Kapan Indonesia bisa meniru yah ?

sur.
----- Original Message ----- 
From: samiaji


 Selasa, 06 November 2007



Kiat Sukses Argentina
Kirchner Habisi Militer dan Polisi, Tolak IMF
Simon saragih
Mungkin bisa dikatakan, kita di Indonesia merindukan seorang presiden 
sekaliber Nestor Kirchner, Presiden Argentina yang segera digantikan 
istrinya, Cristina Fernandez. Mengapa? Indonesia sedang dihadapkan pada 
keadaan ekonomi yang tak mengangkat harkat hidup rakyat banyak.
Walau Indonesia memiliki minyak, rakyatnya justru ketiban kenaikan harga 
bahan bakar minyak (BBM). Walau rakyat miskin membutuhkan dana, untuk 
membiayai sekolah anak-anaknya, malah biaya Pemilu 2009 diusulkan oleh 
Komisi Pemilihan Umum Indonesia mencapai Rp 45,9 triliun. Ini adalah 
refleksi dari aksi dan kebijakan blunder.
Ada indikator ekonomi makro yang menunjukkan pertumbuhan dan 
dibangga-banggakan teknokrat ekonomi. Lihatlah sekitar kita, adakah ciri 
utama rakyat, yakni kemiskinan, berubah? Apa prestasi kita selama 10 tahun 
reformasi?
Keadaan yang lebih kurang seperti inilah yang dihadapi Nestor Kirchner saat 
mulai menjabat pada Mei 2003. Nestor adalah seorang yang menghargai hukum 
dan beraliran kiri. Mengapa ia menang? Dalam kampanye, ia menjanjikan, 
"returning to a republic of equals" (kembali ke sebuah republik yang 
egaliter).
Ia pun membalikkan semua kebijakan ekonomi para pendahulunya, termasuk 
kebijakan Presiden Eduardo Alberto Duhalde Maldonado yang dia gantikan.
Kirchner mengejutkan dunia dengan menjungkalkan para petinggi militer, yang 
justru sangat ditakuti dan sangat berkuasa selama beberapa dekade di 
Argentina. Militer ia babati karena terlibat "perang kotor", termasuk 
pembunuhan terhadap orang yang "mengancam".
Demikian pula pejabat kepolisian, ia babati. Tak ketinggalan, ia 
menggantikan semua teknokrat pro-Barat (pro-IMF).
Setelah melakukan semua itu, Nestor menekankan soal pentingnya pemerintahan 
yang punya rasa tanggung jawab dan transparan.
Itulah latar kejadian politik, yang dilakukan Kirchner. Logikanya, selama 
pemerintahan tak becus menjabat, semua kebijakan pun akan mandul. 
Masalahnya, rakyat Argentina sudah sangat skeptis kepada para pejabat dan 
lembaga negara.
Kagum
Rakyat Argentina pun senang. Itu terbukti, selama lima tahun ia menjabat, 
sekitar 11 juta warga Argentina terangkat dari kemiskinan berkat ekonomi 
yang tumbuh 50 persen. Argentina berpenduduk sekitar 39 juta jiwa.
Bacalah paper berjudul "Argentina's Economic Recovery: Policy Choices and 
Implications". Makalah ini bisa diakses di internet secara gratis dan 
ditulis oleh Mark Weisbrot dan Luis Sandoval dari Center For Economic and 
Policy Research (CEPR).
CEPR adalah think-tank independen Amerika Serikat yang bermarkas di 
Washington. Intinya, makalah itu menyatakan, Argentina bangkit dengan 
menjalankan kebijakan yang unik, di luar conventional wisdom.
Ketika menyatakan penolakan pada resep IMF, para ekonom menyatakan Argentina 
akan "habis". Afganistan, Kongo, Liberia, Somalia, dan Sudan adalah 
preseden. Argentina juga menolak pembayaran utang luar negeri lebih dari 100 
miliar dollar AS. Weisbrot dan Sandoval kagum. Perkiraan itu tidak terjadi. 
Argentina malah tumbuh tanpa IMF dan tanpa investor asing.
IMF ditolak karena memberi pinjaman, yang hanya bertujuan membayar utang, 
bukan mendorong perekonomian domestik.
Dengan bantuan pinjaman Venezuela, Argentina memiliki modal untuk bergerak. 
Pengembangan ekonomi domestik, seperti industri manufaktur, menjadi andalan. 
Ekspor juga meningkat.
Ekonom Joseph E Stiglitz mengatakan, sukses pemerintah itu juga didorong 
oleh talenta warga domestik yang punya keahlian berkat pendidikan. Kekuatan 
modal domestik Argentina juga masih bisa diandalkan. Tirulah Argentina, 
termasuk dengan cara pengembangan sumber daya manusianya yang memiliki 
keahlian, bukan membuat warga jadi beban akibat ditelantarkan selama 
bertahun-tahun.



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke