http://www.suarapembaruan.com/News/2007/04/10/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Hutan di Indonesia Alami Degradasi 

 

[JAKARTA] Menteri Kehutanan MS Kaban mengakui hutan di Indonesia mengalami 
degradasi dan masyarakat kita tetap miskin, ini karena kesalahan manajemen 
kehutanan. Penyebab lain karena regulasi atau sistem. Satu sisi hutan 
memberikan kemakmuran namun masyarakat di sekitar hutan dengan sumber daya alam 
yang besar miskin. 

"Sekarang ini yang namanya partisipasi , kolaborasi adalah kata yang dianggap 
solusi dalam pembangunan kehutanan. Sekarang ini kehutanan kerja sendiri, 
apalagi setelah ada otonomi dan perubahan undang-undang yang cenderung tidak 
simultan satu dengan yang lain," ujar Kaban di sela-sela acara Pelantikan Tim 
Pengembangan Ekonomi dan Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indoneia (ICMI) di 
Jakarta, Senin (9/4). 

Kehutanan kata Kaban, ingin mengakomodir semua pihak, membangun dari Merauke 
hingga ke Sabang, pembangunan kehutanan harus dimulai dari Timur ke Barat. 
Karena itu akses harus dibuka kepada semua pihak dengan peranan yang jelas, 
karena selama ini fokus terlalu berat ke Hak Penguasaan Hutan (HPH), semua 
tarik menarik, pengusaha ingin mendapat ijin HPH melobi sana-sini. 

Dia menambahkan, orang cenderung berbicara hutan produksi karena dia memberikan 
hasil, sedangkan hutan lindung dan hutan taman nasional justru membutuhkan 
biaya. Karena itu Kaban berharap tim ekonomi bidang sumber daya alam dan 
konservasi hutan yang terbentuk hari ini dapat bekerja dengan baik dan berusaha 
memperoleh manfaat dari usaha mengolah hutan. 

Seharusnya, menurut Kaban, kehutanan harus berorientasi kepada kerakyatan, 
hutan tanaman rakyat seharusnya mengimbangi hutan tanaman industri. Minimal 
dengan komposisi 40 - 60, karena itu disinilah dibutuhkan peranan bupati dan 
wali kota. Anggaran bagi hutan tanaman rakyat telah disiapkan oleh Badan 
Pembiayaan Pelaksanaan Hutan atau yang dulunya disebut dana reboisasi. 


Konversi 

Sekarang ini orang telah terdoktrin setiap lahan hutan dikonversi, bikin kelapa 
sawit, dan semuanya diminta ke Departemen Kehutanan. Inilah yang selalu 
menyebabkan benturan karena kehutanan harus berkontribusi untuk masyarakat 
banyak. Kaban mengungkapkan, kehutanan harus berkontribusi untuk masyarakat 
banyak, Departemen Kehutanan memiliki 23 juta hektare kawasan hutan. 

"Dari 23 juta hektare tersebut, yang diurus menjadi HGU baru 2 juta hektare, 
jangan-jangan karena tidak mampu mengoptimalkan sekian juta hektare sisanya, 
hasilnya yang kita terima bencana alam seperti sekarang ini," ujar Kaban. 

Dikatakan, peraturan pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan 
Penyusunan Pengelolaan Hutan adalah dasar untuk membuka dan mengakses 
pembangunan kehutanan, karena Indonesia masih kurang diminati investor, 
ironisnya semakin otonomi semakin tidak diminati investor. Sembilan juta 
hektare hutan tanam kalau ditata dengan baik, maka setiap tahun 1 juta 
hektare/150 kubik permintaan dunia saat ini. 

Dia mengemukakan, kebutuhan dunia hingga 2014 untuk bahan baku 350 juta Meter 
kubik kayu, kalau AFTA sudah dilaksanakan dunia cenderung tidak lagi ingin 
memakai hutan alam. [VL/M-6] 


Last modified: 10/4/07 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke