Menjunjung HAM dalam Demokrasi = Kebenaran Yang Paling Universal
> Jingjing Arab <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kalau begitu negara Demokrasi (?) mana yang menjunjung HAM ?. > Amerika ?. Kalau saja negara biangnya kapitalis ini menjunjung HAM > 100 %, maka dia praktis bangkrut. Yang namanya negara Demokrasi itu pemimpinnya dipilih berdasarkan kualitas kepemimpinannya bukan kualitas keimanannya. Yang disebut menjunjung HAM itu, setiap penjarah dihukum bukan dilindungi seperti melindungi pembakar mesjid Ahmadiah. Juga dalam negara yang menjunjung HAM, maka pemerkosa amoy2 pasti ditangkap, diadili dan dihukum, bukan dilindungi dengan fatwa bahwa pelakunya umat agama lain yang sengaja ingin menodai agama Islam. Juga dalam negara yang menjunjung HAM, pelaku2 teror 911 dihukum bukan malah dilindungi dengan menyatakan bahwa pelaku2nya bukan umat Islam melainkan orang Yahudi dan Mossad. Demikianlah, dengan menjunjung HAM, negara aman, investor berebut untuk berinvestasi. Beda dengan negara2 yang melanggar HAM, negara kacau balau, korupsi merajalela, hukum bisa dijual belikan, kebenaran bisa diputer balik, pengadilan bisa diatur vonisnya sudah dibuat sebelum pengadilannya berlangsung, bahkan investor nasional dan asing takut dan lari keluar negerinya sehingga tak ada yang mau berinvestasi. Dengan ciri2 yang saya sebutkan diatas kiranya cukup jelas ya, mana negara yang menjunjung HAM dan mana negara yang melanggar HAM ??? Otomatis kalo investor tidak ada yang mau berinvestasi, apakah mungkin negaranya tidak bangkrut???? Demikianlah, dengan menjunjung HAM dan Demokrasi maka negara tidak mungkin bangkrut tapi malah berjaya, menguasai ekonomi dunia dimana semuanya ini datang dari kepercayaan tegaknya hukum yang melindungi HAM melalui cara2 yang demokrasi. Dari sinilah anda bisa melihat bagaimana Amerika bisa menjadi superioritas yang bukan melalui perang, karena kalo anda saksikan dari perangnya, maka Amerika tak mungkin bisa menang, apalagi bisa menjadi superior. Tapi kenyataannya tidak demikian, AMERIKA BUKAN MENJADI BESAR MELALUI PERANG MELAINKAN MELALUI PENEGAKKAN HAM DAN PELAKSANAAN DEMOKRASI. Sebaliknya Indonesia hancur bukan karena kalah perang, melainkan melalui Pelanggaran HAM dan menghambat Demokrasi, akibatnya perangnya menang sekalipun akhirnya harus menyerah juga kepada lawannya. Hal ini bisa anda saksikan bagaimana Indonesia menang perang di Timor Timur tapi harus menyerah juga kepada HAM dan Demokrasi melalui referendum yang tidak bisa dipaksakan untuk memenangkan Indonesia. > Makanya diusahakan oleh para penguasa USA ini dengan berbagai cara, > menipu negara berkembang secara licik dan menghancurkan kekuatan > lain yang dituduhnya menurut pahamnya, sebagai musuh dunia. Pernyataan anda diatas ini hanyalah contoh fitnah umat Islam yang ajarannya licik penuh penipuan memutar balik fakta dimana tujuannya berusaha menghancurkan mereka semua yang dianggap bukan Islam karena hanya agamanya saja yang benar dan yang bukan agamanya adalah musuh Allah, dan karena Allah itu pencipta segalanya, maka dunia ini miliknya sehingga mereka yang dianggap musuh Allah adalah musuh dunia. Kenyataannya, teror Islam itulah yang memang dimusuhi dunia, lalu siapa yang anda tuduh musuh Amerika ??? Amerika tak punya musuh, bahkan Islam juga tidak dianggap musuh meskipun segelintir terorist Islam menganggapnya musuh karena Amerika melindungi HAM dan Demokrasi. > Para pembela HAM termasuk HS, pada suatu hari nanti akan merasakan > bahwa mata dunia akan terbuka karena kebenaran akan muncul. Islam > penjunjung HAM tulen dan itu dibuktikannya dengan memanggil seorang > Muslim lainnya dengan kata "Saudara ku". Dalam Islam mana ada kebenaran ??? Menggorok mereka yang anti-Allah bukanlah kebenaran karena Allah itu hanyalah angan2, dan mereka yang anti-angan2 sama sekali tidak mengganggu siapapun juga dan tidak merugikan siapapun juga seperti halnya membakar mesjid ahmadiah komplit dengan menjarah harta benda umatnya..... inikah kebenaran ??? hehehehe.... tak perlu dikomentari, jangan tunggu nanti pada suatu hari, sejak dulu juga mereka yang dijarah harta bendanya sudah pasti mengutuk penjarah2nya yang mengejar pahala allah itu. Kalo ajaran Islam memanggil sesama muslim dengan kata "Saudara ku", tidaklah akan menjadikan ajaran Islam ini beradab selama menganggap mereka yang bukan muslim sebagai bukan saudara tetapi dianggap sebagai mahluk yang lebih rendah daripada binatang yang halal ditumpahkan darahnya. Apa bedanya dengan ajaran komunis yang memanggil sesama temannya yang juga komunis sebagai "kawan" tetapi sesama kawan akhirnya gorok2an. Demikianlah nasib partai komunis Cina harus berjihad melawan komunis Russia...... Namun untung, ada Amerika yang menengahi sehingga tak jadi pertumpahan darah, dan keduanya sekarang sedang dibimbing untuk sama2 menghormati HAM maupun Demokrasi. Kebenaran sudah muncul, itulah yang kita namakan perlindungan HAM dan Demokrasi. Hanya umat Islam yang masih menunggu kebenaran yang tidak benar !!! Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
