Itu tergantung dari segi mana kita memandangnya... Secara intrinsik hakikat manusia tidak dapat dikatakan baik atau jahat MORALITAS sesuatu yang ditambahkan secara ARTIFISAIAL dariluar. hakikat manusia itu seprti air yang mengalir yang tidak menunjukkan apakah dia baik atau jahat, itu kata Kao-tzu.
lain lagi yang dikatakan oleh Hsun-tzu : manusia lahir dengan hasrat-hasrat. Jika hasrat-hasrat itu tidal lagi memuaskannya, ia tidak akan dapat mencari makna apa pun selain memuaskan hasrat tersebut. Jika tidak ada bats dan tingkatan dalam pencariannya,maka tidak bisa dihindari akan terjadi pertengkaran dengan manusia lain. Memang manusia itu sama pada hakikatnya... hanya dalam aktivitas kesadaran yang membuat mereka berbeda dangan yang lainnya. sakan udah sore nih... pamit dulu... assalamu'alaikum on 4/11/02 5:43 PM, Marven at [EMAIL PROTECTED] wrote: > Ass.WW > Ikut nimbrung, semua manusia tidak ada yang jahat. Semua manusia berhati > baik dan cendrung untuk berbuat baik. Inilah sisi baik dari manusia. Tetapi > mengapa ada manusia saling banci dan saling bunuh sesamanya? karena ada > perbedaan sudut pandang dari keadilan dan perikemanusiaan. Seorang manusia > diperlakukan tidak adil menurut dia, tapi menurut yang memperlakukannya > tidak . Disinilah terjadi benturan2 akibat perbedaan sudut pandang keadilan > itu. > > Yang kedua karena seseorang tidak memposisikan dirinya sebagai orang > dihinanya atau dizaliminya.Maksudnya Sebagai contoh seseorang mancaci dan > menghina atau menzalimi orang lain, bagaimana ya seandainya orang yang > menghina atau menzalimi itu berada diposisi yang terhina atau terzalimi, > pasti dia tidak akan menghinanya atau menzaliminya. > > Sebagai contoh orang Yahudi dianggap jahat oleh orang Palestina, jahat > karena merampas tanahnya secara membabi buta dan membunuhi orang Palestina > tanpa berperikemanusiaan. Dan orang Yahudi juga menganggap Orang Palestina > jahat karena melakukan bom bunuh pada orang yang tidak bersalah. Padahal ini > dilakukan hanya pada bagian terkecil dari kelompok itu akhirnya > berkembang,dan itu dianggap merupakan kesalahan seluruh kelompok. Dan > masing-masing itu terus dipupuk sejak dari kecil. Sehingga dihati orang > Israel hanya bagaimana membunuh Orang Palestina sebanyak-banyaknya mulai > dari bayi sampai yang tua. > > Begitu pula sebaliknya Dihati Orang Palestina, bagaimana membunuh orang > Israel sebanyak-banyaknya(Mungkin tidak semua, masih juga diantara kelompok > itu yang masih cinta damai) Dan ini terus dipanas-panaskan sehingga emosi > sepertinya sudah keubun2. Orang Israel kejam..kejam dan tidak > berperikemanusian. Orang Palestina kejam..kejam tidak berperikemanusiaan. > Akhirnya kekerasan dibalas dengan kekerasan ..pembantaian dibalas dengan > pembantaian. Harusnya Orang Yahudi memposisikan dirinya sebagai Orang > Palestina yang dirampas tanahnya dan diperlakukan diskriminatif serta > saudara Orang palestina yang dibantai. Dan Palestina pun memposisikan > dirinya sebagai saudara Orang Israel korban bom bunuh dirinya atau yang > ditembaknya. > > Solusi diantara keduanya... > > 1. Berniat untuk hidup tenang. > 2. Berniat untuk hidup berdampingan secara damai > Kalau tidak ada niat ini pasti selamanya perang terus. > Bagaimana tindak lanjut dari niat ini? > > 1. Hilangkan dendam karena niat untuk damai dan berundinglah dimeja > perundingan, yakinlah seyakinlah seyakinnya bahwa pembunuhan, perang hanya > menimbulkan kehancuran. Ayah mati, Ibu mati, saudara mati.. kebudayaan > hancur.. pendidikan hancur ... setiap nyawa seperti diujung tanduk. Kapan > lagi ya giliran saya?. Mengapa manusia tidak pernah belajar dari sejarah > bahwa kehancuran yang dibuatnya hanya menyisakan penderitaan dan duka > nestapa yang tiada tara bagi bagi harkat hidup manusia. Padahal Allah sangat > membenci orang yang berbuat kerusakan dimuka bumi lagi menyombongkan diri. > > 2. Bagilah daerah yang diperebutkan dengan ikhlash dengan niat untuk hidup > berdampingan secara. Kita ingat dengan kata-kata yang diucapkan oleh > mendiang Yitzak Rabin kepada Yasser Arafat " Anda tidak akan memperoleh > seluruh yang anda inginkan, kami pun tidak akan memperoleh seluruh yang kami > inginkan" Inilah hakikat perdamaian bahwa perdamaian itu adalah irisan dari > seluruh keinginan dari masing kelompok2 dengan mengorbankan sebagian dari > keinginan kita itu. > > 3. Hindarilah diri hal2 yang akan merusak perdamaian itu, seperti menghina > kesucian rumah ibadah masing2. Tidak merampas tanah orang lain secara paksa. > Tidak diskriminasi terhadap bangsa/kelompok seteru dan anggaplah sebagai > sahabat sebagaimana dari bangsa/kelompok sendiri. > > 4. Janganlah pernah tebarkan kebencian. Ada suatu hadits yang mengatakan > (hadits Qudsi, " Allah tidak menyayangi seseorang jika ia tidak menyayangi > orang lain (seluruh manusia), sebagaimana ia menyayangi dirinya sendiri". > Tidak saling membunuh lagi, karena mereka juga adalah saudara sebagaimana > adik sendiri, tegakkah kita membunuh adik sendiri?. > > 5. Hukumlah orang yang merusak perdamaian itu walaupun dari kelompok sendiri > atau dari bangsa sendiri. > > 6. Janganlah pernah terlintas dalam pikiran bahwa kesalahan seseorang juga > kesalahan kelompoknya atau bangsanya. > > 7. Janganlah pernah melibatkan diri dalam hal-hal yang hanya menimbulkan > panas situasi atau jangan ikut-ikutan mengompori tapi carilah solusi yang > lebih menyejukan. > > 8. Posisikanlah diri kita sebagai orang yang kita hina, atau orang yang kita > zalimi. > > 9. Hormatilah kebebasan beribadah orang lain, karena itu adalah salah satu > hak azazi manusia yang harus kita hormati. > > 10. Janganlah terlalu banyak berharap dengan kenyataan yang diharapkan, > banyaklah memberi. > > 11. Bersikap adillah terhadap orang lain sebagaimana adil terhadap diri > sendiri. > > Mungkin itu sedikit tips buat perdamaian tapi kelihatannya cukup sulit, tapi > bukannya tidak mungkin..tergantung dari niat itu... > > Wassalam > Marven > > > > > -----Original Message----- > From: Yusniar Marnis [mailto:[EMAIL PROTECTED]] > Sent: 11 April 2002 16:04 > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [surau] Bibit permusuhan...? > > > Assalamualaikum WrWb, > > Sahabat surau yang dimuliakan Allah SWT, > > Kemaren sore sepulang kerja saya mampir kerumah salah seorang saudaraku. > Lagi asyik ngobrol, tiba-tiba datang keponakanku yang baru berumur 5 tahun > yang sudah sekolah TK kecil. Keponalanku itu lantas bertanya, Etek > (panggilan kepadaku)..."Yahudi itu jahat ya..? Yahudi itu orang kafir, dan > membantai orang Palestina. Orang Islam harus menghancurkan Yahudi..ya..?" > Saya tersentak..anak balita saja sudah tahu Yahudi dan sudah mengerti soal > peperangan. > Lantas saya bertanya, "Siapa yang bilang Yahudi itu jahat..?" Dengan polos > keponakanku itu menjawab, "Ibu guru" > > Setelah pulang kerumah, diperjalanan saya berfikir, "Apakah sudah pantas > diajarkan sebuah 'permusuhan' kepada anak-anak..?" Ya, saya mengerti maksud > Ibu gurunya yang ingin memperkenalkan cara menggalang persatuan Islam dengan > menghancurkan musuh-musuh Islam. > Namun saya berfikir, anak-anak itu masih suci jiwa dan fikirannya..apakah > pantas itu diajarkan. > > Entahlah..saya tidak tahu jawabannya. > Mungkin jamaah di surau ini bisa memberikan suatu pandangan tentang hal yang > saya kemukakan ini, dan alangkah baiknya ini kita jadikan sebuah topik untuk > didiskusikan. > > Wassalam > YM > > > See Dave Matthews Band live or win a signed guitar > http://r.lycos.com/r/bmgfly_mail_dmb/http://win.ipromotions.com/lycos_020201 > /splash.asp > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> > Buy Stock for $4 > and no minimums. > FREE Money 2002. > http://us.click.yahoo.com/k6cvND/n97DAA/ySSFAA/IYOolB/TM > ---------------------------------------------------------------------~-> > > Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap > diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), > dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang > kamu kerjakan <AL HASYR (59:18)> > =========================================================================== > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > Daily Digest : [EMAIL PROTECTED] > Nomail : [EMAIL PROTECTED] > Individual email : [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > Owner address : [EMAIL PROTECTED] > URL : http://groups.yahoo.com/group/surau > > Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ > > > > RantauNet http://www.rantaunet.com > > Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 > =============================================== > Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di > http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 > > ATAU Kirimkan email > Ke/To: [EMAIL PROTECTED] > Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: > -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] > -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] > Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung > =============================================== RantauNet http://www.rantaunet.com Isikan data keanggotaan anda di http://www.rantaunet.com/register.php3 =============================================== Mendaftar atau berhenti menerima RantauNet Mailing List di http://www.rantaunet.com/subscribe.php3 ATAU Kirimkan email Ke/To: [EMAIL PROTECTED] Isi email/Messages, ketik pada baris/kolom pertama: -mendaftar--> subscribe rantau-net [email_anda] -berhenti----> unsubscribe rantau-net [email_anda] Keterangan: [email_anda] = isikan alamat email anda tanpa tanda kurung ===============================================

