http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=136163


Semua capres tak bermutu, Indonesia perlu impor presiden
      Tanggal :  27 Oct 2011 
      Sumber :  Harian Terbit 
JAKARTA - Sejumlah lembaga survey ramai-ramai merilis sejumlah tokoh paling 
populer untuk bertarung dalam pemilihan umum tahun 2014. Mereka adalah Susilo 
Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, 
Hidayat Nurwahid, Sri Mulyani, Mahfud MD, dan Ani Yudhoyono.

Meski mereka dijagokan lembaga survey, namun publik dinilai apatis karena calon 
presiden (capres) itu tak bisa diharapkan untuk memajukan Indonesia. "Publik 
apatis dengan nama-nama capres yang muncul di publik saat ini. bahkan, saya 
mendengar ada wacana di publik kita perlu impor presiden, seorang tokoh sekelas 
Obama (Presiden AS)," kata pengamat politik UI Prof Dr Iberamsjah menjawab 
Harian Terbit di Jakarta, Kamis pagi (27/10).

Menurut Iberamsjah, sikap apatis publik terhadap capres-capres itu sehingga 
mereka mewacanakan perlunya Indonesia mengimpor presiden, sangat wajar. 
Pasalnya, dari sejumlah nama yang muncul tak lain adalah tokoh-tokoh yang 
memiliki masa lalu 'cacat' (bermasalah) dimata masyarakat. Rakyat Indonesia, 
menginginkan adanya figur pemimpin baru yang tidak hanya cerdas tapi 
berorientasi jelas, yakni berpihak pada rakyat kecil.

"Meski cuma joke (guyonan), adanya wacana kita mengimpor presiden itu, 
membuktikan dan membuktikan bahwa capres yang muncul saat ini tidak 
berkualitas, tak memberi harapan kepada rakyat. Wacana Presiden impor ini harus 
menjadi perhatian kita semua, terutama terhadap calon pemimpin bangsa ini," 
ujarnya. 

Menurut Iberamsjah, setiap calon memang memiliki kelebihan dan kelemahannya 
masing-masing. Namun, diantara calon yang disebut oleh lembaga riset tersebut, 
belum ada yang memenuhi ekspektasi masyarakat. "Dari calon yang muncul saat 
ini, rata-rata memiliki track record yang kurang baik," ujarnya.

Untuk mengatasi hal ini, Iberamsjah berpendapat, partai politik harus 
memanfatkan waktu yang ada menjelang Pemilu 2014 nanti untuk mencari 
kader-kader yang potensial dan tidak terlibat dalam era pemerintahan orde lama 
dan orde baru. "Jika calonnya hingga mendekati pemilu nanti masih seperti ini, 
lebih baik impor sajalah," tandasnya.

Kendati demikian, tambahnya, dari sekian nama yang ada saat ini hanya ada satu 
calon yang layak diperhitungkan yaitu Prabowo Subianto. Prabowo, kata dia, 
memang memiliki celah dan track record yang kurang baik, tetapi paling tidak 
Prabowo memiliki figur yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia seperti 
keberanian, ketegasan dan kewibawaannya. 

"Indonesia membutuhkan pemimpin yang yang berani dan tegas serta memiliki 
orientasi ekonomi kerakyatan, tidak seperti kandidat-kandidat capres yang ada 
saat ini rata-rata berpaham ekonomi neoliberalisme," ujarnya. 

Dihubungi terpisah, pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Indria 
Samego mensinyalir saat ini marak suvei pesanan untuk menaikkan popularitas 
capres tertentu. "Karena surveinya pesanan maka wajara saja kalau capres yang 
memesan memperoleh penilaian paling tinggi ketimbang tokoh lainnya yang lebih 
diterima oleh publik," kata Indria.

Indria mengimbau agar para tokoh lain tidak usah risau dengan hasil survei yang 
sudah diumumkan. Karena survei bukanlah sensus yang hasil akhirnya bisa relatif 
dipercaya. "Kalau ada tokoh yang tidak puas dengan hasil survei pihak lain, ya 
lebih bikin saja survei sendiri," ujar Indria. (arbi/dod

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke