Jumlah Harta Widjanarko Naik Drastis
Dalam lima tahun jadi 14 kali lipat. 

JAKARTA -- Kekayaan mantan Direktur Utama Perum Bulog Widjanarko Puspoyo berupa 
tanah dan bangunan sampai akhir tahun lalu tercatat Rp 10,8 miliar. Ini 
kenaikan hingga 14 kali lipat dibandingkan dengan nilai tanah dan bangunan yang 
dilaporkannya kepada Komisi Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara pada 2001, 
yang besarnya Rp 768 juta.

Lonjakan jumlah harta itu menjadi sorotan menyusul pengusutan beberapa kasus 
dugaan korupsi di Bulog yang melibatkan Widjanarko sebagai tersangka. Dalam 
kasus impor sapi fiktif, misalnya, kerugian negara yang timbul diperkirakan 
mencapai Rp 11 miliar. Sedangkan dalam dugaan korupsi terkait dengan impor 
beras, Pelaksana Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Hendarman Supandji mengatakan 
jumlahnya lebih fantastis. "Rp 11 miliar belum apa-apa," ujarnya.

Direktur Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Komisi Pemberantasan 
Korupsi, Muhammad Sigit, mengatakan belum mengetahui nilai persis perubahan 
harta Widjanarko. Komisi Pemberantasan Korupsi, kata Sigit, masih memproses 
laporan terbaru yang diserahkan pada Desember lalu. "Ada beberapa persyaratan 
yang belum dilengkapi sehingga belum bisa diumumkan," katanya kepada Tempo 
kemarin.

Sigit mengaku kaget, meski tidak membantah ketika ditanya mengenai kenaikan 
nilai tanah dan bangunan milik Widjanarko yang sangat signifikan itu. "Yang 
pasti, data kekayaannya masih kami proses," dia mempertegas pernyataannya. 
"Kami belum bisa membuka informasinya."

Kuasa hukum Widjanarko, Hotma Sitompul, mempersilakan aparat hukum membuktikan 
segala tuduhan terhadap kliennya. Ia menantang mereka untuk membuktikan 
kenaikan jumlah harta kekayaan Widjanarko itu adalah hasil tindak pidana yang 
dilakukannya. "Buktikan saja kalau itu hasil kejahatan," kata Hotma melalui 
sambungan telepon kemarin.

Hotma mengatakan kenaikan harta kliennya bisa saja berasal dari penjualan 
warisan milik orang tuanya. Meski begitu, ia menolak memberi penilaian dalam 
soal ini. "Saya tidak dalam posisi menilai itu wajar atau tidak," ujarnya.

Menurut data yang diperoleh Tempo dari sumber di pemerintahan, kekayaan Widjan 
berupa tanah dan bangunan yang bertambah berada di tiga kota. Di Jakarta 
Selatan, rumah Widjanarko di kawasan Cilandak dilaporkan bernilai Rp 1,5 
miliar. Sedangkan di Bogor, rumah dan tanahnya bertambah empat unit dengan 
nilai total Rp 966 juta.

Kenaikan paling besar tercatat di Surakarta, berupa dua unit tanah dan bangunan 
yang bernilai Rp 8,4 miliar. Sejauh ini belum diketahui apakah lonjakan juga 
terjadi pada jumlah kekayaan Widjan lainnya yang berbentuk kas dan harta 
bergerak lainnya.

Dalam laporannya pada 2001, harta Widjanarko berupa tanah dan bangunan 
disebutkan terdapat di Bogor seluas 300 meter persegi, dan di Jakarta Selatan 
seluas 767 dan 400 meter persegi, dengan total nilai Rp 768 juta. Ditambah 
dengan alat transportasi berupa tiga unit mobil senilai Rp 1 miliar, logam dan 
batu mulia serta barang antik senilai Rp 1,3 miliar, giro dan setara kas Rp 2,2 
miliar, serta piutang Rp 350 juta dan utang Rp 280 juta, secara keseluruhan 
harta Widjanarko berjumlah Rp 5,362 miliar.TITO SIANIPAR

Sumber: Koran Tempo - Kamis, 29 Maret 2007 

++++++++++
 
Untuk berita aktual seputar pemberantasan korupsi dan tata kelola
pemerintahan yang baik (good governance) klik
http://www.transparansi.or.id/?pilih=berita
 
Untuk Indonesia yang lebih baik, klik
http://www.transparansi.or.id/ 

--------
 
Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI)
The Indonesian Society for Transparency
Jl. Polombangkeng No. 11,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110 
Telp: (62-21) 727-83670, 727-83650 
Fax: (62-21) 722-1658 
http://www.transparansi.or.id 


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke