Refl: SBY adalah mantan jenderal militer, jadi tahu taktik, "pertahanan terbaik adalah menyerang", cuma saja terlambat dan lagi membabibuta taktiknya ini, ibarat orang tengelam baru mau belajar berenang.
http://www.tempo.co/hg/opiniKT/2011/07/13/krn.20110713.241818.id.html Keliru Menyalahkan Pers Rabu, 13 Juli 2011 | 01:14 WIB Terseretnya politikus Partai Demokrat dalam kasus korupsi mestinya membuat partai ini berintrospeksi. Tapi Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru menyalahkan pers. Pemberitaan media dianggap memecah-belah partai. Ia bahkan mempertanyakan cara kerja dan kredibilitas pers. Orang yang tak mengikuti skandal proyek pembangunan wisma atlet di Palembang bisa terkecoh oleh pidato politik Yudhoyono itu. Pers seolah terlalu membesar-besarkan kasus yang melibatkan bekas Bendahara Umum Demokrat M. Nazaruddin tersebut. Padahal persoalan ini semakin disoroti justru karena Nazaruddin seolah sengaja diminta kabur ke luar negeri. Negara hukum kita terkesan tak berdaya menghadapi ulah politikus ini. Dari penelusuran pers, peran Nazaruddin pun amat sentral dalam kasus itu. Sejak awal ia terlibat dalam pengaturan proyek bersama koleganya serta Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, yang kini jadi tersangka. Anggota Badan Anggaran DPR ini juga disebut-sebut terlibat dalam pengaturan agar PT Duta Graha Indonesia memenangi tender proyek senilai Rp 190 miliar tersebut. Kongkalikong seperti itu diduga dilakukan pula dalam banyak proyek lain yang total nilainya mencapai triliunan rupiah. Tak sekadar mengatur pemenang tender, perusahaan Nazaruddin kerap kali menangani proyek secara langsung. Perusahaan milik politikus ini, seperti PT Anugrah Indonesia dan PT Mahkota Negara, pernah tercatat sebagai pemenang tender di Kementerian Pendidikan Nasional. Permainan yang melibatkan pengusaha, pejabat, dan politikus Senayan itu tentu menghasilkan berlimpah fulus. Diperkirakan dari sinilah sumber dana untuk menggerakkan roda partai politik sekaligus memakmurkan pengurusnya. Modus kuno ini seakan malah semakin merajalela di era reformasi sekarang. Praktek ini menyumbang terhadap buruknya rapor indeks korupsi Indonesia. Tahun lalu, survei yang diselenggarakan oleh Political and Economic Risk Consultancy menunjukkan Indonesia sebagai negara terkorup di kawasan Asia-Pasifik. Betapa kacaunya negara ini bila praktek kotor seperti itu tidak segera dihentikan. Ratusan triliun rupiah anggaran negara kita selama ini sudah dihabiskan untuk menggaji para pejabat negara, termasuk anggota DPR, dan pegawai negeri. Sementara itu, anggaran pembangunan dan pengadaan juga bocor gara-gara praktek permainan proyek. Mestinya Yudhoyono memahami betul persoalan tersebut. Ini bukan sekadar soal nyanyian Nazaruddin yang menuding sejumlah rekannya di Demokrat terlibat atau menerima duit dari patgulipat proyek. Ini menyangkut masalah yang lebih besar lagi karena terlalu banyak anggaran negara yang bocor dan tak bisa dinikmati rakyat. Menghentikan permainan tender itu amat penting agar anggaran bisa digunakan secara efisien. Membersihkan sekaligus menyelamatkan Partai Demokrat juga penting karena partai inilah yang kini mengelola negara. Dua agenda yang semestinya menjadi perhatian Presiden Yudhoyono ini akan lebih mudah diselesaikan jika hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Publik tentu heran karena ternyata bukan soal itu yang diprioritaskan oleh Yudhoyono. Ia justru mempersoalkan pemberitaan kasus Nazaruddin, hal yang dianggap lumrah dan masih sesuai dengan kaidah jurnalistik oleh Dewan Pers. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
