Refleksi : . Propinsi-pronisi yang disebutkan oleh sang menteri adalah propinsi yang termiskin selama ini. Mengapa disebukan? Kalau ditanya dimana yang tidak miskin, maka tentu hanya orang bodoh yang tidak mengetahuinya.
Dipakai kata sifat (ajektif) "besar" bisa membuat orang terpersona genbira dalam ilusi lupa deratan bahwa horison kebahagiaan bisa dicapai. Tak usah repot-repot dengan kata sifat "besar", secara areal geografis menang sudah sejak semula besar. Besar hutang luar negeri pun bukan berita baru. Bear kerusakan hutan (alam) dengan asap iblis mengepul merancuni paru-paru penduduk sudah menjadi ritual tahunan. Besar angka pengangguran juga bukan lagi berita asing. Besar angka kemiskinan pun lagu lama yang selalu aktual. Pendeknya banyak besar sudah tersedia tidap perlu direpotkan. Presiden pun berbadan besar. Kita serba segala besar! http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/12/30/21261653/2025..Indonesia.Masuk.10.Negara.Besar 2025, Indonesia Masuk 10 Negara Besar Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liu Kamis, 30 Desember 2010 | 21:26 WIB BOGOR, KOMPAS.com - Pada tahun 2025, Indonesia ditargetkan menjadi satu dari sepuluh negara besar di dunia. Saat itu, pendapatan domestik bruto Indonesia diperkirakan mencapai 3,7-4,4 triliun dollar AS, sementara pendapatan per kapita sekitar 12.800-16.160 dollar AS. Target ini termaktub dalam Visi 2025 yang disusun pemerintah. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, saat ini Indonesia merupakan salah satu dari 16 negara besar di dunia jika mengacu pada proyeksi pertumbuhan. Pertumbuhan Indonesia pada 2010 mencapai enam persen. Terkait visi 2025, Hatta mengatakan, pemerintah telah menyusun roadmap. Pemerintah, misalnya, mendesain enam koridor sumber devisa negara. Terhadap enam koridor ini, pemerintah memadukan pendekatan sektoral dan regional. Mereka didorong mengembangkan pengelolaan sumber daya alam yang berbasiskan manufaktur. Jadi, mereka tak sekedar mengekspor bahan mentah saja. "Kita sudah mengidentifikasi seluruh koridor, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi, Maluku, Maluku utara, NTB, dan Bali. Oleh sebab itu, maka tidak ada sumber daya alam yang tidak kita jadikan devisa," katanya di sela-sela retret bidang perekonomian yang digelar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, Kamis (30/12/2010). Ia mengatakan, di cluster Jawa dikembangkan industri tekstil dan otomotif. Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua juga dikembangkan. Misalnya, pengembangkan food estate dan mineral di Merauke, food industry di Membneramo, serta industri di petro Mimika dan sekitarnya. "Semua kita buat time frame-nya dan kita harapkan mulai 2011 kita mulai bergerak," katanya. Dikatakan Hatta, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam, gas, geotermal, batubara, kakao, minyak kelapa sawit, timah, nikel, dan bauksit. Hal ini menjadi peluang karena belum diolah dengan baik. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
