Refleksi: Apakah  bukan karena komisinya terlalu sedikit yang membuat masalah 
dihebohkan?

http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=1641

      Jum'at, 2 Maret 2007 
     
     
     
     
     
Indonesia Harus Tempuh Dua Langkah Soal Ambalat 

      Jakarta (Lampost Online) - Indonesia harus menempuh dua langkah dalam 
menghadapi Malaysia terkait kasus Ambalat, yakni langkah diplomatik dan 
peningkatan kekuatan persenjataan TNI. 

      "Langkah diplomatik sudah pasti harus ditempuh Indonesia, tapi 
persenjataan juga harus ditingkatkan sebab Malaysia lebih unggul dalam hal ini, 
bisa saja sistem keamanan dan persenjataan kita diabaikan oleh mereka," kata 
Direktur Eksekutir Lembaga Studi Pertahanan dan Strategis Indonesia, Rizal 
Dharma Putra, di Jakarta hari Jumat. 

      Rizal mengungkapkan kekuatan persenjataan Indonesia telah diketahui baik 
Malaysia maupun Singapura yang selama ini sering melanggar garis perbatasan 
dengan kapal maupun pesawatnya masuk ke wilayah Indonesia. 

      "Kapal-kapal patroli Indonesia di perbatasan sebagian besar juga hanya 
laik layar tapi tidak laik tempur, dan hal ini sudah diketahui oleh Malaysia 
sehingga mereka tahu sejauh mana peta kekeuatan kita," ungkapnya. 

      Ia juga menambahkan selain dua langkah tersebut, untuk memperkuat posisi 
tawar Indonesia di mata Malaysia, maka negara ini harus memiliki kekuatan yang 
memang benar-benar nyata atau "real power".

      "Setidaknya kita punya sesuatu yang diunggulkan, misalnya dari sisi 
ekonomi yang membuat mereka tergantung pada Indonesia, sehingga tidak seenaknya 
saja seperti sekarang," katanya.

      Sebelumnya pada kesempatan terpisah, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto 
menyatakan tak ada perubahan aturan main atau "rule of engagement" dalam 
patroli pengamanan di sekitar wilayah perairan Blok Ambalat di Laut Sulawesi, 
menyusul manuver Malaysia yang mencoba memasuki wilayah RI hingga dua mil dari 
batas laut kedua negara.

      "Tidak ada perubahan, `rule of engagement` tetap sama karena situasi dan 
kondisi juga tidak ada perubahan, atau tidak ada peningkatan pelanggaran 
wilayah di dearah itu," katanya. 

      Ia mengemukakan tindakan "pengusiran" yang dilakukan jajaran Komando 
Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) TNI Angkatan Laut terhadap kapal dan 
pesawat udara Malaysia yang melintas dan masuk ke wilayah RI sudah cukup baik 
dan sesuai prosedur yang berlaku.

      Sebelumnya, Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mengungkapkan 
Malaysia empat kali melanggar wilayah RI pada 24-25 Februari 2007 dengan 
memasuki wilayah NKRI sejauh satu hingga dua mil laut.

      Pada 2006, Gugus Tempur Laut Koarmatim juga mencatat 35 kali pelanggaran 
telah dilakukan Malaysia. Namun demikian, kapal itu selalu dihalau oleh 
kapal-kapal perang TNI AL yang rutin menggelar operasi
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/kOt0.A/gOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke