http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=36501&ik=6


China Pukul KO Indonesia 

Senin 6 Agustus 2007, Jam: 9:52:00 


JAKARTA (Pos Kota)-Masa bulan madu hubungan Indonesia-China tampaknya berakhir. 
'Perang' dagang meletus. Negeri Tirai Bambu itu balas menggebuk dengan melarang 
produk perikanan dari Indonesia. "Berbahaya bagi kita," cetus Ketua Umum 
Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) MMI Thomas Darmawan, 
Minggu (6/8). 

Memanasnya hubungan kedua negara bermula dari gencarnya Indonesia 
memublikasikan mainan anak-anak, makanan, minuman dan produk farmasi mengandung 
bahan berbahaya asal China, disusul diperketatnya impor komoditas tersebut. 

Serangan balasan dilancarkan Republik Rakyat China (RRC). Aksi ini cukup bikin 
KO Indonesia. Soalnya, seperti dikemukakan Thomas Darmawan, RRC selama ini 
negara tujuan ekspor Indonesia kedua terbesar, setelah Singapura. 

Nilai seluruh produk ekspor Indonesia ke China pada 2006 mencapai 8,43 milyar 
dolar AS. Setahun sebelumnya, hanya 6,63 milyar dolar AS. "Sedangkan nilai 
impor seluruh produk China ke Indonesia hanya 6,36 milyar dolar AS. Makanya, 
rugi besar kalau 'perang' dagang dengan China," tegasnya. 

Karenanya, dia berharap persoalan ini tidak sampai berlarut-larut. Pemerintah 
harus menjelaskan persoalan ini dengan memberi bukti kepada pemerintah China 
tentang hasil pemerikasaan terhadap produk yang dilarang dan ditarik dari 
peredaran tersebut. 

"Kalau produk asal China yang masuk ke Indonesia betul-betul tidak memenuhi 
aturan yang berlaku di Indonesia, bukan terkesan ikut-ikutan," ujarnya. 

Sebab, ia melihat pemerintah China tidak mau tindakan pemerintah Indonesia 
melarang dan menarik produk makanan, obat dan kosmetik serta mainan anak-anak, 
"terkesan tindakan kita karena didikte Amerika Serikat," paparnya. 

Sebelumnya Ketua Umum Kadin MS Hidayat mengingatkan pemerintah bersikap 
hati-hati untuk menghentikan peredaran produk yang dianggap membahayakan, 
mengingat komoditas China sudah menguasai pasar dalam negeri. 

Karenanya, ia mengungkapkan akan mengundang kalangan industri farmasi dan 
menteri kesehatan untuk membahas maraknya produk beracun asal Cina. 

TETAP MELARANG 
Meski jelas-jelas bakal merugikan perang dengan China, namun Ketua Komisi VI 
DPR Didik J Rachbini ketika dihubungi Pos Kota, meminta pemerintah bersikap 
tegas melarang produk-produk China yang mengandung zat berbahaya seperti 
formalin. 

"Saya juga heran sampai sekarang kok belum ada larangan, mau nunggu apa lagi. 
Jangan sampai menunggu korban berjatuhan," katanya. 

Mestinya pemerintah cepat tanggap ketika institusi berwenang mengeluarkan 
peringatan atas ditemukan berbagai produk China berbahaya. Kalau pun dampaknya 
negara itu juga melarang produk Indonesia yang diekspor ke sana hal itu bagian 
dari politik dagang. 

Anggota Komisi IX DPR Zubair Safawi juga mengungkapkan hal sama. Dia juga 
kahwatir bahwa impor produk China itu sudah didalangi oleh importir besar 
sehingga aparat tidak berani bertindak. "Sungguh aneh ada produk ilegal dari 
luar yang beredar luas di pasaran tetapi tidak diketahui pihak pemerintah," 
katanya. "Apa kerja mereka selama ini. 

TEMUAN BPOM 
Perang dagang Indonesia-China berawal dari hasil temuan dan pemeriksaan Badan 
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terhadap ratusan produk makanan, obat dan 
kosmetik asal China yang dianggap tidak aman dikonsumsi. 

Sehingga Menteri Perdagangan (mendag) Mari Elka Pangestu dan Kepala BPOM 
Husniah Rubiana Thamrin Akib saat kepada pers di depdag, pekan lalu, mengimbau 
masyarakat tidak membeli produk pangan, obat dan kosmetik yang tidak memiliki 
izin edar dan tidak ada nomor ML (makanan luar) karena tidak dijamin 
keamanannya untuk dikonsumsi. 

Bahkan BPOM menyita puluhan merek permen, manisan dan pasta gigi yang diduga 
kuat mengandung formalin di beberapa tempat penjualan. Diperkirakan, produk 
tersebut masuk lewat jalur illegal. 

Produk makanan asal China diduga kuat mengandung berbahaya seperti permen 
Kiamboy merah, Kiamboy Putih, dan White Rabbit Creamy Candy. Cherry's Buah Plum 
Kering dan Kiamboy Putih. Mr. Mike Coffee Candy, Coffee Candy Huijia Food, 
Ginseng Candy, Crispy Candy, Corn Flavour Gelatinous Candy with Vegetable Gel, 
Syrup Soft Candy Ronggui Soft Candy, Kabi Candy Xin Lian Xin Rui Qun (Pink), 
Xioa Mi Mi Candy, Kabi Candy Xin Lian Xin Rui Qun (Green). Permen White Rabbit 
Creamy Candy, Citrun Peel Candy, Fuji Fruit Candy, Fei Lu Pai Apple, Huikang 
Holis, Suxian Peanut, Permen kana, Permen Sanca. 

Manisan Cherry Merah, Manisan Guo Dan Shan Zha Guang Qi Xiang Foods, Manisan 
Cap Elang Globe, Preserved Mandarin Peel Jibao, Manisan Thailand Style Zhancui 
Jiuzhi Ximei Plum, Manisan Thailand Style Zhancui Jiuzhi Ximei Olive, Manisan 
Jibao Brand Preserved Mandarin Peel, Lobster Peanut Crysp Udang Merah Kacang 
Ranggup. Permen Yake, Manisan Preserved Prune Jibao Chen Pi Mei, Manisan 
Preserved Prune Dayau (biru), Manisan Snow Flake Juice Plum Dayau (merah). 

RACUN DAN PATHOGEN 
Sikap bikin sewot pemerintah RRC. Badan Pengawas dan Karantina Cina atau 
General Administration of Quality Supervision, Inspection and Quarantine 
(GAQSIQ) melarang impor produk makanan dan minuman berair asal Indonesia, 
karena ditemukan kandungan racun dan pathogen penyebab penyakit. 

Pihak GAQSIQ langsung menerbitkan surat edaran agar produk makanan dan minuman 
berair asal Indonesia itu segera dikembalikan atau dimusnahkan. 

Petugas karantina Cina, seperti dilansir Xinhua, Sabtu lalu, mengatakan produk 
makanan dan minuman berair asal Indonesia tercemar merkuri, khrom (chromium), 
obat antibakteri nitrofual serta patogen. 

Selama semester pertama tahun ini, petugas di China sudah menyita 121 tumpukan 
makanan dari Indonesia seperti produk makanan dan minuman berair, minyak sawit, 
makanan kaleng seperti biskuit, karena mengandung obat residu yang terlalu 
banyak serta adanya zat tambahan dan organisme yang berbahaya. 

Kini, petugas karantina Cina juga mulai meneliti makanan dari Indonesia di 
sejumlah kota seperti Guangdong, provinsi selatan di Cina. Di wilayah itu 
dideteksi adanya salmonela dalam produk belut beku dan listeria monocytogenes 
pada makanan ikan beku. Sedangkan di kota Ningbo ditemukan zat pewarna untuk 
makanan kaleng nanas. 


(setiawan/untung) 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke