Janganlah Jualan Bakso Sapi Dari Daging Tikus !!!
                                  
Kalo ada tulisan penjualnya bahwa yang dijualnya itu adalah bakso sapi tapi 
setelah diperiksa ketahuan isinya daging tikus, maka hukumannya lebih berat 
kalo tidak ada ditulis apa2.

Kalo sudah jelas ditulis bakso sapi tetapi isinya daging tikus, maka hal ini 
adalah penipuan dan hukumannya berat untuk penipuan yang membahayakan kesehatan 
masyarakat.

Sebaliknya kalo tidak ditulis bakso sapi tapi ditulis bakso tikus, maka tidak 
ada yang mau membelinya, tidak juga melakukan penipuan, dan kalo dihukum pun 
bisa lebih ringan hukumannya.

Tapi aturan FDA yang juga dijiplak oleh DepKes RI, bukan cuma yang harus 
dituliskan, melainkan bahan2 berbahaya yang tidak perlu ditulispun tidak boleh 
digunakan, seperti mengawetkan bakmi, mengawetkan bakso dengan menggunakan 
Formalin seperti yang sampai sekarang umum disemua tempat di Indonesia !!! 
Dendeng sapi yng diawetkan dengan formalin harganya lebih murah, lebih enak, 
lebih renyah, bahkan lebih tahan lama tapi juga lebih cepat mati.  Ini bukan 
mati kehendak Allah, tapi mati karena ditipu produsen makanan.

> > "Teddy S." <teddyr@> wrote:
> Jadi kalau RUU ini diberlakukan
> Australia, konsumen bisa
> mengetahui apakah produk yang
> dibelinya mengandung minyak sawit
> atau tidak.

> Wal Suparmo <wal.suparmo@...> wrote:
> Dan perang ini sekarang terjadi
> antara dunia Barat(yg tidak punya
> sawit) dan dunia Timur yang mau
> menjual sawit. Tentunya saling
> menghitamkan demi kepentingan
> UANG.

Kewajiban produsen memberi tahu konsumen itu justru menolong konsumen bukan 
artinya perang dagang Barat dan Timur.  Juga menolong atau membantu negara2 
Timur untuk bisa menjual produksinya dinegara Barat.

Amerika itu tidak perlu perang dagang seperti yang anda katakan diatas, bahkan 
pabrik baju rumahan pun dilarang disini, jadi enggak perlu perang urusan minyak 
kelapa sawit, karena kalo dibolehkan pun bisa saja kebon kelapa sawit 
dikembangkan di Amerika.

Masalahnya bukan masalah uang karena minyak kelapa sawit itu bukanlah dilarang 
melainkan diberi peringatkan kepada mereka yang mengkonsumsinya, sama seperti 
rokok, sama seperti vetsin, sama seperti kolesterol, bahkan memang setiap 
produk makanan itu secara ketat diwajibkan menuliskan kadar calori, sodium, dan 
lain2nya dalam setiap produk makanan yang diproduksinya.

Jadi kenapa harus dianggap hal seperti itu sebagai perang antara Timur dan 
Barat ???

Maunya Indonesia itu justru enggak masuk akal, menuntut Australia agar jangan 
setiap produk makanan yang masuk ke Australia diwajibkan menuliskan kandungan 
minyak kelapa sawitnya karena takut kalah bersaing dengan makanan yang memang 
tidak menggunakan minyak kelapa sawit.

Misalnya saja, ada restoran yang menjual dua macam kerupuk udang asal import 
dari Indonesia, yang satu merek Garuda digoreng memakai minyak kelapa sawit 
yang harganya lebih murah, sedangkan yang lain mereknya Pandawa yang digoreng 
dengan minyak jagung, sama2 kerupuk udangnya, tetapi karena digoreng dengan 
minyak yang berbeda maka harganya juga berbeda.  Kalo tidak ada ditulis 
dilabelnya perbedaan minyak yang digunakan, maka tentunya yang lebih laku 
dibeli konsumen adalah yang lebih murah, sebaliknya kalo ditulis dilabelnya 
kandungan minyak apa yang digunakan masing2 pabrik, maka yang lebih mahal itu 
bisa jadi lebih laku dari yang lebih murah.

Demikianlah, aturan yang mewajibkan mencantumkan kandungan minyak kelapa sawit 
dalam masing2 produk makanan, menolong konsumen memilih produk makanan yang 
menguntungkan kesehatannya disesuaikan dengan kekuatan kantongnya masing2 dan 
juga pengetahuan masing2 dalam memilih makanan sehat bagi kepentingan konsumen.

Lalu apakah tuntutan Indonesia agar produsen makanan tidak perlu mencantumkan 
kandungan minyak kelapa sawitnya itu bisa dianggap fair???  Tentunya tidak, itu 
berbau penipuan, tujuan RI jadinya mau menipu konsument dan ini dilarang di 
Australia maupun negara maju lainnya.  Enggak bisa jualan baso dari daging 
kucing atau tikus, harus ditulis jujur kalo baso sapi isinya memang daging sapi 
bukan daging kucing atau daging tikus.  Hal2 seperti ini memang meraja lela di 
Indonesia yang tentunya merugikan konsument, misalnya tukang bakso menggunakan 
formalin untuk mengawetkan baksonya, padahal formalin sangat beracun yang 
kegunaannya cuma untuk mengawetkan mayat bukan mengawetkan makanan.

Mari kita belajar jujur, janganlah mengecoh konsumen meskipun dihalalkan Allah, 
karena Allah cuma melarang daging babi tidak melarang minyak kelapa sawit.  
Tapi negara maju bukan bertujuan untuk memberi tahu Allah, melainkan bertujuan 
memberi pemberitahuan kepada konsumen melalui label yang tercantum dalam setiap 
produksi makanan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke