Kampus
  yang megah ini diresmikan oleh Bung Karno, yang pada saat itu 
berpidato  dan beliau menegaskan bahwa “Bangunan ini dibangun dengan 
uang rakyat  dan semestinya Universitas Gadjah Mada harus terus mengabdi
 untuk rakyat”.  Selain itu kampus UGM didirikan diatas tanah (Sultan 
The Sultan Ground),  yang esensinya dari tanah sultan menuju tanah 
rakyat.

--- On Sat, 6/4/11, asep faturohman <[email protected]> wrote:

From: asep faturohman <[email protected]>
Subject: [proletar] Fwd: [Debate Religious Spirituality] BENARKAH UNIVERSITAS 
GAJAH MADA TELAH MENJADI KAMPUS BERNUANSA SARA???!!!
To: [email protected]
Date: Saturday, June 4, 2011, 9:18 AM

---------- Forwarded message ----------
From: siap murtad <[email protected]>
Date: 2011/6/4
Subject: [Debate Religious Spirituality] BENARKAH UNIVERSITAS GAJAH MADA
TELAH MENJADI KAMPUS BERNUANSA SARA???!!!
To: proletar milis <[email protected]>




*<http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2011/06/gmii-tiranus-yogyakarta1.jpg>
*
*Lahan dan Gedung GMII Tiranus di jalan Cik Ditiro 42A, Yogyakarta – yang
disebut telah dibeli secara ilegal oleh Universitas Gajah Mada*

** <http://kesalahanquran.wordpress.com>
BENARKAH UNIVERSITAS GAJAH MADA TELAH MENJADI KAMPUS BERNUANSA
SARA???!!!<http://kesalahanquran.wordpress.com>
**

**Para jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Kristen se-Indonesia,
telah meminta konfirmasi dari Pimpinan Universitas Gajah Mada di Yogyakarta
atas berita yang beredar luas di kalangan umat Kristiani, bahwa Lembaga
Pendidikan Terkenal itu berusaha menguasai lahan dan gedung milik Gereja
Misi Injili Indonesia (GMII) – Tiranus yang ada di jalan Cik Ditiro
Yogyakarta, yang berlokasi tepat bersebelahan dengan kompleks Universitas
Gajah Mada yang sangat luas itu.

Demikian surat mereka yang dikirimkan via email pada Pimpinan Universitas
Gajah Mada, sbb:

Kami para jurnalis Kristen se-Indonesia memohonkan konfirmasi dari pihak
Universitas Gajah Mada mengenai pembelian tanah sebuah gereja di jalan Cik
Ditiro Yogyakarta yang ditengarai dilakukan secara ilegal oleh pihak UGM.

Kami mendapat informasi yang beredar luas di kalangan gereja, bahwa pihak
UGM membeli tanah itu dengan cara-cara "premanisme" seperti
*'menghasut'*penduduk yang ada di belakang gereja untuk menandatangani
surat/petisi
penolakan terhadap eksistensi gereja, yang sebenarnya sudah berdiri di situ
selama lebih dari 20 tahun, dan sudah mendapat bantuan resmi dari Departemen
Agama; sebab UGM tidak mau membeli tanah yang ada di wilayah itu, jika
Gereja masih tetap berdiri di situ. Pembelian tanah dan gedung GMII sendiri
kami dengar dilakukan tanpa pernah sekalipun melibatkan pihak majelis GMII
sebagai pemilik tanah dan gedung tsb.

  <http://kesalahanquran.files.wordpress.com/2011/06/mesjid.jpg>
*UGM memiliki sebuah mesjid yang sangat besar dan megah - tetapi "menolak"
keberadaan sebuah gereja kecil di dekatnya*
*
*
Di samping itu, kami juga mendengar bahwa UGM mendanai proses hukum di
Pengadilan Negeri Yogyakarta, dengan dakwaan kepada Pdt. Petrus Srijadi STh,
sebagai pihak yang dituduh telah menempati rumah yang bukan haknya dan tidak
mau pergi walaupun telah disuruh pergi oleh yang berhak.  Bahkan pengacara
Pendeta telah mengundurkan diri dari mendampingi Pendeta tersebut oleh
karena permintaan dari UGM, padahal pengacara tersebut di depan umum
mengatakan kalau sebenarnya pendeta tersebut tidak akan pernah bisa
didakwakan seperti dakwaan jaksa.

Kami juga mendengar  suara-suara yang hingga saat ini masih belum dapat
dipastikan kebenarannya, bahwa UGM telah menggelontorkan sejumlah uang untuk
menyuap jaksa dan majelis hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta, yang mengadili
perkara ini, untuk menghukum  Pendeta tersebut sehingga putusan tersebut
dapat menjadi tekanan kepada Pendeta tersebut untuk segera meninggalkan
gereja itu. Sehingga dengan demikian diharapkan UGM segera dapat
merealisasikan pengikatan perjanjian yang sudah dibuat UGM dengan para ahli
waris pemilik tanah yang ada di sebelah gereja, yang merupakan keluarga dari
penghibah tanah gereja tersebut.

Berita ini telah menimbulkan keresahan dan kesedihan mendalam di kalangan
umat Kristiani, dan kini ada suara-suara miring beredar di kalangan umat
Kristen, yang menyebut UGM sebagai Lembaga Pendidikan yang bernuansa rasis,
sebab menolak keberadaan sebuah gereja kecil di lingkungannya.
Kami mohon konfirmasi dari pihak UGM, untuk membantah bahwa berita ini tidak
benar.

Jika berita ini memang benar, maka kami akan menyebarluaskan berita ini
secara nasional dan internasional, dan tentu hal ini bisa merusak reputasi
UGM sebagai kampus yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai
Pancasila, Nasionalisme dan Kebangsaan.
Terimakasih atas perhatian dan tanggapan Bapak/Ibu sebagai Pimpinan
Universitas Gajah Mada.

Salam hormat

*Jurnalis Kristiani*
 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke