Betul Pak Rahayu Salim, Bung Hatta memang sosok  nan rancak diteladani. kalau 
kito baco memoir beliau mako beliau pun seratus persen manyarahan  dirinya 
untuk republik. Baliau adolah org pertamo nan menyuarakan namo Indonesia secara 
politik di forum internasionam iaitu di Bierville Perancis tahun 1927. Bahkan 
hari itu beliau hanya minum kopi 7 galeh sajo, sahinggo pulang dari sinan agak 
letai badan baliau tu.

lain pemimpin dulu lain kini, patangko ado anak yatim kasukaran mambayia uang 
kuliah, rumahnyo kanai galodo lo. jadi ambo cubo kontak salah seorang anggota 
perwakilan awak nan lagi naiak daun, dek di fb nyo lai banyak bicaro rakyat dan 
pencitraan, sangko ambo kok lai ado jawaban. haniang sajo. tetapi beberapo hari 
satelah tu beliau ko bakodak di bandara samo gubernur dan barombongan dari 
pusat manyarahan bantuan, katonyo. Wah heran kawan2 kok disambuik pulo 
rombongan petinggiko dibandara , padohal sedang duka. nampaknyo bagambar masuak 
koran ko sajo nan penting dek politisi awak kini. Ka baa nan awak. kalau 
malaporkan  nan sabana masalah tapi idak ka dilipuik wartawan yo haniang sajo. 
Iyo babeda jo pemimpin angkatan 20-an.
Itulah Profil elit Minang awak kini. rancak di labuah.
Wassalam
WNS


________________________________
 From: Rahyussalim <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Saturday, August 11, 2012 12:40 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Bung Hatta & Sepatu Bally yang Tak Pernah Terbeli
 

 
Iyo subana ibo awak jo Pak Hatta ko. Apo lai jo keluarganyo. ijan kan iduik 
mewah pambali sipatu se indak bisa dah. Ijan ka ka pai maloge pambali masin 
jaik se urang rumah Pak Hatta indak bisa dah. Labiah payah lai katiko alah gaek 
pambaia listrik tampek tingga sahari hari se indak tako dah. So what?
Pantas kah awak bangga dengan Apak awak nan 'banasib' (diperlakukan) saroman 
tuw? Salah apo Apak/ Mamak awak tuw sahinggo coitu bana nasib liau? Apo koh 
baliau tu salah mengelola keuangannyo? Atau memang sistem 'remunerasi', 
apresiasi, ka urang gaek nan alah bajaso bana nan centang prenang di langari 
awak ko. 
Kok nyampang ambo jadi pijabaik ijan lah sampai pulo nasib kurang elok tu kanai 
di ambo. 
Pasti adoh nan salah dalam tata kelola keuangan negara sadari langari ko lahia 
sampai kini....

Rahyussalim 
berbagi meringankan derita bangsa
________________________________

From:  "Darwin Bahar" <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Sat, 11 Aug 2012 05:18:13 +0700
To: Palanta Rantaunet<[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: [R@ntau-Net] Bung Hatta & Sepatu Bally yang Tak Pernah Terbeli

Selasa, 15/11/2011 17:09 WIB
Irwan Nugroho - detikNews
http://www.detiknews.com/read/2011/11/15/170957/1767957/10/bung-hatta-sepatu-bally-yang-tak-pernah-terbeli
Jakarta - Dandanan mentereng, rumah, dan mobil mewah agaknya
sudah menjadi gaya hidup para pejabat saat ini. Masyarakat pun kembali
merindukan figur-figur pemimpin yang sederhana dan pantas untuk dijadikan
teladan.
Suatu hari, di tahun 1950, Wakil Presiden Muhammad Hatta
pulang ke rumahnya. Begitu menginjakkan kaki di rumah, ia langsung ditanya sang
istri, Ny Rahmi Rachim, tentang kebijakan pemotongan nilai mata ORI (Oeang
Republik Indonesia) dari 100 menjadi 1.
Pantas saja hal itu ditanyakan, sebab, Ny Rahmi tidak bisa
membeli mesin jahit yang diidam-idamkannya akibat pengurangan nilai mata uang
itu. Padahal, ia sudah cukup lama menabung untuk membeli mesih jahit baru.
Tapi, apa kata Bung Hatta?
"Sunggguhpun saya bisa percaya kepadamu, tetapi rahasia
ini tidak patut dibocorkan kepada siapa pun. Biarlah kita rugi sedikit, demi
kepentingan seluruh negara. Kita coba menabung lagi, ya?" jawab Bung
Hatta.
Kisah mesin jahit itu merupakan salah satu contoh dari
kesederhanaan hidup proklamator RI Bung Hatta (1902-1980) dan keluarganya.
Sejak kecil, Bung Hatta sudah dikenal hemat dan suka menabung. Akan tetapi,
uang tabungannya itu selalu habis untuk keperluan sehari-hari dan membantu
orang yang memerlukan.
Saking mepetnya keuangan Bung Hatta, sampai-sampai sepasang
sepatu Bally pun tidak pernah terbeli hingga akhir hayatnya. Tidak bisa
dibayangkan, seorang yang pernah menjadi nomor 2 di negeri ini tidak pernah
bisa membeli sepasang sepatu. Mimpi itu masih berupa guntingan iklan sepatu
Bally yang tetap disimpannya dengan rapi hingga wafat pada 1980.
Bung Hatta baru menikah dengan Ny Rahmi 3 bulan setelah
memproklamasikan kemerdekaan RI bersama Bung Karno atau tepatnya pada 18
November 1945. Saat itu, ia berumur 43 tahun. Apa yang dipersembahkan Bung
Hatta sebagai mas kawin? Hanya buku "Alam Pikiran Yunani" yang
dikarangnya sendiri semasa dibuang ke Banda Neira tahun 1930-an.
Setelah mengundurkan diri dari jabatan Wapres pada tahun
1956, keuangan keluarga Bung Hatta semakin kritis. Uang pensiun yang
didapatkannya amat kecil. Dalam buku "Pribadi Manusia Hatta, Seri 1,"
Ny Rahmi menceritakan, Bung Hatta pernah marah ketika anaknya usul agar
keluarga menaruh bokor sebagai tempat uang sumbangan tamu yang berkunjung.
Ny Rahmi mengenang, Bung Hatta suatu ketika terkejut menerima
rekening listrik yang tinggi sekali. "Bagaimana saya bisa membayar dengan
pensiun saya?" kata Bung Hatta. Bung Hatta mengirim surat kepada Gubernur
DKI Ali Sadikin agar memotong uang pensiunnya untuk bayar rekening listrik.
Akan tetapi, Pemprov DKI kemudian menanggung seluruh biaya listrik dan PAM
keluarga Bung Hatta.
Bung Hatta adalah pendiri Republik Indonesia, negarawan
tulen, dan seorang ekonom yang handal. Di balik semua itu, ia juga adalah sosok
yang rendah hati. Sifat kesederhanaannya pun dikenal sepanjang masa. Musisi
Iwan Fals mengabadikan kepribadian Bung Hatta itu dalam sebuah lagu berjudul
"Bung Hatta".
Terbayang baktimu, terbayang jasamu
Terbayang jelas jiwa sederhanamu
Bernisan bangga, berkapal doa
Dari kami yang merindukan orang
Sepertimu
(irw/asy)
                    
-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
 
 
 

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke