http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2011010401150716

      Selasa, 4 Januari 2011 
     

      BURAS
     
     
     
     

Semua Beban Bertumpu Menekan Lapisan Terbawah!


       


      SEORANG seniman bermain kecapi di lobi hotel bintang sambil melantunkan 
syair bahasa daerah. Sebagai bagian dari layanan hotel, ia tak menarik 
perhatian tamu asing, bahkan turis domestik yang juga tak tahu makna syairnya! 
Meski begitu, ada seseorang berdasi menegurnya, agar tak melantunkan syair yang 
mengada-ada!

      "Ada apa?" tanya Umar yang duduk di coffee shop lobi hotel, tak jauh dari 
tempat seniman bertugas.

      "Dia tadi melantunkan ramalan!" jelas Amir.

      "Ramalan Joyoboyo?" kejar Umar.

      "Bukan!" jawab Amir. "Ramalan suram tentang dirinya sendiri di 2011. Ia 
seperti wong cilik umumnya, pada 2011 akan kian jauh ditinggalkan bapak-bapak 
pejabat dan wakil rakyat yang kian jauh saja jelajah pesawat jetnya ke luar 
negeri! Ia bersama wong cilik umumnya juga akan semakin terbirit-birit mengejar 
laju inflasi yang semakin cepat, sambil meloncat-loncat untuk menggapai 
kenaikan harga kebutuhan pokok yang serentak melambung hingga kian tak 
terjangkau!"

      "Tapi syair ramalannya realistis!" potong Umar.

      "Justru itu, ada yang tersinggung!" tegas Amir. "Nasib malang itu, dia 
lantunkan, akan bertambah buruk kian jauh 2011 berjalan, karena semua beban 
kenaikan harga BBM yang telah dipastikan pemerintah akhirnya menimpa masyarakat 
lapisan terbawah! Begitulah hukum alam, karena warga lapisan atas selalu punya 
kekuasaan melepaskan beban dari pundaknya ke warga lapisan di bawahnya!"

      "Semua beban bertumpu menekan ke bawah itu bagian dari teori 
relativitas!" entak Umar.

      "Tak pakai teori-teorian pun mudah dibuktikan!" timpal Amir. "Kotak 
kartun berisi agar-agar kemasan setengah gelas itu tak boleh ditimpa kartun 
sama lebih dari lima kotak! Kalau ditimpa lebih banyak, kotak terbawah penyok 
dan agar-agar di dalamnya hancur!"

      "Maka itu, para penguasa di atas sono tepo seliro bertenggang rasalah, 
dengarkan lantunan syair pemain kecapi bersama wong cilik umumnya yang 
kewalahan menahan semua beban terlalu berat buatan para penguasa di atas!" seru 
Umar. "Semua beban dari lapisan atas itu bertumpu menekan lapisan terbawah yang 
tak berdaya!"

      "Artinya, kaum penguasa di atas setiap membuat keputusan bukan cuma 
menghitung angka-angka keekonomiannya semata, tapi jangan lupa hitung beban 
sosial dan kemampuan rakyat memikul dampaknya!" tegas Amir. "Kasihan ibu-ibu 
lapisan terbawah bingung di pasar, harga kebutuhan pokok serentak naik drastis! 
Jangan tambah beban jauh lebih berat dari atas pada mereka hanya demi angka 
keekonomian!" ***

      H. Bambang Eka Wijaya
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke