Mana yang lebih ilmiah: Analisis AlQuran atau Tafsir AlQuran ?

Katimbang mengaku salah semua ulama akan berdebat kusir sewaktu
mengalami deadlock dalam berargumentasi.  Memang hal ini sudah
dipersiapkan sarananya dalam AlQuran.  

Contohlah, ada satu statement dalam AlQuran yang sangat biadab yang
tidak sesuai dengan nilai2 universal kemanusiaan, maka sang ulama akan
menyangkalnya dulu dan minta bukti ditunjukkan ayatnya.  Sewaktu
ayatnya ditunjukkan, sang ulama berkilah bahwa itu bukan dari AlQuran
melainkan dari Hadist.  Dan Hadist itu hanyalah tafsir dan AlQuran
itulah yang merupakan wahyu Allah.

Untuk hal2 seperti ini, perlu saya jelaskan kepada semua pembaca,
bahwa kitab suci Islam memang AlQuran.  Tetapi dalam setiap kali kita
menyebut nama Alquran, maka sebutan itu merangkum Hadistnya, karena
sekte2 Islam sangatlah banyak sehingga tak mungkin bisa dibedakan kalo
tidak disertai Hadistnya.  Oleh karena itulah setiap sebutan Alquran
selalu mencakup juga Hadistnya.  DENGAN KATA LAIN, TIDAK ADA ALQURAN
TANPA HADIST, DAN TIDAK ADA HADIST TANPA ALQURAN.  Karena pada
prinsipnya, Hadist itu merupakan tafsir AlQuran atau Hadist itu
termasuk bagian dari kesatuan Alquran.

Analoginya, seperti halnya kalo anda menyebut Bible, maka dalam hal
ini termasuk perjanjian baru dan perjanjian lama, namun dalam berdebat
seringkali umatnya menyatakan itu ada diperjanjian lama, sedangkan
ajaran Yesus itu merupakan perjanjian baru.  Hal inipun merupakan
debat kusir karena yang dinamakan Bible itu mencakup perjanjian lama
dan perjanjian baru.  Umat Kristen melampirkan perjanjian lama untuk
mendukung atau menafsirkan bahwa perjanjian baru itu benar dari Allah.
 Hal yang sama juga terjadi dengan Alquran dimana Hadistnya itu untuk
memperkuat penafsiran bahwa Alquran itu merupakan wahyu Allah.

Hadist itu adalah Tafsir AlQuran! Kenapa AlQuran harus pakai ditafsir
lagi?  Hal inilah yang membuktikan bahwa alQuran tidak konsistent, dan
untuk memastikan konsistensinya itulah diperlukan tafsir.  Lalu dengan
adanya Hadist, apakah AlQuran kemudian menjadi lebih konsistent?? 
Juga tidak, karena Hadist itu banyak sekali dan ber-beda2 bahkan
saling berlawanan seperti halnya Sunny dan Syiah dimana umatnya saling
berbunuhan.

Kenapa Hadist itu tidak konsistent???  Jawabnya jelas karena Hadist
itu berisi tafsir, dan perdefinisi tafsir itu sama artinya dengan
tebak2an, dan tebak2an tak pernah ada yang konsistent karena memang
cuma main kira2.  Adakah tebak2an bisa dinamakan konsistent???

Arti tafsir untuk Hadist sebagai tafsir Alquran bisa disamakan dengan
tafsir lottery buntut, tafsir mimpi, tafsir biji manggis, dimana bisa
juga dikatakan sebagai tebak2an lottery buntut, tebak2an mimpi,
tebak2an biji manggis, dlsb.

Tafsir atau tebak2an sama sekali berbeda dengan analisa, karena
analisa digunakan dalam berbagai protokoler ilmiah.  Sebaliknya dunia
ilmiah tak pernah mengenal tebak2an karena dalam tebak2an tidak ada
perhitungan probabilitasnya.

Demikianlah kalo kita mau membandingkan mana yang lebih ilmiah antara
tafsir AlQuran dan analisis AlQuran, akan jelas setelah anda mengikuti
uraian diatas.  Tafsir AlQuran tidak memiliki prosedur ilmiahnya
sedangkan analisis AlQuran merupakan uraian isi AlQuran atas dasar
prosedur ilmiah.

Contoh tafsir yang sederhana, kalo dalam Alquran dituliskan bahwa
seorang muslim harus disunat, maka dalam Hadist ditafsirkan bahwa
sunat itu dipotong kulup atau preputiumnya yang dikenal dalam dunia
kedokteran sebagai circumcition, dan ada pula yang menafsirkan hanya
digoreskan saja agar keluar darah sedikit dan hal ini banyak dilakukan
orang2 betawi dizaman dulu dengan menggunakan kulit bambu karena dulu
dizaman Muhammad belum ada dokter bedah.  Dalam hal ini, kalo anda mau
tanya mana yang benar, tidak ada kepastiannya, tapi bisa dipastikan
bahwa memang dizaman Muhammad belum dikenal cara2 circumcition yang
dilakukan orang sunatan dizaman sekarang.  Circumcition tidak mungkin
dilakukan dizaman Muhammad karena pemotongan melingkar dari kulup atau
preputium itu juga akan memotong sebuah pembuluh darah arteri dibawah
preputium, akibatnya terjadi perdarahan yang sukar dihentikan yang
membawa pasiennya keliang kubur.  Ditambah lagi faktor infeksi
sehingga bisa dipastikan dari 10 orang yang disunat maka 7 akan mati
karena infeksi atau perdarahan.  Jadi apakah maksud AlQuran itu
dipotong dan dibuang kulupnya seperti dalam circumcition, atau hanya
secara simbolis disayat sedikit kulitnya saja agar sedikit berdarah
tidak bisa dipastikan dan memang sangat tergantung dari tafsir
menafsir nya saja.

Berbeda halnya dengan analisis, karena disini kita menggunakan
kumpulan pernyataan2 atau statement2 yang jelas yang tidak mungkin
disalah artikan yang kita susun sedemikian rupa sehingga bisa
disimpulkan kepastiannya, contohnya, dalam AlQuran dinyatakan bahwa
Khadijah melamar Muhammad dengan juga memberinya mahar atau mas kawin.
 Cukup dari satu statement yang jelas ini sudah bisa disimpulkan bahwa
Keluarga Muhammad dan Khadijah merupakan bentuk keluarga yang
"Matrimonial", dan hal ini diperkuat lagi dengan tulisan2 dalam
berbagai Hadist yang juga menyatakan bahwa Khadijah mewakili Fatimah
anak wanitanya untuk melamar Ali kepada walinya yang adalah suaminya
sendiri nabi Muhammad.  Meskipun dalam AlQuran tidak pernah dinyatakan
bahwa system kekeluargaan dalam keluarga Muhammad adalah matrimonial,
tetapi dari pernyataan2 yang tidak bisa diartikan lain bisa kita
pastikan bahwa Muhammad dan isterinya merupakan penganut keluarga
matrimonial, dan dalam keluarga yang matrimonial sang suami selalu
hanya beristri satu atau monogamous.

Demikianlah, dari kenyataan2 diatas, secara ber-urut2an saya menguak
bagaimana tafsir itu tak mungkin dijadikan kepastian ataupun penentuan
karena untuk memastikan harus dilakukan cara2 analisa.  Sayangnya,
AlQuran hanya memilik tafsir2 saja tidak ada analisisnya sehingga tak
banyak bisa dkomentari.

Namun yang menjadi issue disini adalah bahwa akibat tafsir2 itulah
timbul berbagai bencana, mulai dari penjarahan, pembakaran, teror2
hingga ke pemerkosaan.  Untuk itulah saya membuat tulisan ini dengan
besar harapan saya agar umat Islam menyadari bahwa agama Islam
hanyalah kepercayaan dan kepercayaan itu berasal dari bagian angan2
yang kemudian di-tafsir2 dizaman sekitar 300 tahun setelah wafatnya
nabi Muhammad.  Atas dasar kesadaran inilah, tidak seharusnya umat
Islam mengejar pahala dengan menimbulkan berbagai bencana sebagai
kewajiban dari tebak2an tsb.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke