisa mendapatkan berita bahwa Tiongkok 
mengalami kemajuan yang menakjubkan ????

Itu cuma mimpi anda saja
Ny. Muslim binti Muskitawati.













>   Tidak ada berita dunia, chususnya apabila terkait dengan 
kemajuan, tidak ada satu berita-pun yang tidak menyebut kemajuan 
Tiongkok, se-tidak2nya dalam bidang ekonomi. Dikatakan bahwa dalam 
sejarah manusia baru kali ini ada suatu negara yang membuat kemajuan 
yang demikian menakjubkan. Tapi....kemajuan itu........
>   at what cost?terutama bagi peserta yang dominant yang membuat 
bergulirnya kemajuan itu sendiri. Siapa peserta yang ber-jasa besar, 
tapi dengan pengorbanan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata2?
>    
>   Baru kemarin malam aku sempat menekuni lebih dalam setelah 
selesai melihat apa yang di tayangkan oleh stasiun SBS yang memutar 
sebuah film dokumenter BBC yang menceritakan kemajuan Tiongkok, 
sekalian juga mengulas tentang penderitaan rakyat kecil dalam proses 
kemajuan Tiongkok.
>    
>   Film dokumenter SBS+BBC Cutting Edge dengan judul "China blue" 
mengisahkan seorang gadis cilik berumur 16 tahun yang pergi 
meninggalkan desa untuk bekerja di pabrik textil yang membuat jeans. 
>   Dari desa, gadis cilik ini yang terpaksa harus meninggalkan 
bangku sekolah SMP dan pergi ke Guangjo bertujuan  menopang /membantu 
orang tuanya yang sudah senen kamis menghidupi keluarganya. Di desa 
orang tua gadis cilik ini yang dalam cerita ini gadis bernama Xixian, 
per bulan ortunya hanya bisa mengumpulkan pendapatan atas hasil kerja 
menggarap tanah tidak lebih dari 200 Juan...itu kira2 A$ 33,-
>    
>   Terpaksalah Xixian meninggalkan orang tua, meninggalkan bangku 
sekolah untuk kerja menopang orang tuanya di desa. Kejadian, kasus 
seperti ini di-alami oleh jutaan rakyat kecil yang ber-transmigrasi 
menuju ke kota2 besar di pesisir timur Tiongkok. Tidaklah salah 
apabila kejadian, migrasi jumlah manusia sebesar ini , di Tiongkok  
adalah satu2nya kejadian yang bisa di runut dalam sejarah manusia. 
Ratusan juta manusia ber-gerak meninggalkan tempat satu ke tempat 
lain.
>    
>   Kemudian dokumenter ini men-tayangkan bagaimana mereka, anak2 
belia ini hidup dalam asrama yang disediakan oleh perusahaan. 
Dikatakan bahwa pemondokan dan makan di tanggung oleh perusahaan. 
Tapi apabila kita tinjau dari upah, wages yang para buruh perusahaan 
ini terima per-bulan.....bisa di bilang peanut. Tidak saja kita 
bicara memperbandingkan wages ini dengan misalnya wages di Australia 
sini, tapi buat ukuran Tiongkok dan kelayakan hidup wages ini adalah 
wages yang serba ........tidak manusiawi.
>   Makanan yang disuguhkan oleh perusahaan ini sangat sederhana dan 
hanya terdiri dari se-umpruk nasi plus sayur2an. Sudah jelas ini 
adalah makanan yang tidak ber-gizi. Yang sangat membuatku gundah 
gulana adalah selain tidak adanya  ruang makan untuk para buruh, juga 
tempat untuk melepaskan lelah alias tidur, terdiri dari kamar sebesar 
8X4 di huni leh 10 gadis. Kamar di petak2 dengan kain penyekat. Dan 
yang lebih menyedihkan yalah selain tidur juga makan harus di 
laksanakan dalam kamar tidur ber-sama2. Belum lagi melihat w.c dan km 
mandi yang penuh dengan lumut.
>   Yang lebih meng-gelisahkan tapi tidak diberitakan ,apakah mereka 
mendapatkan heating yang memadai apabila musim dingin tiba?
>    
>   Kemudian di tempat kerja. Selain berjubel para buruh ini bekerja 
tanpa berhenti, bahkan hanya 2X mereka boleh pergi meninggalkan 
pekerjaan untuk kencing atau buang air besar. Mereka kerja seperti 
regimented....seperti hidup dengan disiplin militer. Mereka kerja 12 
jam sehari, apabila ada overtime mereka tidak mendapat bayaran 
tambahan. jangan bicara soal mau demo atau mengajukan keluhan, boro2 
di tanggapi oleh pemilik perusahaan, bisa2 buruh yang petingkah ini 
segera bisa dicopot. Untuk mengisi lowongan masih ada ber-juta2 buruh 
yang bisa di-exploitasi, menggantikan buruh yang ber-tingkah. Juga 
menurut UU di Tiongkok, ber-demo untuk memperjoangkan perbaikan nasib 
buruh adalah.....tabu!
>    
>   Sekarang kita menginjak ke kalkulasi apa2 yang diproduksi di situ 
di pabrik jeans ini. Di-hitung2 jeans2 yang siap pakai itu di 
kalkulasi hanya menelan kapital+kerja buruh yang hanya ber-nilai 95 
cent Australia. Bisa dibayangkan  selain si taokeh juga para importir 
jeans ini di segala penjuru dunia mendapatkan keuntungan, bisa anda 
kalkulasi dengan pengalaman anda membeli jeans made in China di 
tempat anda di LN. Aku beli jeans semacam ini antara $40-$60.
>    
>   Disinilah aku sampai ke  topik diatas , yakni Tiongkok mengalami 
dilemma kemanusiaan...di belakang kemajuan ekonomi-nya. Disatu pihak 
kejadian proses semacam ini adalah suatu bentuk slavery, perbudakan 
dan pelecehan atas nilai2 kehidupan manusia yang manusiawi. Dikatakan 
dilemma juga bisa di lihat dari pihak pemerintah Tiongkok. Apabila 
Tiongkok memperbolehkan demo dan amuk2an para buruh yang kerja 
seperti budak belian ini, maka ekonomi akan kolaps dan negara akan 
terpuruk.  Sistim kapitalis yang sementara ini di berlakukan oleh 
para industriawan Tiongkok dan ditopang  oleh pemerintah  tidak  akan 
bisa ber-operasi lagi apabila buruh bisa mengadakan misalnya mogok 
masal. Mogok masal akan mengakibatkan stagnasi dalam segala 
bidang,berakibat negatip bagi buruh itu sendiri. Jadi ini adalah 
suatu dilemma....suatu dilemma bagi semua pihak yang tersangkut dalam 
proses aktipitas ekonomi di Tiongkok.
>    
>   Sepertinya Tiongkok masa dini masih menjalani suatu revolusi. Se-
tidak2nya apabila kita meninjau anak2 kecil/muda/belia yang harus 
ikut menunjang ekonomi. Padahal seperti Industrial Revolution di 
negara barat terutama asal musual di Inggris itu terjadi di abad 
achir ke 19. 
>   Di Inggris waktu itu perombakan terjadi dalam revolusi industri 
ini dengan di temukannya mesin upa. Pekerjaan tangan industri yang 
labour intensive di ganti/dirombak dengan memberdayakan mesin. 
Disinilah mulai mencuat adanya child labour. Apabila anda sempat 
menyimak selain ini adalah kejadian sejarah dengan penemuan mesin uap 
kemudian mesin yang ditenagai listrik, per-industrian ini kemudian 
meluas ke seluruh dunia. Aspek negatip dari revolusi industri 
terutama dengan pengorbanan anak2 yang harus kerja di pabrik2 bisa 
anda temui, se-tidak-nya apabila anda sempat menyimak cerita Oliver 
Twist, karangan Charles Dickens. Disitu digambarkan bocah2 yang 
dijadikan budak belian dalam proses perindustrian yang ber-nuansa 
kapitalistis.
>    
>   Sebagai tambahan, apabila negara Barat, mula2 Inggris sempat 
meluaskan proses perindustrian, negara2 barat kemudian meluaskan 
ekspansinya dengan kolonisasi ke segala penjuru dunia. Sebaliknya 
nilai positipnya Tiongkok ,Tiongkok tidak melakukan ekspansi 
perebutan tanah untuk dijadikan jajahannya. Apakah Tiongkok melakukan 
penjajahan secara tidak langsung dengan jalan ekspansi ekonomi-nya? 
Suatu pertanyaan yang menggeletik karena dengan adanya globalisasi, 
siapa yang kuat bersaing dalam pasaran bebas dunia dia akan menjadi 
pemenangnya. Kelihatannya Tiongkok akan jadi pemenang 
dalam...adu...survival of the fittest ini se-tidak2nya dalam dunia 
ekonomi pasaran dunia.
>    
>   Sekarang yang tertinggal adalah pertanyaan...apakah Tiongkok 
perlu menempuh jalan ala revolusi industri achir abad ke 19 dengan 
memeras dan mem-pekerjakan anak2 sebagai child labour? Apakah ada 
justifikasinya dalam memajukan ekonomi dengan cara..........
>   what it takes.....semacam cara Machiaveli-ism yakni ...tujuan 
achir meng-halal-kan segala cara?
>    
>   Juga suatu dilemma bagi perseorangan kiranya, seperti aku sendiri.
>   Sekarang aku memikirkan apa yang aku beli, made in China, 
dibelakang ujut barang itu ter-serat didalamnya suatu penderitaan 
yang tidak adil karena buruh dan anak kecil dikorbankan demi produksi 
barang konsumsi, tanpa imbalan yang adil bagi kelangsungan hidup para 
buruh yang memadai dengan hasil keringat mereka...para buruh.
>    
>   Sebagai tambahan, baru saja ada berita bahwa juga dibidang R&D 
Tiongkok sudah memperkerjakan tehnisi sebanyak 926.000 orang. Hanya 
USA yang masih bisa mengungguli dengan tehnisi sebanyak 1.3 juta 
orang.
>   Di tahun 1995 Tiongkok memberdayakan buat R&D-nya sebanyak 0.6% 
dari GDP-nya, di tahun 2004 melonjak jadi 1,2% dari GDP
>   Tiongkok saat ini adalah negara kedua dalam artian mengeluarkan 
dana buat R&D, sebanyak US$138, billion, Jepang US$130, billion.
>   Negara2 Uni Eropah combined masih dibawah Tiongkok penyediaan 
dana buat R&D ini. Jadi Tiongkok ini tidak kepalang tanggung 
kemajuannya.....leaps and bounds.
>   Apakah tehnisi Tiongkok ini juga menerima ....wages peanut 
ketimbang para tehnisi US misalnya, aku kira ini juga menjalani 
proses sama seperti industri manufaktur Tiongkok......suatu dilemma 
kemanusian...bagi buruh dan bagi negara Tiongkok.
>    
>   Mudah2an untuk masa depan segi kemanusiaan bisa di perbaiki.... 
opsi bagi pemerintah Tiongkok bisa mereka cari untuk kebaikan 
bersama, tanpa perbaikan dalam dilemma kemanusiaan dalam kaitannya 
dengan kemajuan....Tiongkok akan dilanda prahara, prahara akan 
menimpa kita semua.
>    
>   Harry Adinegara
> 
>  Send instant messages to your online friends 
http://au.messenger.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke