Amerika Berhutang Kepada Rakyatnya Bukan Negara Lain
Amerika tidak pernah berhutang kepada negara lain karena dana yang
dimiliki oleh rakyat Amerika lebih besar daripada yang dimiliki oleh
negara manapun didunia yang digabungkan sekaligus !!!
Raksasa2 pemilik sumber dana dunia seperti Bill Gates, Rockefeller,
Ford, dan masih ribuan usaha2 pribadi rakyat Amerika yang tidak
terhitung besarnya yang melebihi apa yang bisa anda perkirakan
merupakan sumber pemerintah Amerika berhutang.
Janganlah membayangkan negara Amerika ini seperti negara Anda, satu
orang seperti Bill Gates saja bisa membeli 10 negara sebesar Amerika.
Jangan berpikir bahwa pemerintah Amerika paling kuat ekonominya,
karena masih banyak pribadi2 orang Amerika yang memiliki kekayaan dan
sumber ekonomi yang melebihi kekuatan ekonomi Amerika. Mereka2 inilah
yang dinamakan kelompok kapitalist yang sering kali berusaha
mendikte-kan pemerintah Amerika. Namun karena mereka juga dalam
persaingan antara sesama kapitalistnya, maka mereka tidak bisa
mendominasi untuk mendiktekan kemauannya kepada pemerintah Amerika.
Demikianlah, krisis seberat apapun, tidak akan menghancurkan Amerika
dan tidak akan membutuhkan Amerika untuk berhutang kepada negara
manapun didunia ini selain kepada rakyatnya sendiri.
Banyak cara untuk mendapatkan pinjaman uang, antara lain adalah
penjualan bond. Penjualan bond juga dilakukan kepada negara2 lain
diluar Amerika namun dibatasi hanya kepada negara2 yang memiliki
ikatan kontrak kerja sama dalam mempertahankan ekonomi negara tsb oleh
Amerika. Itulah sebabnya, yang bisa membeli bond atas nama negara
termasuk Jepang, China, Arab Saudia, dan negara2 besar lainnya.
> ":: nepha ::" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Oh, ya tentu saja dan karena itulah amerika
> mencari bahan bakar alternatif dan agar timur
> tengah tidak miskin dan kelaparan, amerika
> terpaksa BERHUTANG pada arab saudi 200 billion
> dollar lebih. Jadi kalo arab saudi jatuh miskin,
> dia tinggal nagih utang2nya amerika itu.. ^_^
>
Bukan, sama sekali Amerika tidak berhutang kepada Arab Saudia karena
memang ada kontrak pertahanan antara Arab Saudia dan Amerika termasuk
dalam bidang Ekonomi. Tetapi kontrak seperti ini bukan cuma dengan
Arab Saudia juga dengan Cina, Jepang, dan Eropah. Dalam krisis
ekonomi Arab Saudia bukan membantu Amerika justru sebaliknya
memanfaatkan situasi ini untuk memborong bond pemerintah Amerika
karena harganya jatuh dikala pemerintah Amerika membutuhkan dana.
Jadi adanya pengaliran dana dari Arab Saudia bukan berarti hutang
melainkan investasi dalam bond dan stock yang harganya sedang rendah.
Artinya kalo ada krisis selalu diatasi bersama. Sekarang ini belum ada
Amerika berhutang kepada Arab Saudia karena pemerintah Amerika selalu
berhutang kepada rakyatnya sendiri.
Jadi kalo anda membaca bahwa hutang negara Amerika itu terbesar
didunia, bukan berarti berhutang kepada negara lain melainkan kepada
rakyatnya sendiri baik melalui bond maupun melalui stock.
Jadi masih jauh angan2 anda bahwa negara Amerika dengan antek2nya akan
hancur ekonominya karena dunia kita sudah sama sekali tergantung
Amerika disegala bidang. Bahkan semua negara didunia tidak ada
pilihan lain karena Amerika menyebar investasinya kesemua negara2
didunia termasuk Indonesia sehingga tak mungkin krisis ekonomi Amerika
tidak menggoncangkan seluruh dunia.
Bahkan dengan cara menanamkan semua investasi pabrik2nya diluar negeri
justru Amerika tidak terlalu parah menerima goncangan ekonomi ini.
Kebangkrutan satu dua perusahaan raksasa Amerika sama sekali bukan
berarti hancurnya ekonomi Amerika.
Justru sebaliknya, perusahaan2 yang bangkrut itu malah diberi
tunjangan untuk mengatasi kesulitan bisnisnya.
Pemerintah Amerika bukan cuma membantu perusahaan2 raksasa yang
bangkrut ini,juga pegawai2 yang kehilangan pekerjaannya sekalipun
ditunjang dengan unemployment benefit.
Krisis ekonomi Amerika tidak bisa dibayangkan seperti krisis di
Indonesia atau negara lain karena maknanya sama sekali berbeda.
Krisis ekonomi Amerika cuma berarti:
Pengangguran meningkat dari 4% menjadi 7%
Pemasukan pajak menurun
Pengeluaran pemerintah meningkat untuk menunjang para penganggur
Dunia usaha melesu, daya beli rakyat menurun
Harga rumah turun sekitar 3%-10%
Lebih banyak rakyat menjual rumahnya daripada membelinya.
Akibat daya beli rakyat Amerika menurun, maka seluruh dunia yang biasa
menjual berbagai produksi ke Amerika akan mengalami juga kebangkrutan
karena tidak bisa menjual produk2nya seperti biasa. Apalagi, Amerika
adalah konsumen terbesar didunia yang tidak ada bandingannya.
Demikianlah, situasi hanyalah temporer hingga pemilu berlalu dimana
kesemuanya akan kembali menuju normal lagi. Segala krisis akut ini
se-mata2 karena masalahnya tidak bisa tuntas diatasi selama presiden
yang definitive belum dipilih.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/