Refleksi: Bagaimana  MUI tidak konsisten terhadap NII, kalau ajarannya itu 
sepaham dan lagi sesui harapan cita-cita MUI?

http://www.sinarharapan.co.id/content/read/mui-dinilai-tidak-konsisten-soal-nii/

02.05.2011 15:08

MUI Dinilai Tidak Konsisten soal NII
Penulis : Tutut Herlina   


JAKARTA - Penegakan hukum diuji dengan munculnya gerakan Negara Islam Indonesia 
(NII). Belum adanya tindakan terhadap pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) 
Al-Zaytun Panji Gumilang hingga kini karena sejumlah mantan pejabat negara dan 
anggota TNI terlibat.
Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga tidak konsisten terhadap 
persoalan ini. MUI tidak kunjung menyatakan ajaran NII yang disebarkan melalui 
ponpes itu sebagai aliran sesat. Padahal, fatwa MUI ini sangat dibutuhkan untuk 
membuat masyarakat bisa mengambil sikap tegas, apalagi ajaran tersebut telah 
menyemai benih-benih separatisme.

Anggota solidaritas korban NII Taufik Hidayat dalam perbincangan dengan SH, 
akhir pekan lalu menyatakan, MUI telah melakukan kebohongan publik karena pada 
awalnya mencoba menyembunyikan temuannya pada 2002. Dalam dokumen itu, NII dan 
Al-Zaytun sudah memenuhi lima kriteria MUI tentang aliran sesat. 

Dokumen tersebut bocor melalui pegawainya. "Saya adalah salah satu orang yang 
diwawancarai dalam dokumen itu. Makanya saya dan beberapa kawan pertanyakan. 
Banyak alasannya, hingga kami dapat salinan itu dari petugas di sana," katanya. 

Ia menilai, kasus NII tersebut sulit diusut karena banyak pejabat negara dan 
mantan anggota militer yang terlibat. Fakta tersebut bisa dilihat dari 
kunjungan dan pemberian sumbangan pejabat negara ke Ponpes Al-Zaytun. "Kasus 
penculikan sudah ada dari lama, bukan sekarang. Terlalu banyak pihak yang 
terlibat, sehingga menjadi bola liar," ujarnya. 

Secara terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil 
Siradz meyakini bahwa aparat penegak hukum maupun intelijen mengetahui sepak 
terjang gerakan NII dan Panji Gumilang yang dianggap sebagai pemimpin KW-9. 
"Pak Hendro (Hendropriyono) dan Pak Wiranto pernah diundang ke sana. Tapi saya 
sendiri tidak pernah diundang ke sana," katanya. 

Sementara itu, Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayjen TNI Andi 
Geerhan Lantara mengaku belum menemukan gerakan NII di wilayah Kalimantan Barat 
dan Kalimantan Tengah. "Tapi TNI AD tidak boleh berpuas diri. Akan terus 
dipantau situasi di lapangan, dan peran serta masyarakat sangat diharapkan 
untuk melakukan berbagai langkah antisipasi dini," ujarnya, Sabtu (30/4). 

Namun, ia menegaskan, Kodam tidak akan pernah membiarkan gerakan negara di 
dalam negara. Gerakan sejumlah pihak yang bisa merongrong kewibawaaan Negara 
Kesatuan  Republik Indonesia (NKRI) mesti dikikis habis hingga ke akar-akarnya. 
Oleh karena itu, kerja sama dengan semua lapisan masyarakat, terutama dengan 
tokoh agama, sekarang terus dilakukan. Masyarakat diingatkan supaya terus 
meningkatkan kewaspadaan penuh.

Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Ahmad Doli Kurnia 
menyatakan, sistem pendidikan di Tanah Air yang telah bergulir saat ini dinilai 
perlu direkontruksi, terutama pada pendidikan dasar dengan mengedepankan 
paradigma pendidikan berbasis pembangunan karakter bangsa. Hal itu dilakukan 
untuk mengantisipasi berkembangnya kerusakan moral dan ekspansi penyakit sosial 
masyarakat seperti korupsi, terorisme, dan radikalisme.

"Kita harus merekonstruksi sistem pendidikan saat ini, serta memberi kekuatan 
memfiltrasi derasnya arus globalisasi. Masyarakat kita perlu karakter yang 
kuat, yaitu karakter bangsa Indonesia sejati," katanya. (Lili Sunardi/Aju)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke