Sarjana Indonesia Tidak Memenuhi Minimum Standard Kerja Ilmuwan Tidak ada satupun sarjana lulusan Indonesia yang bisa mencapai kualitas minimum sebagai ilmuwan. Hal ini bisa dibuktikan melalui kemampuan berlogika para lulusan sarjana itu sendiri.
Jenjang pendidikan sarjana Indonesia tidak pernah menyentuh pelajaran khusus mengenai logic dan critical thinking yang menjadi syarat semua pendidikan bidang kesarjanaan. Kalo anda mau berkilah bahwa murid2 di Indonesia bisa mendapatkan medali emas dalam olympiade matematika, bukanlah dikarenakan kemampuan sang murid dalam berlogika untuk memecahkan masalah matematika tetapi mereka lebih dipersiapkan menghafalkan soal2 matematika dari problem2 yang sebatas tingkatan dibawah sarjana. > ----- Original Message ---- > From: Sulaeman_H. <[EMAIL PROTECTED]> > Re: Makin Tinggi Pendidikan Makin Gampang Menganggur > Fenomena susahnya orang berpendidikan tinggi mendapatkan kerja di > negerinya sendiri (tentu dengan gaji yang "layak") itu bukan menjadi > monopoli khas Indonesia. Harap diingat di negara-negara padat > penduduk seperti India, Pakistan, Iran, Mesir atau China misalnya > kejadian yang sama juga mereka alami. Betapa banyak lulusan > Doctor,Msc atau apalagi Bsc dari negara yang saya sebutkan di atas > terpaksa bekerja mengadu nasib di luar negeri karena di negaranya > tidak ada lowongan yang memadai. > Jangan samakan sarjana2 produksi pendidikan di Indonesia dengan mereka yang berasal dari negara2 seperti India, Pakistant, Iran, Mesir, ataupun china. Kualitas produksi sarjana di Indonesia sangatlah rendah meskipun kuantitasnya sangat tinggi. Bahkan untuk membandingkan kualitasnya, sarjana Indonesia sangat2 rendahnya sehingga tak mungkin untuk bisa dipekerjakan dalam bidang apapun kecuali pembantu. Hal ini bukan karena sebatas pengetahuan textbook nya saja tetapi juga kemampuan berlogika yang boleh dikatakan below zero. Sarjana2 dari India dan China ternyata memiliki kemampuan berpikir logis yang bahkan jauh lebih tinggi dari lulusan Amerika sehingga selain gajinya murah juga kualitasnya sangat memuaskan perusahaan2 yang menerima mereka. Sangat berbeda dengan Pakistan, Iran dan Mesir, meskipun sarjana2nya banyak sekali yang bekerja di Amerika, namun mereka keseluruhannya bukanlah lulusan domestik negaranya. Kebanyakan sarjana2 Pakistant yang bekerja di Amerika adalah lulusan British. Juga sarjana2 Mesir yang bekerja di Amerika tak ada satupun lulusan domestik, mereka adalah lulusan Inggris, Jerman, maupun Swedia. Lalu bagaimana nasib para sarjana Indonesia yang lulusan dari Amerika? Ternyata sama, mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang cukup baik di Amerika meskipun secara umum kalah jauh dalam persaingan dengan rekan2 dari India, pakistant, Mesir, maupun china. Kualitas pendidikan yang memalukan di Indonesia tidak pernah mengalami perbaikan, malah cenderung makin rusak parah dari hari kehari. Kontrak DepKes untuk mengirimkan 2000 perawat ke Belanda ternyata gagal karena setelah ditest dalam 3 bulan keseluruhannya tidak layak untuk dipekerjakan sehingga digantikan oleh perawat2 dari Filipina yang terus bertambah dari hari kehari. Demikian halnya, kontrak DepKes untuk mengirim tenaga2 dokter ke Kuwait sebanyak 600 orang kesemuanya dipulangkan hanya dalam waktu 2 bulan, tidak ada satupun dokter Indonesia yang memenuhi standard dokter dengan kualitas terendah sekalipun. Kalo anda mau tahu inti kerusakan pendidikan di Indonesia, saya bisa menjawab dengan tegas, yaitu ajaran agama Islam yang dipaksakan sebagai mata pelajaran wajib diseluruh sekolah2. Yang paling parah, sekolah2 diluar Indonesia menggunakan teori Darwin sebagai bidang science, maka di Indonesia digunakan teori religius dari Harun Yahya untuk merusak bidang science ini. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
