*Bank Dunia Dituding Penyebar Multikrisis Global*

* *

Rabu, 15 Oktober 2008 | 10:51 WIB

*JAKARTA, RABU *— Sejumlah LSM menuding Bank Dunia sebagai sumber dari
segala krisis yang melanda dunia saat ini, seperti krisis finansial, pangan,
hingga iklim global.

Kalangan LSM yang menyatakan sikapnya di Jakarta pada Rabu (15/10) itu di
antaranya adalah Koalisi Anti-Utang, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia,
Serikat Petani Indonesia, Solidaritas Perempuan, Civil Society Forum on
Climate Change.

Menurut Devi R Ayu, aktivis salah satu LSM itu, utang dari Bank Dunia untuk
membiayai industri ekstraktif, seperti batu bara, minyak, dan gas, merupakan
faktor utama penyebab krisis iklim.

"Setiap tahun utang miliaran dollar digunakan untuk membiayai proyek yang
menghancurkan lingkungan dan iklim. Proyek di industri ekstraktif,
pembangunan dam besar, dan pengembangan agrofuel," tuturnya.

Sementara itu, utang tersebut dibayar lewat anggaran publik, perusahaan
transnasional mengeruk keuntungan dari proyek tersebut.

Bank dunia adalah pemberi utang terbesar untuk industri ekstraktif. Sejak
1992 lebih dari 133 paket utang total nilainya mencapai 28 miliar dollar AS.

Selama tiga dekade institusi keuangan internasional itu menjadikan utang
sebagai alat untuk mengintervensi kebijakan negara selatan, termasuk
Indonesia, yang mendorong liberalisasi keuangan, ekstraksi kekayaan alam,
dan konsentrasi kekayaan kepada segelintir orang.

Melalui utang, dilakukan penghisapan ekonomi negara berkembang oleh negara
maju dan perusahaan transnasional mereka hingga akhirnya bermuara pada
terjadinya krisis iklim, finansial, dan pangan pada saat ini.

Skema utang baru Bank Dunia untuk perubahan iklim (*climate investment fund*)
yang mencapai 5 miliar dollar AS tidak lebih dari upaya untuk memanfaatkan
krisis iklim demi keuntungan Bank Dunia.

Karena itu, dalam rangkaian Pekan Aksi Global Melawan Utang dan Lembaga
Keuangan International (Global Week of Action Against Debt and IFIs) pada
13-18 Oktober 2008 yang dilaksanakan serentak di seluruh dunia, kalangan LSM
itu mendesak dilakukannya penghapusan utang yang tidak sah (*illegitimate
debt*) Bank Dunia yang memicu terjadinya krisis iklim.

Selain itu, LSM juga menolak skema utang baru Bank Dunia untuk perubahan
iklim,  menolak skema utang untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim,
serta mendesak pengakuan dan pembayaran utang ekologis (*ecological debt*)
negara utara ke negara selatan.

http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/15/10512735/bank.dunia.dituding.penyebar.multi.krisis.global


-- 
Yuyun Harmono
Koalisi Anti Utang (KAU)/Anti Debt Coalition Indonesia
Jl. Tegal Parang Utara No.14 Jakarta Selatan 12790 Indonesia
Telp. 021-79193363,Fax. 021-7941673,
Hp. 081807867506
website : www.kau.or.id
blog : antiutang.wordpress.com

HOW MUCH IS OWED?
WHO DO WE OWE?
WHY IS IT OWED?
DEBT AUDIT NOW !


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke