http://www.suarapembaruan.com/News/2007/06/19/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Warga Miskin Makassar Tuntut Sekolah Gratis [MAKASSAR] Sekitar 700 warga miskin di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (18/6), melakukan aksi ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota setempat. Mereka menuntut Pemerin- tah Kota (Pemkot) Makassar segera mewujudkan pendidikan gratis. Aksi ratusan warga dimotori oleh Dewan Pimpinan Wilayah Serikat Rakyat Miskin Kota (DPW-SRMK) Sulsel ini melibatkan warga miskin kota dari berbagai kecamatan di Makassar. Aksi itu mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Mereka memenuhi gedung dewan, bergantian menyampaikan orasi serta menyerahkan pernyataan sikap tertulis kepada DPRD melalui Komisi D. "Porsi pembiayaan pendidikan sebesar 20 persen dari APBD harus segera diwujudkan. Karena, saat ini kondisi makin sulit dan menghambat rakyat miskin untuk menikmati pendidikan," ujar Wahida, koordinator aksi. Program mendesak yang harus dilakukan pemerintah adalah menjamin semua warga miskin mendapatkan layanan sekolah gratis. Menjamin tidak adanya pungutan sekolah bagi anak sekolah dari keluarga miskin. Memperbanyak sekolah gratis secara merata di semua kecamatan, terutama yang berlokasi di sekitar permukiman warga miskin, katanya. Pemerintah, tambahnya, hendaknya menyosialisasikan program menyangkut sekolah gratis ke masyarakat dan segera mengadakan program baca tulis bagi warga yang buta aksara. Wahida membeberkan kepada dewan beberapa contoh pemerasan yang dilakukan sekolah terhadap siswa, di antaranya pungutan untuk membuat pagar sekolah sebesar Rp 50.000 tiap siswa di Sekolah Dasar (SD) Gaddong. Sejumlah siswa di SMA Hang Tuah tak diikutkan ulangan karena belum membayar biaya buku, bahkan ada yang sengaja dijemur menghadap tiang bendera lantaran tidak mampu membayar kewajiban pembayaran sekolah. Mendukung Di tengah aksi yang mereka lakukan, polisi yang awalnya hanya bertugas mengamankan jalannya aksi, ternyata ikut mendukung dan memberi data tentang pungutan yang dialami keluarga mereka. "Beberapa anggota polisi menitipkan data kepada kami untuk diserahkan ke dewan. Anak mereka juga menjadi korban pungutan di sekolah," katanya. Anggota Komisi D DPRD Makassar, Nasran Mone, berjanji akan meminta wali kota menindak tegas guru dan kepala sekolah yang melakukan pungutan liar di sekolah. Sementara itu, Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin mengatakan, Pemkot Makassar baru bisa menyiapkan sekolah gratis memasuki tahun ajaran 2007, itu pun jumlahnya masih terbatas, terdiri dari 15 sekolah setingkat SD dan tiga sekolah setingkat SMP. Untuk SD, sembilan di antaranya akan ditempatkan di pulau-pulau di wilayah kota Makassar. Untuk program sekolah gratis tersebut, Pemkot Makassar baru mampu mengalokasikan dana APBD sekitar Rp 2 miliar dan porsi tersebut akan ditingkatkan dalam tahun anggaran mendatang. Alokasi dana Rp 2 miliar itu belum termasuk tambahan insentif bagi tenaga pengajar yang mengabdikan diri di pulau-pulau terpencil. "Guru yang mengabdi di tempat terpencil akan mendapatkan insentif sebesar Rp 150.000 hingga Rp 250.000 per bulan," jelasnya. [148] Last modified: 18/6/07 [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
