Sekarang kita ngomong serius yah Wang.

Wang, coba dipikir-pikir.

Soal pahlawan-pahlawan itu (banyak yang) orang Islam.

Apakah bukan karena memang mayoritas orang di negeri ini (waktu itu)
beragama Islam?

Kalau zaman kolonial berlangsung di zaman Sriwijaya, maka apakah
pahlawan-pahlawannya tetep orang Islam?

Kan ya enggak toh Wang!!

Kita kan sekarang bisa liat, yang melakukan perlawanan terhadap junta
militer di Birma itu ya orang beragama Buddha, bukan orang Islam atau
Kristen.

Kenapa?

Ya karena di sana mayoritas penduduknya beragama Buddha.

Kan jadi konyol dan terkesan kedungu-dunguan, Wang, kalau ada orang
Buddha yang berkata:

"Noh liat! Buktinya yang melawan ya orang Buddha, kan itu artinya
ajarannya terbukti benar!"

Begitu juga dengan 'pahlawan' di tempat lainnya, Wang. Di Jepang, di
Afrika, di Eropa, di benua Amerika, masing-masing tempat punya
pahlawannya masing-masing. Dan agama mereka kan belum tentu Islam toh,
Wang??

Lantas apa dasar logika, nalar, dan rasio-nya dari argumenmu itu, Wang?

Kan artinya argumenmu itu ngaco, Wang?

Iya nggak?

Khan iya?

Lantas lagi, Wang;

aku ulang dan perjelas lagi apa yang udah aku katakan yah.

Di Indonesia ini, perlawanan dengan "gaya Islam" memang pernah
dilakukan. Walaupun bukan semata-mata dalam alasan ke-Islaman
tersebut. Mereka memang beragama Islam, tapi alasan dari perlawanan
mereka khan tidak begitu saja karena Islam?

Katakanlah Islam memang memberikan semangat dan menjadi alat
pemersatu. Itu masih okay. Tapi kalau 'apa agama seseorang' dengan
semena-mena kamu letakkan dan kamu pastikan sebagai 'dasar dari
tindakan', kalau demikian itu logikamu, Wang, maka kamu bakal
keblinger sendiri. Wang.

Lah khan Soeharto itu Islam? Lah kan anggota DPR yang cabul dan korup
itu (sebagian besar) Islam? Kan menteri-menteri yang haram jadah dan
penjarah darah rakyat itu (hampir semuanya) Islam? Bukankah banyak
sekali pembunuh, perampok, penjarah, pemerkosa, penodong, pemalak,
pencuri, penjambret, penipu, penebang hutan liar, penyelundup, dan
lain-lain, dan lain-lain, di negara ini -- itu Islam??

Dan apakah kamu nggak pernah baca bukunya si kafir Multatuli yang
judulnya Max Havelaar itu, Wang?

Kan di sana kamu bisa liat dengan jelas mentalitas, tingkah laku,
perbuatan, dan tabiat dari raja-raja Jawa yang Islam itu, Wang?

Lalu ppakah aku boleh dengan semena-mena mengkait-kaitkan agama mereka
semua (yang Islam itu) dengan tindakannya, dari kejahatan biasa hingga
kejahatan terhadap kemanusiaan?

Kan kamu bakal protes, Wang?

Aku bertindak fair dengan memisahkan urusan tindak-tanduk seseorang
dari agamanya (walaupun hal ini bisa dikembangkan lebih jauh melalui
pemikiran, pengamatan, penelitian, dan diskusi tersendiri yang lebih
jauh). Maka bukankah semestinya demikian juga dengan kepahlawanan, Wang?

Jadi ini bukti kedua kalo logika, nalar, dan rasio-mu itu ngaco, Wang?

Iya nggak?

Khan iya?

Nah kembali ke hal sebelumnya;

di Indonesia ini memang perlawanan "bergaya" Islam pernah dilakukan.

Tapi, Wang; bahkan bukan hanya menyangkut 'alasan' dari perlawanan itu
sendiri yang tidak semata-mata dalam nama ke-Islaman, tapi kan masa
perlawanan (bergaya Islam) itu pada akhirnya surut juga? Kan, kalau
kamu baca sejarah, dari masa perlawanan (raja-raja) gaya Islam
terakhir ada masa tenang cukup lama di Nusantara?

Dan jenis perlawanan berikutnya, yang ternyata lebih efektif, khan
baru mulai muncul dalam prototipe gerakan organisasi modern bergaya
kafir, Wang?

Katakanlah, yang resmi berlaku, adalah Budi Utomo. Walaupun Budi Utomo
sendiri memang masih sungguh feodal dan rasialis dan ketolol-tololan.

Dalam versi yang tidak resmi, khan benihnya dibawa oleh Sneevliet sang
kafir negeri Belanda sendiri kemari, Wang? Khan ujung-ujungnya sebuah
Partai (yang mana adalah bentuk organisasi kafirun) Komunis Indonesia
(yang kafir kuadrat) itu, Wang?

Dan yang memang pada akhirnya maju hingga cukup menohok kolonialisme
kan orang-orang yang mendapatkan pendidikan kafirun, Wang? Si Hatta,
si Sjahrir, dan si Tan Malaka itu kan sekolah di Belanda, Wang? Dan si
Karno itu kan Insinyur, Wang?

Kan mereka bukan Ustadz? Bukan Kyai?

Dan ironisnya, Wang, empat nama yang kusebutkan tadi, kan adalah
orang-orang yang sedikit atau banyak terinspirasi, atau minimal pernah
mempelajari pemikiran Palu Arit yang (keliatannya) kau benci itu,
Marxisme, Wang?

Dan apakah mereka-mereka itu, orang-orang yang paling maju di
zamannya, yang memperjuangkan kemerdekaan sampai titik tertinggi,
apakah mereka pernah mengklaim sesuai dengan kata-katamu itu, Wang?
Apakah mereka mengatakan bahwa karena mereka Islam maka mereka
melawan, Wang?

Atau alasannya cuma kemanusiaan dan nasionalisme belaka?

Jadi sekali lagi aku tunjukkin kalau logika, nalar, dan rasio-mu itu
ngaco yah Wang.

Iya nggak?

Khan iya?

Iya khan?!


camarmerah

--- In [email protected], "tawangalun" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Soal kalah ki rapopo asal jangan kaya kafir macam kamu gelem diidak 
> idak Londo gur diem.Nah Diponegoro sempat bisa memusingkan Bld 
> juga,dan Londo caranya licik dalam perundingan kok menangkap 
> musuh.Itu amat memalukan kafir.kalau Islam gak pernah begitu.
> Acehpun kan sulit ditaklukkan.Kok semua sing berontak kpd Londo gur 
> Islam lainnya pasti penakut kaya Camar Merah yang Palu arit itu.
> 
> Tawangalun.



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke