Kalau Putin di Indonesia blom tentu bisa memajukan Indonesia
-----Original Message----- From: "wawan" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 28 Oct 2011 03:34:32 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [proletar] Re: Semua capres tak bermutu, Indonesia perlu impor presiden Saya dulu terperangah, majalah Time di tahun 2008 menobatkan Vladimir Putin sbg person of the year, prestasinya adalah memajukan Russia dari keterpurukan menjadi adidaya lagi tahun 2009 yg dinobatkan adalah Barrack Obama, lha dia baru naik jadi presiden belum ada prestasinya kok jadi person of the year, skrg popularitasnya anjlok drastis... tahun 2010, Mark Zuckerberg, prestasinya adalah membuat facebook sbg social networking terbesar di dunia, jumlah usernya nomor 1 di amerika dan nomor 2 di indonesia, belum IPO namun konon kapitalisasinya mencapai usd 750 million .. --- In [email protected], "Sunny" <ambon@...> wrote: > > http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=136163 > > > Semua capres tak bermutu, Indonesia perlu impor presiden > Tanggal : 27 Oct 2011 > Sumber : Harian Terbit > JAKARTA - Sejumlah lembaga survey ramai-ramai merilis sejumlah tokoh paling > populer untuk bertarung dalam pemilihan umum tahun 2014. Mereka adalah Susilo > Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, > Hidayat Nurwahid, Sri Mulyani, Mahfud MD, dan Ani Yudhoyono. > > Meski mereka dijagokan lembaga survey, namun publik dinilai apatis karena > calon presiden (capres) itu tak bisa diharapkan untuk memajukan Indonesia. > "Publik apatis dengan nama-nama capres yang muncul di publik saat ini. > bahkan, saya mendengar ada wacana di publik kita perlu impor presiden, > seorang tokoh sekelas Obama (Presiden AS)," kata pengamat politik UI Prof Dr > Iberamsjah menjawab Harian Terbit di Jakarta, Kamis pagi (27/10). > > Menurut Iberamsjah, sikap apatis publik terhadap capres-capres itu sehingga > mereka mewacanakan perlunya Indonesia mengimpor presiden, sangat wajar. > Pasalnya, dari sejumlah nama yang muncul tak lain adalah tokoh-tokoh yang > memiliki masa lalu 'cacat' (bermasalah) dimata masyarakat. Rakyat Indonesia, > menginginkan adanya figur pemimpin baru yang tidak hanya cerdas tapi > berorientasi jelas, yakni berpihak pada rakyat kecil. > > "Meski cuma joke (guyonan), adanya wacana kita mengimpor presiden itu, > membuktikan dan membuktikan bahwa capres yang muncul saat ini tidak > berkualitas, tak memberi harapan kepada rakyat. Wacana Presiden impor ini > harus menjadi perhatian kita semua, terutama terhadap calon pemimpin bangsa > ini," ujarnya. > > Menurut Iberamsjah, setiap calon memang memiliki kelebihan dan kelemahannya > masing-masing. Namun, diantara calon yang disebut oleh lembaga riset > tersebut, belum ada yang memenuhi ekspektasi masyarakat. "Dari calon yang > muncul saat ini, rata-rata memiliki track record yang kurang baik," ujarnya. > > Untuk mengatasi hal ini, Iberamsjah berpendapat, partai politik harus > memanfatkan waktu yang ada menjelang Pemilu 2014 nanti untuk mencari > kader-kader yang potensial dan tidak terlibat dalam era pemerintahan orde > lama dan orde baru. "Jika calonnya hingga mendekati pemilu nanti masih > seperti ini, lebih baik impor sajalah," tandasnya. > > Kendati demikian, tambahnya, dari sekian nama yang ada saat ini hanya ada > satu calon yang layak diperhitungkan yaitu Prabowo Subianto. Prabowo, kata > dia, memang memiliki celah dan track record yang kurang baik, tetapi paling > tidak Prabowo memiliki figur yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia > seperti keberanian, ketegasan dan kewibawaannya. > > "Indonesia membutuhkan pemimpin yang yang berani dan tegas serta memiliki > orientasi ekonomi kerakyatan, tidak seperti kandidat-kandidat capres yang ada > saat ini rata-rata berpaham ekonomi neoliberalisme," ujarnya. > > Dihubungi terpisah, pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, > Indria Samego mensinyalir saat ini marak suvei pesanan untuk menaikkan > popularitas capres tertentu. "Karena surveinya pesanan maka wajara saja kalau > capres yang memesan memperoleh penilaian paling tinggi ketimbang tokoh > lainnya yang lebih diterima oleh publik," kata Indria. > > Indria mengimbau agar para tokoh lain tidak usah risau dengan hasil survei > yang sudah diumumkan. Karena survei bukanlah sensus yang hasil akhirnya bisa > relatif dipercaya. "Kalau ada tokoh yang tidak puas dengan hasil survei pihak > lain, ya lebih bikin saja survei sendiri," ujar Indria. (arbi/dod > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
