lo bilang gw berkhayal ??? jelas² di depan mata gw .. di depan smua mata orang indonesia lagi dijajah secara "IMAN" oleh arab (barusan Discovery TV nayangin siaran ambruknya WTC 911)
kalian yg muslim sulit untuk mengakui karena otak dan pikiran udah di konci bhw "Islam adalah agama paling benar" bukan cuma ummat islam,... HKBP, katholik, kresten... sama juga cuma mereka gak se extreem islam se hari² nya.. banyak orang kresten, katholik yg udah paham substansi agamanya bukan ibadah / ritual doang yg dijalanin se hari² nya... shokbekker.. koleksi music youtube lo lumayan.. tapi knowledge iman lo PARAH !!! ... masih se-level orang² FPI ---On Sun, 9/19/10, Scheherazade Scheher <[email protected]> wrote: memang !!.. secara phisik dan politik, 350 thn dijajah kolonial sekarang... dijajah secara Iman oleh arab....???maksud anda orang indonesia perlu menukar iman nya mengikuti ajaran arab kresten?? lucunya.. yg dijajah ngucap Amin dan Allahu Akbar????anda makin tersesat rupanya kuranginlah berkhayal --- On Sun, 9/19/10, ayub yahya <[email protected]> wrote: From: ayub yahya <[email protected]> Subject: Re: [proletar] Re: Ketua DPR Dikecam Keras To: [email protected] Date: Sunday, September 19, 2010, 10:37 AM memang !!.. secara phisik dan politik, 350 thn dijajah kolonial sekarang... dijajah secara Iman oleh arab.... lucunya.. yg dijajah ngucap Amin dan Allahu Akbar ---On Sun, 9/19/10, Scheherazade Scheher <[email protected]> wrote: kebiadaban mudah disangkal dengan alasan kolonial??? cukimai,halifuru yang satu ini pasti belum puas dijajah 350 tahun. --- On Sun, 9/19/10, sunny <[email protected]> wrote: From: sunny <[email protected]> Subject: Re: [proletar] Re: Ketua DPR Dikecam Keras To: [email protected] Date: Sunday, September 19, 2010, 9:45 AM kebiadaban mudah disangkal dengan alasan kolonial. ----- Original Message ----- From: Scheherazade Scheher To: [email protected] Sent: Sunday, September 19, 2010 11:36 AM Subject: Re: [proletar] Re: Ketua DPR Dikecam Keras Yub dimana mana minoritas selalu berkhayal..............sara?????pluralitas????kebebasan beragama??????SKB????kasihan susah ngurusin agama peninggalan kolonial --- On Sun, 9/19/10, ayub yahya <[email protected]> wrote: From: ayub yahya <[email protected]> Subject: Re: [proletar] Re: Ketua DPR Dikecam Keras To: [email protected] Date: Sunday, September 19, 2010, 7:08 AM gak nyangka ada pejabat yang prihatin juga dgn SKB Dua Menteri itu.. pejabat tsb, Sultan HB X ... copasnya : Sultan juga prihatin atas Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait dengan keberadaan jemaah Ahmadiyah, yang memerintahkan kepada penganut Ahmadiyah untuk menghentikan kegiatannya. ”Justifikasi sepihak tersebut, pasti memunculkan sikap was-was dari agama lain,” katanya. kekawatiran sultan udah terbukti ... http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=24804 --- On Sun, 9/19/10, sebuah.kenyataan <[email protected]> wrote: Si Shokbekker memang mayoritas bloon. Mangkanya, ayo kita cabut SKB Dua Menteri dengan penusukan Pendeta HKBP sebagai momentum nya. Pendirian Masjid saja tidak pernah minta ijin si minoritas kok... toa nya saja tiap pagi-sore berisik kemana-mana. Saya mau usul nanti setelah SKB Dua Menteri dicabut, Gereja juga boleh punya toa, Wihara boleh punya gong besar dan Kelenteng boleh bakar-bakar lilin seenaknya. Semakin merajalela minoritas, semakin pluralisme ditegakan, semakin aman Indonesia. Lihat kerusuhan Mei 1998, itu terjadi karena si mayoritas merasa menghancurkan kafir adalah kewajiban. Nah, kalo minoritas makin kuat kan tidak akan terjadi tuh yang kayak gitu. Si mayoritas juga pasti akan berpikir, wah agamanya minoritas itu juga apik tenan ya... --- In [email protected], ayub yahya <ayubya...@...> wrote: > > eh shokbekker.. napa lo ?? ... lo merasa mayoritas ?? > gw mo muntah liat lagu lo !! ... mentang² mayoritas > elo blom² udah takut ama hayalan gw.. kafir misah di indonesia timur > elo mayoritas tinggal aja di jakarta... makan tuh FPI !! > > hehehe... ama hayalan aja udah ketakutan !! > gak sadar ngakuin otak lo kosong tau !! > > > --- On Sat, 9/18/10, Scheherazade Scheher <scheherazade2...@...> wrote: > > > > > > > > > >  > > > > > > > > > > Yub anda minoritas dungu dari kumpulan yang terbuang,makin hari makin menjadi > gila isi hayalan nya,,,,lama lama makin memuak kan pula > > > > --- On Sat, 9/18/10, ayub yahya <ayubya...@...> wrote: > > > > From: ayub yahya <ayubya...@...> > > Subject: Re: [proletar] Ketua DPR Dikecam Keras > > To: [email protected] > > Date: Saturday, September 18, 2010, 3:19 PM > > > >  > > > > gw jadi ingat usulan tawang, menteri agama bagusnya seorang Ulama... > > > > bah !!... tawang makin kejam deh !! > > > > kalo menteri agama dari Ulama.. trus ketua DPR-nya macam si Marzukie, > > > > bakalan kejadian tuh zionis versi indonesia... > > > > yang kafir, tinggal di indonesia timur, papua ama ambon aja deh > > > > palingan 10 taon, jakarta jadi sepi... tinggal FPI and his gang > > > > papua ama ambon udah maju kayak aussie... > > > > mimpi seh.... > > > > ---On Sat, 9/18/10, a.wid...@... <a.wid...@...> wrote: > > > >  > > > > Hehehe...marzukie alie itu bicara jujur, itulah cerminan hati sesungguhnya > dari kebanyakan orang islam terhadap kristen dan non muslim lainnya...seorang > ketua DPR aja bisa bicara begitu, apalagi yg kelas FPI dan sejenisnya...jika > islamnya terus menerus seperti ini, rasanya gerakan zionis versi indonesia > akan terjadi, dimana non islam perlahan namun pasti akan berkumpul disatu > wilayah yg seiman...NKRI akan kembali menjadi sebuah perjuangan... > > > > -----Original Message----- > > > > From: "sunny" <am...@...> > > > >  > > > > Refeleksi: Siapkan payung sebelum hujan. hehehehehe ! Dari pada ribut-ribut > dan kemudian korban sembelih oleh kaum pandai ilmu gurun pasir, apakah tidak > sebaiknya solusi antara Pakistan dan India atau Yunani dan Turki diterapkan? > Apakah cerita gurun pasir dan unta serta korma membawa kebahagian dan > ketenangan hidup bagi masyarakat? Dimana? Silahkan membodohkan diri dengan > cerita gurun pasir zaman bahula. hehehe > > > > http://suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=24997 > > > > 010-09-17 > > > > Ketua DPR Dikecam Keras > > > > dok sp > > > > Hashim Djojohadikusumo > > > > Pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie bahwa di daerah mayoritas Islam jangan > dibangun gereja menuai kecaman. Pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo > menyayangkan pernyataan yang dinilainya berpotensi mengancam keutuhan NKRI > itu. "Apakah benar Ketua DPR menyatakan demikian. Saya pribadi merasa amat > tersinggung dengan pernyataan seperti itu. Kalau benar, perlu dikecam keras," > ucap Hashim dalam pesan singkatnya yang diterima SP di Jakarta, Jumat (17/9). > > > > Menurutnya, bila pola pikir seperti itu yang berlaku, maka nantinya tidak > tertutup kemungkinan di delapan provinsi dan banyak kabupaten yang mayoritas > penduduknya non-muslim, masjid tidak boleh dibangun. "Bila itu yang terjadi, > maka akan hancurlah negara Indonesia," tegasnya. > > > > Kecaman serupa dilontarkan tokoh buruh Muchtar Pakpahan. "Saya sangat > menyayangkan komentar saudara Marzuki Alie yang Ketua DPR RI. Saudara Marzuki > Alie harus membaca ulang bahwa NKRI lahir dari pluralisme, cita-cita > kebangsaan dan diikat Pancasila. Lalu pluralisme itu dijamin oleh Pasal 29 > UUD 1945 ditambah Pasal 28E setelah diamandemen," katanya dalam > website:www.muchtarpakpahan.com. > > > > Menurutnya, pernyataan Marzuki sangat membahayakan NKRI. "Bayangkan, bila > dari Tapanuli Utara, Bali, NTT, Sulawesi Utara, Papua, Maluku, Manado, masjid > diusir dan di seluruh Jawa gereja diusir. Saya pastikan NKRI akan pecah," > kata Muchtar seraya meminta Marzuki Alie melihat fakta bahwa di daerah > Tapanuli masjid bisa berdiri di tengah- tengah daerah yang hampir 100% > Kristen, dengan tidak berizin. "Kalau pernyataan saudara Marzuki tidak > dicabut, NKRI diambang pintu perpecahan," tandasnya. > > > > Terkait dengan itu, tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan, kebebasan > beragama dan hak menjalankan ibadah dijamin oleh konstitusi. "Negara harus > menjamin dan mengamankan hak-hak dasar warga negara tersebut. Pengabaian > hak-hak dasar tersebut merupakan pelanggaran terhadap konstitusi," ujarnya. > > > > Membantah > > > > Sementara itu, Marzuki Alie membantah tuduhan bahwa dirinya memberi > pernyataan di daerah mayoritas muslim tak boleh membangun gereja.Tuduhan itu, > katanya, adalah fitnah dan ingin mengadudomba dirinya dengan golongan > masyarakat. "Itu fitnah, saya tidak pernah memberikan pernyataan seperti itu, > saya akan komplain kepada siapa yang menyebarkan fitnah tersebut," tegasnya > kepada SP di Gedung MPR/DPR Jakarta, Jumat (17/9) pagi. > > > > Untuk itu, Marzuki menyatakan telah mengirim SMS kepada Mucthar Pakpahan > menanyakan tuduhan itu, sekaligus menyatakan komplain bahwa tuduhan tersebut > tidak benar. Menurutnya, pernyataan yang benar disampaikannya adalah, kalau > membangun sebuah rumah ibadah hendaknya dilakukan secara proporsional. Kalau > warga jemaat di daerah/lokasi itu hanya terdapat 100 orang, maka rumah ibadah > yang akan dibangun di tempat itu juga selayaknya untuk 100 orang saja. [J-11] > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
