ya, Inflasi masih double digit (at least lebih bagus drpd waktu krismon 3 th yg lalu) http://marketplace.publicradio.org/display/web/2007/10/26/inflation_key_issue_for_argentinas_kirchner/
Juga sekarang ini Argentina itu sangat dibantu oleh Venezuela yg membeli bond2 (baca hutang) Argentina. Jadi lumayan, kalau bisa tukar hutang dengan hutang lain yg lebih ringan. Seharusnya RI bisa ikut2an cara Argentina dengan melakukan hubungan dekat dengan RRT (sesuai dengan seruan HU minus pyong yang). Tetapi saya kira urusan beginian tidak akan berhasil, terlalu banyak urusan enggak percaya. On 11/6/07, gsuryana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kapan Indonesia bisa meniru yah ? > > sur. > ----- Original Message ----- > From: samiaji > > > Selasa, 06 November 2007 > > > > Kiat Sukses Argentina > Kirchner Habisi Militer dan Polisi, Tolak IMF > Simon saragih > Mungkin bisa dikatakan, kita di Indonesia merindukan seorang presiden > sekaliber Nestor Kirchner, Presiden Argentina yang segera digantikan > istrinya, Cristina Fernandez. Mengapa? Indonesia sedang dihadapkan pada > keadaan ekonomi yang tak mengangkat harkat hidup rakyat banyak. > Walau Indonesia memiliki minyak, rakyatnya justru ketiban kenaikan harga > bahan bakar minyak (BBM). Walau rakyat miskin membutuhkan dana, untuk > membiayai sekolah anak-anaknya, malah biaya Pemilu 2009 diusulkan oleh > Komisi Pemilihan Umum Indonesia mencapai Rp 45,9 triliun. Ini adalah > refleksi dari aksi dan kebijakan blunder. > Ada indikator ekonomi makro yang menunjukkan pertumbuhan dan > dibangga-banggakan teknokrat ekonomi. Lihatlah sekitar kita, adakah ciri > utama rakyat, yakni kemiskinan, berubah? Apa prestasi kita selama 10 tahun > reformasi? > Keadaan yang lebih kurang seperti inilah yang dihadapi Nestor Kirchner saat > mulai menjabat pada Mei 2003. Nestor adalah seorang yang menghargai hukum > dan beraliran kiri. Mengapa ia menang? Dalam kampanye, ia menjanjikan, > "returning to a republic of equals" (kembali ke sebuah republik yang > egaliter). > Ia pun membalikkan semua kebijakan ekonomi para pendahulunya, termasuk > kebijakan Presiden Eduardo Alberto Duhalde Maldonado yang dia gantikan. > Kirchner mengejutkan dunia dengan menjungkalkan para petinggi militer, yang > justru sangat ditakuti dan sangat berkuasa selama beberapa dekade di > Argentina. Militer ia babati karena terlibat "perang kotor", termasuk > pembunuhan terhadap orang yang "mengancam". > Demikian pula pejabat kepolisian, ia babati. Tak ketinggalan, ia > menggantikan semua teknokrat pro-Barat (pro-IMF). > Setelah melakukan semua itu, Nestor menekankan soal pentingnya pemerintahan > yang punya rasa tanggung jawab dan transparan. > Itulah latar kejadian politik, yang dilakukan Kirchner. Logikanya, selama > pemerintahan tak becus menjabat, semua kebijakan pun akan mandul. > Masalahnya, rakyat Argentina sudah sangat skeptis kepada para pejabat dan > lembaga negara. > Kagum > Rakyat Argentina pun senang. Itu terbukti, selama lima tahun ia menjabat, > sekitar 11 juta warga Argentina terangkat dari kemiskinan berkat ekonomi > yang tumbuh 50 persen. Argentina berpenduduk sekitar 39 juta jiwa. > Bacalah paper berjudul "Argentina's Economic Recovery: Policy Choices and > Implications". Makalah ini bisa diakses di internet secara gratis dan > ditulis oleh Mark Weisbrot dan Luis Sandoval dari Center For Economic and > Policy Research (CEPR). > CEPR adalah think-tank independen Amerika Serikat yang bermarkas di > Washington. Intinya, makalah itu menyatakan, Argentina bangkit dengan > menjalankan kebijakan yang unik, di luar conventional wisdom. > Ketika menyatakan penolakan pada resep IMF, para ekonom menyatakan Argentina > akan "habis". Afganistan, Kongo, Liberia, Somalia, dan Sudan adalah > preseden. Argentina juga menolak pembayaran utang luar negeri lebih dari 100 > miliar dollar AS. Weisbrot dan Sandoval kagum. Perkiraan itu tidak terjadi. > Argentina malah tumbuh tanpa IMF dan tanpa investor asing. > IMF ditolak karena memberi pinjaman, yang hanya bertujuan membayar utang, > bukan mendorong perekonomian domestik. > Dengan bantuan pinjaman Venezuela, Argentina memiliki modal untuk bergerak. > Pengembangan ekonomi domestik, seperti industri manufaktur, menjadi andalan. > Ekspor juga meningkat. > Ekonom Joseph E Stiglitz mengatakan, sukses pemerintah itu juga didorong > oleh talenta warga domestik yang punya keahlian berkat pendidikan. Kekuatan > modal domestik Argentina juga masih bisa diandalkan. Tirulah Argentina, > termasuk dengan cara pengembangan sumber daya manusianya yang memiliki > keahlian, bukan membuat warga jadi beban akibat ditelantarkan selama > bertahun-tahun. > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > List owner : [EMAIL PROTECTED] > Homepage : http://proletar.8m.com/ > Yahoo! Groups Links > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
