Waalaikumsalam bapak Saaf
memang betul selama ini kita berbicara hanya berdasarkan asumsi dan pengalaman
belaka belum berdasarkan data dan fakta yang empiris.
MEngenai ikatan kejiwaan sendiri sangat jamak dan banyak indikator sesungguhnya
dalam memberikan penilaian tersebut. saya pribadi misalnya yang hanya pekerja
kelas bawah di jakarta akan terkejut sekali ketika saya misalnya hanya
menyumbang sedikit bagi ranah dan itupun tidak diumumkan berapa jumlahnya ke
publik bisa dikategorikan mempunyai ikatan kejiwaan yang sudah longgar pada
ranah bundo. padahal saya masih sangat mencintai ranah sebagai identitas
kultural saya misalnya. saya setiap hari memutar lagu2 minang dan selalu
berbicara pakai bahasa minang dengan orang sekampung. Dan banyak hal yang
selalu merekat jiwa saya dengan setiap aspek kehidupan yang terjadi di
Minangkabau.
saya pikir kita yang berada di palanta ini mempunyai ikatan kejiwaan yang kuat
dengan ranah Minang, betapa tidak ? kita selalu membahas persoalan demi
persoalan disini demi kemajuan ranah meskipun barangkali ada yang tidak
menyumbang.. :) karena kesulitan ekonomi misalnya..tidak sedikit perantau kita
yang hidupnya hanya pas pasan bahkan secara kualitas hidup mungkin lebih baik
mereka di ranah ..tapi secara kejiwaan saya yakin dan percaya mereka sangat
mencintai Minangkabau paling tidak sebagai identitas kultural yang patut
dibanggakan..
salam
Ben
Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamualaikum w.w. Pak Chaidir
dan Ananda Beni,
Susahnya persepsi kita tentang hubungan Ranah-Rantau -- atau sebaliknya --
lebih banyak didasarkan pada kesan, dan belum pernah benar-benar didasarkan
pada penelitian dengan data yang akurat. Saya dukung penuh jika ada yang
berminat untuk benar-benar mengkaji hal ini secara sunggih-sungguh. Rasanya
capek juga kalau pendapat kita hanya berdasar asumsi serta kesan belaka.
Kalau memang ikatan kejiwaan masih kuat, alhamdulillah.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
pak saf yang baik
Apo nan disampaikan sdr Benny ko memperkuat alasan ado kajian dan penelitian
nan alah sejak lamo kito ancang ancang agar semua data itu akurat
Jumlah urang Minang se sampai kini masih simpang siur
Chaidir N Latief
----- Original Message ----
From: benni inayatullah <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, March 22, 2007 8:30:59 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Masalah Pengumpulan Dana dan Melonggarnya Ikatan
Kejiwaan.
Assalamualaikum
terlalu prematur saya kira kesimpulan tentang melonggarnya ikatan kejiwaan
urang rantau dengan urang kampuang..apakah sudah punya data berapa sumbangan
riil dari perantau selain yang tersebut di koran koran dan data data di
internet ? apakah ada yang mendata sumbangan urang rantau yang diberikan
langsung kepada keluarganya yang kena musibah ?
jangan jangan karena sekarang trend nya sumbangan di "halo halo" kan orang yg
menyumbang dengan ikhlas tanpa pamrih dan tanpa di "halo halo" kan dianggap
sudah tidak cinta kampung lagi..Masya Alloh ngeri saya membayangkan
chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote: pak saf yang baik
Bahwa ado di Ranah nan indak sanerah jelas tu pak Saf Ambo pernah distap oleh
Bupati Solok 3 jam dirumahnyo Ambo alah SMS sebelumnyo akan meliek beliau tu
katanya sakit Sudah OK Ambo pak Firdaus Umar dan Listok anggota DPRD tunggu 3
jam, Kami datang bukan minta proyek. Silaturahmi menghormati beliau Sesudah
tu indak ado kato maaf Masyaalah Itu lah model nan bakuaso kini.
Tapi kan kito indak buliah maambiak nan negatif sajo MPKAS adalah satu bukti
POSITIF baa gayung basambuik serta respons yang cepat
Kembali ke RASA KEBERSAMAAN ko memang paralu digugah terus menerus Ambo
sangat khawatir ka nan mudo mudo anak cuccu kito Tasirok darah ambo mandanga
anak seorang kawan ambo ngkong, papi dan mami guwe katenye memang orang padang
tapi guwe orang jakarte
Kalau generasi mendatang sudah kehilangan identitas atau JATI DIRI tidak
lagi merasa ada ETNIS MINANG Ini harus jadi pemikiran serius
Chaidir M latief
----- Original Message ----
From: Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, March 21, 2007 10:45:09 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Masalah Pengumpulan Dana dan Melonggarnya Ikatan
Kejiwaan.
Pak Chaidir yth,
Memang perlu kita telaah secara sungguh-sungguh
mengapa kali ini koq tidak demikian 'bergelora'
semangat perantau untuk menghimpun dana untuk menolong
kampung sendiri, dibandingkan dengan dahulu. Selain
keadaan ekonomi memang sedang sulit, mungkin ada
masalah psikologis yang lebih mendasar, yang menjadi
hambatan.
Salah satu kemungkinan [terburuk] adalah kurang
hangatnya hubungan antara dunsanak di Ranah dengan
urang Rantau, yang dalam suatu kesempatan pernah saya
sebut sebagai 'mentimun bungkuknya' Minangkabau, masuk
ada dihitung tidak. Dengan kata lain, cinta urang
Rantau terhadap Ranah memberi kesan cinta yang
bertepuk sebelah tangan. Mungkinkah urang Rantau masih
cinta pada alam Minangkabau sebagai lambang dan sumber
identitas diri, tepi tak bergitu bergairah [lagi]
dengan dunsanak kita di Ranah?
Saya memang khawatir bahwa cinta yang bertepuk sebelah
tangan ini lama-lama bisa habis, terutama dari
generasi ketiga dan keempat yang lahir di Rantau.
Tanda-tanda awalnya sudah mulai kelihatan.
Dalam hubungan ini sangat menarik perhatian, bahwa
sebagian besar sumbangan perantau akhir-akhir yang
dikumpulkan Wapres JK berasal dari beberapa tokoh
pejabat saja, sehingga tidak atau belum bisa dipandang
sebagai cermin dukungan luas dari perantau.
Dengan kata lain, sudah ada kebutuhan untuk
benar-benar mengkaji kembali ikatan batin antara urang
Rantau dengan dunsanak kita di Ranah, yang tidak bisa
lagi dianggap sebagai sesuatu yang bersifat 'given'.
'Panta rei', kata orang Yunani kuno, segalanya
berobah. Menyakitkan memang, namun begitulah
keadaannya.
Kalau soal teknis pengumpulan dana kelihatannya ada
cara yang lebih mudah, seperti mengirim ke SMS kalimat
'Sumbar' ke 7575 yang diprakarsai pak Sekjen kita
akhir-akhir ini.
Kita usahakanlah sekuat-kuatnya untuk meringankan
beban dunsanak kita di Ranah, sambil mengharapkan
kepada tokoh-tokoh Ranah untuk menjawab pertanyaan
mendasar: dimanakah posisi melembaga dari urang Rantau
dalam tatanan adat dan budaya Minangkabau ? Masihkah
akan tetap diperlakukan sebagai 'mentimun bungkuk'
juga ?
Wassalam,
Saafroedin Bahar
--- chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> pak Saf yang baik
> Ambo manangkok pikiranpak Saf. Nagari awak tu bana
> nan rawan gampo rawan bencana Apakah tiok ado
> bencana kito akan urunan mancari pitih. Masalahnyo
> sejak dulu adalah baa caronyo mengumpuakan dana
> ssendiri Indak mengemis, indak bautang bautang
> tetapi membangun dana sendiri
> Manurui ambo urang Minang ado tigo katagori Nan kayo
> ado duo pulo Nan lai namuah kalua pitihnyo Tapi
> banyak pulo nan pitihnyo lalok2 di Bank tapi indak
> namuak kalua Nan banyak adolah nan manangah tulang
> pungguang Iko pun baitu pulo Banyak sekali nan
> sakunyo bajaik Kok dimintak cariti mangalabiak tapi
> kok ka pitih mbek cah. Yang terakhir nan dibawah nan
> memang sengsaro Ambo indak tau %nyo
> Tapi kok kita mampu menggungah nan lai PEDULI tu
> rasonyo jumlahnyo cukup banyak juo
> Disikolah manuruik ambo IDE DASAR dari DAMI Suatu
> pemikiran SERIBU RUPIAH MINANG yang disempurmakan (
> belajar kesalahan masa lalu ) dengan membentuk
> ULAYAT BARU urang Minang Dari katagori nan NAMUAH
> tadi masa indak ado 400 000 keluarga a 5 jiwa
> sehingga 2 juta manusia Minang Kalaulah secara
> teratur tiok bulan tiok keluarga tu menyisihan
> SEBUNGKUS NASI RAMAS a 5000 rupiah tiok bulan atau
> 25 000 rupiah Akan terkumpuan dana segar tok taun
> 120 M Bukan main
> Menurut konsep DAMI pitih tu ado di Bank NAGARI (
> Bank lain yang ditunjuk Bank Nagari ) milik atau kah
> ulayat baru urang Minang
> Manuruik ambo TAKUMPUA pitih tu dulu Buat jaring
> pengamannyo
> Tiru se Cino Takumpua dulu Sia nan curang kalau
> paralu TEMBAK
> Chaidir N Latief
>
> ---- saya potong disini ----
____________________________________________________________________________________
TV dinner still cooling?
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
http://tv.yahoo.com/
---------------------------------
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.
---------------------------------
The fish are biting.
Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---