Skandal Korupsi Tentara AS 
KCM - Jumat, 09 Februari 2007 - 04:58 wib   

WASHINGTON, RABU - Tiga perwira yang tergabung di dalam Pasukan Cadangan dan 
dua warga sipil AS dikenai tuntutan bersalah, Rabu (7/2). Lima orang itu diduga 
kuat terlibat dalam upaya penyelewengan kontrak-kontrak program rekonstruksi 
Irak senilai jutaan dollar AS. Sebagai imbalan, kelima tersangka itu diduga 
mendapat atau setidaknya menyalurkan uang tunai lebih dari satu juta dollar AS, 
mobil mewah, berbagai perhiasan, dan lain-lain. 

Kontraktor Philip Bloom yang memiliki perusahaan konstruksi di bawah naungan 
Kelompok Bisnis Global disebut-sebut sebagai pihak penyogok atau pemberi 
imbalan ke lima tersangka itu. Awalnya Pengadilan Distrik AS di New Jersey 
menyelidiki kontrak-kontrak di Irak senilai 8,6 juta dollar AS kepada Bloom. 
Namun, dalam perkembangannya terungkap kelima tersangka itu setidaknya 
menikmati 3,6 juta dollar AS dari 26 miliar dollar AS jatah proyek rekonstruksi 
di Irak. 

Uang korupsi itu, menurut Wakil Jaksa Agung Paul McNulty, terbukti digunakan 
untuk kepentingan diri sendiri. Dua tersangka bahkan mengakui menggunakan jatah 
mereka untuk membangun geladak dan bak mandi yang mewah. Setidaknya ada 500.000 
dollar AS yang diselundupkan keluar Irak ke AS. McNulty juga mengatakan, Bloom 
mengaku telah melakukan cuci uang sedikitnya dua juta dollar AS yang dikelola 
Otoritas Sementara Koalisi Irak yang dipimpin Pemerintah AS. 

Bloom juga mengaku telah menerima kontrak-kontrak di Irak yang telah 
diselewengkan sebesar lebih dari 8,6 juta dollar AS. Otoritas Sementara Koalisi 
Irak yang kini telah dibubarkan itu menyatakan telah kecolongan setidaknya 
lebih dari 3,6 juta dollar AS gara-gara korupsi yang berlangsung selama dua 
tahun sejak Desember 2003. 

Tuntutan atas tiga perwira AS—Kolonel Curtis G Whiteford, Letnan Kolonel Debra 
M Harrison, dan Letnan Kolonel Michael B Wheeler—serta dua warga sipil, Michael 
Morris dan William Driver, itu diumumkan sehari setelah sesi dengar pendapat 
Partai Demokrat DPR dengan mantan pejabat di Otoritas Sementara Koalisi Irak. 
Penemuan korupsi ini langsung diumumkan setelah ada kepastian penangkapan 
Morris di Romania. 

Ketiga perwira Angkatan Darat (AD) itu bertanggung jawab untuk membantu 
mengawasi perkembangan kontrak-kontrak AS di daerah Hillah, Irak. Ketika masih 
menjabat penanggung jawab Otoritas Sementara Koalisi Irak untuk Wilayah Pusat 
bagian Selatan di Irak, Whiteford adalah perwira kedua paling senior. Harrison 
bertindak sebagai pengawas keuangan. Sementara Wheeler di posisi penasihat 
proyek-proyek rekonstruksi untuk Irak. 

Sogokan 

Sebagai imbalan telah menyelewengkan kontrak di Irak tahun 2003-2005, ketiga 
perwira itu menerima satu juta dollar AS secara tunai, mobil sport Porsche dan 
Nissan, Cadillac, perumahan di real estat, jam merek Breitling, tiket pesawat 
kelas bisnis, komputer, dan barang-barang lainnya. Berdasarkan berkas tuntutan 
seorang tersangka, Driver—suami Harrison—dianggap membantu penyelundupan uang 
tunai sebesar 300.000 dollar AS sehingga ia ikut terkena tuntutan. 

Suami istri Harrison dan Driver dilaporkan memperoleh mobil mewah jenis 
Cadillac Escalade sebagai sogokan dan menggunakan ribuan dollar AS untuk 
memperbaiki dan merenovasi rumah mereka yang ada di Trenton. Sementara 
Morris—pengusaha yang juga rekan Bloom—diduga mendapat tugas sebagai penghubung 
antara ketiga perwira militer dan perusahaan konstruksi. 

Inspektur Jenderal Khusus untuk Irak Stuart Bowen berjanji akan mengungkap 
semua penyelewengan di Irak hingga ke akarnya. Setidaknya, menurut Bowen, 
terdapat 80 kasus penyelewengan dan korupsi yang tengah berada dalam proses 
penyelidikan. Wakil Asisten Direktur untuk Keamanan Nasional di Lembaga 
Pelaksana Imigrasi AS Kumar Kibble menyatakan, pihaknya menelusuri jejak 
keberadaan uang dan mengumpulkan data-data dari komputer, telepon genggam, dan 
peralatan lain. (REUTERS/AP/LUK) 
 
 
====

Untuk berita aktual seputar pemberantasan korupsi dan tata kelola
pemerintahan yang baik (good governance) klik
http://www.transparansi.or.id/?pilih=berita

Untuk Indonesia yang lebih baik, klik
http://www.transparansi.or.id/

Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI)
Jl. Polombangkeng No. 11 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110
Telp: (62-21) 727-83670, 727-83650
Fax: (62-21) 722-1658
http://www.transparansi.or.id

========================================================
The Indonesian Society for Transparency 
http://www.transparansi.or.id 
E-mail: [EMAIL PROTECTED] 



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke