Mbak Hafsah yang bijinya tiga dan jembutnya dikepang, kalau ngibul
jangan kelihatan begoknya dong, yang alus dikit napa. Udah kayak
orang ilang akal anda ini tau pula motivasi orang. Apa mbak biji ini
paranormal?
Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tentara US Masuk Islam Bukan Untuk Teror, Tapi Bantu Menumpas Terorist
> Ahmadi Agung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 2 Prajurit AS Masuk Islam Di AFGHANISTAN, Organisasi
> Di AS Rancang UU Penjarakan Orang Masuk Islam
> Jumat, 27 Juli 07
>
Anda itu benar2 umat Islam yang kuat imannya dan rajin menyebar fitnah.
Jelas tulisan anda diatas itu dengan mudah bisa dibuktikan fitnahnya,
karena yang merancang UU di Amerika itu bukan organisasi melainkan
senator disenat dan disahkan oleh Kongres Amerika.
Urusan Agama di Amerika merupakan urusan pribadi yang dilindungi
melalui ten amendment. Tidak mungkin ada rancangan untuk memenjarakan
orang yang masuk Islam, bahkan menuliskan agama di ktp saja dilarang
bagaimana bisa tahu agama seseorang di Amerika??? apalagi mau pindah2
agama di Amerika bisa sesuka hatinya, anda bisa beragama 2 atau 3 atau
sampai 5 tak pernah ada yang melarangnya, apalagi sampai mau
memenjarakannya.
Seharusnya anda bertobat, menebar fitnah membohongi sesama umat Islam
sendiri agar diracuni kebencian seperti kebencian yang mengidap jiwa anda.
> <http://www.alsofwah.or.id/images/bdi-1-270707.jpg>
> Surat kabar resmi pemerintah Afghanistan, Kamis
> kemarin melaporkan, dua orang prajurit tentara AS
> yang tergabung dalam pasukan pendudukan AS di
> Afghanistan telah memeluk Islam dan mempersunting
> dua wanita Muslimah setempat.
>
Kalopun ada tentara AS yang mau masuk Islam, jelas adalah hak azasi
pribadi sang prajurit itu sendiri, jangankan di Afghanistant, disini
di Los Angeles dimana saya mengelola pengumpulan dana Mesjid disinipun
sudah paling sedikit ada 5 anggauta FBI yang saya bantu untuk masuk
Islam dalam membantu tugasnya menyidik penyusupan ulama2 yang
menghasut umatnya untuk melakukan kewajiban2 agama dalam menteror umat
lainnya.
Jadi sama saja halnya dengan dua tentara Amerika diatas yang masuk
Islam itu sudah jelas bukan karena beriman, bukan karena percaya,
tetapi karena tradisi untuk menghormati wanita yang dicintainya dimana
orang tua si gadis mensyaratkan menantunya harus beragama Islam.
Kalo kita mencintai seseorang, tentu perlu pengorbanan, misalnya
pengorbanan pindah agama, meskipun kita tak perlu percaya agamanya
karena kita pindah agama se-mata2 hanyalah memenuhi persyaratan pihak
mempelai saja dalam menghormati tradisi mereka.
Jadi meskipun kedua tentara Amerika sudah menjadi Islam, tidak berarti
dia melepaskan agama sebelumnya, karena di Amerika ini bukanlah hal
yang aneh seorang menganut dua atau tiga agama sekaligus. Apa
salahnya kalo hari Jum'at dia menjadi muslim dan hari Minggu menjadi
pendeta di Gereja Kristen ??? Sama sekali tidak salah !!!!
Tetapi ada satu hal yang saya pasti, kedua tentara Amerika itu
meskipun masuk Islam tentu dia tidak mungkin mau membantu teroris
jihad Islam, dan dia bersama Isterinya saya yakin bertekad terus
memerangi teroris jihad Islam dalam kubu Amerika yaitu kubu
anti-terorist jihad Islam.
Memerangi terorist jihad Islam tidak menjadikan diri kita menjadi
anti-Islam, justru membuktikan kita ingin membersihkan dan memuliakan
umat Islam melalui penumpasan terorist jihad Islam itu sendiri.
Dengan adanya dua tentara Amerika yang masuk Islam, tentu membantu
operasi pasukan Amerika di Afghanistant dalam menumpas terorist Jihad
Islam dan Taliban yang masih terus menteror rakyat Afghanistant yang
tidak berdosa.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/