Setelah Abbas Gagal di PBB, Hubungan Israel Lebih Dekat ke Hamas !!!
Mulanya sewaktu Abbas mengajukan permohonan pengakuan di PBB, maka seluruh
rakyat di Westbank dan Gaza meng-elu2kan dirinya sebagai pahlawan bangsa
mengutuk Hamas yang dianggapnya gagal. Abbas kembali ke Westbank dengan
sambutan meriah seperti Yasser Arafat dimasa lalunya.
Seminggu kemudian, suasana berbalik, Hamas dan Israel mengumumkan pertukaran
tawanan, dan hirup pikuklah warga Westbank dan Gaza memuji tindakan Hamas yang
dianggap sebagai kemenangan dalam melawan Israel. Ribuan tahanan Arab
Palestina dibebaskan ditukar hanya dengan satu serdadu Israel yang rendahan
pangkatnya.
Kembali kesepakatan Israel-Hamas ini membawa dampak yang besar bagi Abbas,
ternyata dalam kesepakatannya, Hamas meminta pihak Israel mengirimkan semua
tahanan itu ke Gaza tidak satupun tahanan dari Westbank yang boleh dikembalikan
ke Westbank tetapi semuanya harus dikembalikan ke Gaza atau ke negara ketiga.
Akibat kesepakatan Hamas-Israel ini, rakyat di Westbank mengutuki Abbas yang
tidak pernah berhasil melakukan tukar menukar tahanan dengan Israel. Sekarang
makin parah, semua tahanan yang pro Abbas akan diserahkan kepihak Abbas untuk
dihukum atau dibujuk pindah haluan membela Hamas dan memusuhi Abbas.
Nasib buruk bagi Abbas, belum lagi seminggu menikmati arak2an yang memuja
dirinya sebagai pahlawan, mendadak suasana berubah dirinya dikutuk kian kemari,
disalahkan, dianggap gagal, dikutuki sebagai pengkhianat.
Bagaimana mungkin Abbas yang sudah dibiayai oleh banyak negara termasuk Amerika
ternyata gagal melakukan perundingan dengan Israel, jusru sebaliknya Hamas yang
selama ini memerangi Israel ternyata secara diam2 berhasil membuat kesepakatan
yang betul2 mengejutkan dan membuat Abbas shock dikantornya.
Nama Abbas makin pudar, makin turun terkubur berita2 hasil kesepakatan Hamas
dan Israel yang mengisi seluruh kolom2 berita di Westbank dan Gaza.
Dimasa depan nantinya, kemungkinan besar Israel tidak lagi bersedia berunding
dengan Abbas karena memang tidak punya pengikutnya, lebih berhasil melakukan
persetujuan dengan Hamas yang mendapat dukungan lebih dari 95% rakyatnya.
Tentu Abbas sangat kuatir, masa pensiunnya hilang tanpa bekas, tidak ada dana
pensiun untuknya karena dana yang ada di Israel akan lebih diutamakan untuk
diberikan kepada Hamas katimbang Abbas.
Israel lebih suka kepada Hamas yang tidak meminta pengakuan, dan Israel sendiri
tidak masalah berhubungan dan mendukung Hamas tanpa perlu mengakuinya sebagai
negara Palestina.
Langkah yang dijalankan Hamas ini hanyalah pendahuluan, dibelakang layar
kemungkinan besar sedang dirundingkan skenario2 yang lebih mencengangkan dunia
Arab dan dunia Islam nantinya. Yaitu Israel memberi kekuasaan penuh kepada
Hamas untuk mengontrol Gaza tanpa mencampurinya, dan tanpa mengakuinya sebagai
negara. Dan yang lebih mengerikan adalah Israel akan mendukung Hamas merebut
Gaza dengan jalan banjir darah.
Abbas berpacu dengan waktu, ternyata dia kalah cepat, jalannya waktu lebih
cepat daripada apa2 yang bisa dipikirkan oleh Abbas. Hanya dalam seminggu
saja, kepercayaan rakyat terhadap meningkat pada mulanya merosot lagi
setelahnya menjadi lebih rendah daripada perolehan sebelumnya.
Hamas menolak sikap Abbas untuk meminta pengakuan kepada PBB, sama halnya
Israel juga menolak tindakan Abbas ini. Jadi Israel dan Hamas sudah berada
dijalur yang sama.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/