Assalamualaikum w.w. para dunsanak sekalian, Saya rasa penundaan kereta api wisata tersebut wajar sekali, karena agenda yang mendesak untuk saat ini adalah penanganan musibah pasca gempa yang demikian mengagetkan kita semua.
Dari berbagai informasi yang kita terima, ada satu hal yang teringat oleh saya, yaitu bahwa ancaman gempa ini bukan hanya dihadapi oleh daerah Sumatera Barat, tetapi oleh seluruh atau sebagian besar daerah di Indonesia, yang berada pada kawasan yang disebut sebagai 'ring of fire' yang rawan bencana. Oleh karena itu, sesungguhnya masalah gempa dan letusan gunung api perlu dipandang sebagai masalah permanen, dan bukan sebagai musibah insidentil belaka. Sebagai konsekuensinya, maka pencegahan dan penanganan bencana harus merupakan salah satu program pokok Negara cq Pemerintah sehingga korban dapat ditekan sekecil-kecilnya. Kita patut bersyukur bahwa pada saat ini sudah selesai dibahas RUU Penanggulan Bencana di DPR RI dan diharapkan segera daoat diundangkan. Dalam kaitan tugas saya di Komnas HAM -- sampai bulan Agustus 2007 yang akan datang -- bersama dengan rekan-rekan dari PBHI Jakarta saya ikut mengusulkan kepada DPR RI agar perspektif hak asasi manusia meresapi seluruh UU ini, dalam arti bahwa santunan yang diberikan Negara kepada para korban bukan bersifat kemurahan hati, tetapi karena memang sudah haknya sebagai manusia. Bagi para Dunsanak yang berminat terhadap masalah keterkaitan antara bencana dan hak asasi manusia ini dapat membaca buku Proyek Sphere, Edisi 2006, "Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons Bencana", Penerbit PT Grasindo, Jakarta. Dalam konteks Sumatera Barat, izinkan saya bertanya apa tak perlu dibentuk Masyarakat Peduli Bencana Sumatera Barat (MPBSB), agar ada yang menekuni masalah ini secara terus menerus sebagaiu suatu kelompok dan memberi saran kepada fihak yang berwenang untuk mengambil langkah preventif yang diperlukan ? Satu hal lagi, tentang rencana Pekan Budaya Minangkabau bulan Juli 2007 nanti, apa tak terlalu dekat waktunya dengan suasana kita masih berduka ? Apa tak baik terlebih dahulu diadakan pendalaman hasil Kongres Kebudayaan Minangkabau bulan November 2006 yang lalu, untuk menyusun tindak lanjut rekomendasinya, antara lain saran Dr Mochtar Naim, agar untuk melaksanakan ABS SBK secara lebih terpadu, dibentuk Dewan Adat dan Syarak sejak dari tingkat nagari sampai tingkat provinsi ? Wassalam, Saafroedin Bahar --- Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dear All, > > Sesuai pernyataan lisan Gubernur Sumatera Barat > yang disampaikan hari Jumat 16 Maret 2007 lalu, > sehubungan dengan musibah bencana Gempa yang menimpa > Sumbar, maka peresmian KA Wisata yang semula > dijadwalkan 8 April depan, dimundurkan ke > pertengahan bulan Juni 2007 (tentatively). Menurut > Kadis Pariwisata Sumbar (by sms dari Kuala Lumpur), > 8-14 Juli ada Pekan Budaya Minangkabau di Padang. > > Berikut tambahan satu foto lagi tentang rel kereta > yang bengkok didaerah Sumani, Kab. Solok akibat > Gempa. Foto ini merupakan salah satu foto dari > materi presentasi Pak Gubernur didepan hampir semua > cellular operators untuk menggalang dana bencana > melalui SMS. Thanks. > > Salam, > Nofrins > > > --------------------------------- > We won't tell. Get more on shows you hate to love > (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures > list. > > > ____________________________________________________________________________________ Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit. http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
