6 tahun lalu, persis seperti saat ini, Sabtu 11 Desember pukul 19.55 WIB, Indonesia kehilangan satu putra terbaiknya.
Djauhar Zaharsjah Fachrudin Roesli yang lebih dikenal dengan Harry Roesli, pergi tanpa sempat melihat kehancuran lebih lanjut dari negeri yang amat dia cintai. Negeri yang dia puja seindah burung merak sekaligus segagah anjing. "Indonesia itu separuh merak separuh anjing," katanya enteng tentang lagu satirnya, Peacock-Dog. sexy country where are you, come or run? but I saw your steps deep underground that is why I know your direction, I follow you peacock dog where are you.. Kritik-kritik sosial yang panas terus berhamburan dan bertebaran di sedikitnya 9 album yang direkam antara 1971-1978. Sempat jeda beberapa tahun selama dia mengambil Doktor musik di Roterdam. "Sial"nya sepulang dari sana, Harry tidak berobah. Tetap menyindir & mengritik dengan metafora yang halus maupun dengan terang-terangan. Dan, yang terpenting, dengan senang. Seolah ingin berkata "pantang menyerah" kepada rezim yang berkuasa saat itu - baik sebagai sindiran maupun sebagai pernyataan pribadinya. Sebagian kita pasti ingat, ketika rezim Orba mengukuhkan kekuasaan di tahun ke 31 (1997), Harry mengeluarkan album Si Cantik yang di dalamnya terdapat "Gitar Satu Senar". Sebuah lagu dolanan yang justru mempertegas bahwa pantang-menyerah itu tadi adalah pernyataan sikap. Bahwa dia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, tidak terima atas keadaan - tapi juga tidak sanggup berbuat lebih, dan tetap senang menjewer! Yang mengharukan adalah, sikap pantang menyerah itu betul-betul memancar di saat-saat akhir hidupnya di rumahsakit. Kepada istri dan anak-anaknya Harry menitipkan pesan, "jangan matikan lampu di kamar kerja saya..." Sederhana dan terdengar sangat domestik. Tetapi setelah Harry pergi, orang seperti kena sentak. Pesan itu tiba-tiba seperti punya makna yang luas. Bagi seorang 'pekerja kritik' sekaliber Harry Roesli, situasi reformasi yang amburadul sampai tahun 2004 itu tentu merupakan kerja yang belum selesai. Pesan itu antara lain menyiratkan keinginannya untuk terus bekerja "menangani" situasi ini, walau keadaan yang berlaku atas dirinya berkata lain.. Selamat jalan, Kang Harry. Pesanmu setidaknya menjadi inspirasi dan spirit bagi kami yang tersisa untuk meneruskan pekerjaan yang tampaknya tak akan pernah berhenti... Gitar Satu Senar http://www.youtube.com/watch?v=Slfcizmm1og ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
