kebiadaban mudah disangkal dengan alasan kolonial.
----- Original Message -----
From: Scheherazade Scheher
To: [email protected]
Sent: Sunday, September 19, 2010 11:36 AM
Subject: Re: [proletar] Re: Ketua DPR Dikecam Keras
Yub dimana mana minoritas selalu
berkhayal..............sara?????pluralitas????kebebasan
beragama??????SKB????kasihan susah ngurusin agama peninggalan kolonial
--- On Sun, 9/19/10, ayub yahya <[email protected]> wrote:
From: ayub yahya <[email protected]>
Subject: Re: [proletar] Re: Ketua DPR Dikecam Keras
To: [email protected]
Date: Sunday, September 19, 2010, 7:08 AM
gak nyangka ada pejabat yang prihatin juga dgn SKB Dua Menteri itu..
pejabat tsb, Sultan HB X ...
copasnya :
Sultan juga prihatin atas Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait dengan
keberadaan jemaah Ahmadiyah, yang memerintahkan kepada penganut
Ahmadiyah untuk menghentikan kegiatannya. ”Justifikasi sepihak tersebut,
pasti memunculkan sikap was-was dari agama lain,” katanya.
kekawatiran sultan udah terbukti ...
http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=24804
--- On Sun, 9/19/10, sebuah.kenyataan <[email protected]> wrote:
Si Shokbekker memang mayoritas bloon.
Mangkanya, ayo kita cabut SKB Dua Menteri dengan penusukan Pendeta HKBP
sebagai momentum nya.
Pendirian Masjid saja tidak pernah minta ijin si minoritas kok... toa nya
saja tiap pagi-sore berisik kemana-mana. Saya mau usul nanti setelah SKB Dua
Menteri dicabut, Gereja juga boleh punya toa, Wihara boleh punya gong besar dan
Kelenteng boleh bakar-bakar lilin seenaknya. Semakin merajalela minoritas,
semakin pluralisme ditegakan, semakin aman Indonesia.
Lihat kerusuhan Mei 1998, itu terjadi karena si mayoritas merasa
menghancurkan kafir adalah kewajiban. Nah, kalo minoritas makin kuat kan tidak
akan terjadi tuh yang kayak gitu. Si mayoritas juga pasti akan berpikir, wah
agamanya minoritas itu juga apik tenan ya...
--- In [email protected], ayub yahya <ayubya...@...> wrote:
>
> eh shokbekker.. napa lo ?? ... lo merasa mayoritas ??
> gw mo muntah liat lagu lo !! ... mentang² mayoritas
> elo blom² udah takut ama hayalan gw.. kafir misah di indonesia timur
> elo mayoritas tinggal aja di jakarta... makan tuh FPI !!
>
> hehehe... ama hayalan aja udah ketakutan !!
> gak sadar ngakuin otak lo kosong tau !!
>
>
> --- On Sat, 9/18/10, Scheherazade Scheher <scheherazade2...@...> wrote:
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Â
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Yub anda minoritas dungu dari kumpulan yang terbuang,makin hari makin
menjadi gila isi hayalan nya,,,,lama lama makin memuak kan pula
>
>
>
> --- On Sat, 9/18/10, ayub yahya <ayubya...@...> wrote:
>
>
>
> From: ayub yahya <ayubya...@...>
>
> Subject: Re: [proletar] Ketua DPR Dikecam Keras
>
> To: [email protected]
>
> Date: Saturday, September 18, 2010, 3:19 PM
>
>
>
> Â
>
>
>
> gw jadi ingat usulan tawang, menteri agama bagusnya seorang Ulama...
>
>
>
> bah !!... tawang makin kejam deh !!
>
>
>
> kalo menteri agama dari Ulama.. trus ketua DPR-nya macam si Marzukie,
>
>
>
> bakalan kejadian tuh zionis versi indonesia...
>
>
>
> yang kafir, tinggal di indonesia timur, papua ama ambon aja deh
>
>
>
> palingan 10 taon, jakarta jadi sepi... tinggal FPI and his gang
>
>
>
> papua ama ambon udah maju kayak aussie...
>
>
>
> mimpi seh....
>
>
>
> ---On Sat, 9/18/10, a.wid...@... <a.wid...@...> wrote:
>
>
>
> Â
>
>
>
> Hehehe...marzukie alie itu bicara jujur, itulah cerminan hati sesungguhnya
dari kebanyakan orang islam terhadap kristen dan non muslim lainnya...seorang
ketua DPR aja bisa bicara begitu, apalagi yg kelas FPI dan sejenisnya...jika
islamnya terus menerus seperti ini, rasanya gerakan zionis versi indonesia akan
terjadi, dimana non islam perlahan namun pasti akan berkumpul disatu wilayah yg
seiman...NKRI akan kembali menjadi sebuah perjuangan...
>
>
>
> -----Original Message-----
>
>
>
> From: "sunny" <am...@...>
>
>
>
> Â
>
>
>
> Refeleksi: Siapkan payung sebelum hujan. hehehehehe ! Dari pada ribut-ribut
dan kemudian korban sembelih oleh kaum pandai ilmu gurun pasir, apakah tidak
sebaiknya solusi antara Pakistan dan India atau Yunani dan Turki diterapkan?
Apakah cerita gurun pasir dan unta serta korma membawa kebahagian dan
ketenangan hidup bagi masyarakat? Dimana? Silahkan membodohkan diri dengan
cerita gurun pasir zaman bahula. hehehe
>
>
>
> http://suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=24997
>
>
>
> 010-09-17
>
>
>
> Ketua DPR Dikecam Keras
>
>
>
> dok sp
>
>
>
> Hashim Djojohadikusumo
>
>
>
> Pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie bahwa di daerah mayoritas Islam jangan
dibangun gereja menuai kecaman. Pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo
menyayangkan pernyataan yang dinilainya berpotensi mengancam keutuhan NKRI itu.
"Apakah benar Ketua DPR menyatakan demikian. Saya pribadi merasa amat
tersinggung dengan pernyataan seperti itu. Kalau benar, perlu dikecam keras,"
ucap Hashim dalam pesan singkatnya yang diterima SP di Jakarta, Jumat (17/9).
>
>
>
> Menurutnya, bila pola pikir seperti itu yang berlaku, maka nantinya tidak
tertutup kemungkinan di delapan provinsi dan banyak kabupaten yang mayoritas
penduduknya non-muslim, masjid tidak boleh dibangun. "Bila itu yang terjadi,
maka akan hancurlah negara Indonesia," tegasnya.
>
>
>
> Kecaman serupa dilontarkan tokoh buruh Muchtar Pakpahan. "Saya sangat
menyayangkan komentar saudara Marzuki Alie yang Ketua DPR RI. Saudara Marzuki
Alie harus membaca ulang bahwa NKRI lahir dari pluralisme, cita-cita kebangsaan
dan diikat Pancasila. Lalu pluralisme itu dijamin oleh Pasal 29 UUD 1945
ditambah Pasal 28E setelah diamandemen," katanya dalam
website:www.muchtarpakpahan.com.
>
>
>
> Menurutnya, pernyataan Marzuki sangat membahayakan NKRI. "Bayangkan, bila
dari Tapanuli Utara, Bali, NTT, Sulawesi Utara, Papua, Maluku, Manado, masjid
diusir dan di seluruh Jawa gereja diusir. Saya pastikan NKRI akan pecah," kata
Muchtar seraya meminta Marzuki Alie melihat fakta bahwa di daerah Tapanuli
masjid bisa berdiri di tengah- tengah daerah yang hampir 100% Kristen, dengan
tidak berizin. "Kalau pernyataan saudara Marzuki tidak dicabut, NKRI diambang
pintu perpecahan," tandasnya.
>
>
>
> Terkait dengan itu, tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan, kebebasan
beragama dan hak menjalankan ibadah dijamin oleh konstitusi. "Negara harus
menjamin dan mengamankan hak-hak dasar warga negara tersebut. Pengabaian
hak-hak dasar tersebut merupakan pelanggaran terhadap konstitusi," ujarnya.
>
>
>
> Membantah
>
>
>
> Sementara itu, Marzuki Alie membantah tuduhan bahwa dirinya memberi
pernyataan di daerah mayoritas muslim tak boleh membangun gereja.Tuduhan itu,
katanya, adalah fitnah dan ingin mengadudomba dirinya dengan golongan
masyarakat. "Itu fitnah, saya tidak pernah memberikan pernyataan seperti itu,
saya akan komplain kepada siapa yang menyebarkan fitnah tersebut," tegasnya
kepada SP di Gedung MPR/DPR Jakarta, Jumat (17/9) pagi.
>
>
>
> Untuk itu, Marzuki menyatakan telah mengirim SMS kepada Mucthar Pakpahan
menanyakan tuduhan itu, sekaligus menyatakan komplain bahwa tuduhan tersebut
tidak benar. Menurutnya, pernyataan yang benar disampaikannya adalah, kalau
membangun sebuah rumah ibadah hendaknya dilakukan secara proporsional. Kalau
warga jemaat di daerah/lokasi itu hanya terdapat 100 orang, maka rumah ibadah
yang akan dibangun di tempat itu juga selayaknya untuk 100 orang saja. [J-11]
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/