Kalau sate, kurang lamak di Tiku ni, Bang. Terlalu padeh. Kalau sepanjang jalan 
dari Tiku ke Padang, saya paling suka di Pasar Pauh Kambar atau Kurai Taji. 
Baru mantap satenya di sana. 

Tapi kalau makan gulai ikan, maaf dikata, Tiku juara. 11-12 dengan gulai 
Pauh-lah. Lain kali kalau melintas di sana, cobalah tanya Warung Tek Cah di 
dekat SMP Tiku. Kalau beruntung bertemu gulai kepala ikan dan gulai ikan hiu 
(mohon maaf bagi pecinta konservasi, ini kabar agak buruk) di sana. Belum lagi 
warungnya di pinggir muara berbatasan dengan laut. Macam makan di Tiram yang 
beberapa waktu happening di sinilah hehehe.. 

(Konon Bupati Agam terdahulu rutin makan di sini. Sayang, Pemda Agam tak 
melihat model warung seperti ini sebagai potensi pengembangan, dengan 
menyediakan tempat yang lebih bersih dan pilihan menu beragam. Semoga Pak 
Bupati yang baru abis ulang tahun terpikir untuk mengembangkan ini).

Kalau tidak bertemu Tek Cah ini, mampir saja di Rumah Makan Edi Tanjung saja, 
ini Pak Bondan saja rekomendasikan. Ada gulai kepala ikan, gulai lokan, lapek 
koci-koci di sini. Pemandangan kurang lepas, bahkan bertetangga dengan kuburan, 
tapi restorannya rapi dan bersih.

Ondeh, taragak surang ambo. :)

Salam,

- Arfi


--- On Fri, 4/12/13, Akmal Nasery Basral <[email protected]> wrote:

From: Akmal Nasery Basral <[email protected]>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Museum Elly Kasim, kenapa bukan di Tiku?
To: "[email protected]" <[email protected]>
Date: Friday, April 12, 2013, 10:45 AM

Arfiiiiiiiii.....  tergelak-gelak saya membaca komentar ini sampai gigi saya 
hampir tanggal :))
Minggu lalu waktu saya, Uni Rita, Uni Ifah dan rombongan pulang dari Maninjau 
ke Padang lewat kampung abak saya di Lubukbasung, saya memilih berhenti dan 
makan sate di Tiku, lho, ketimbang mengikuti usul Ni Rita untuk berhenti di 
Piaman. 

Ah, ini kabar indak penting ya.
Salam,
ANB



Pada Jumat, 12 April 2013, Arfi Bambani menulis:


Ah Bot, macam tak tahu saja. Jangankan Tiku, Maninjau saja yang dari dulu 
daerah wisata, makin kumuh dan bau karena banyak keramba. Apa pula itu Tiku? 
Cukup jadi kampung nelayan sajalah, hirup saja itu asap mobil lalu lintas di 
depannya. Trus beko tsunami tibo, padia hanyuik se lah krn jalur evakuasi indak 
ado.


Elly Kasim? Dia kan cuma numpang lahir di Tiku, ayahnya orang Pasaman barat, 
besar di Pekanbaru, terkenal di Jakarta. Indak penting bagi Agam.


Salam,

Arfi
Orang Tiku kerja di Jakarta


--- On Fri, 4/12/13, Bot S Piliang <[email protected]> wrote:


From: Bot S Piliang <[email protected]>

Subject: [R@ntau-Net] Museum Elly Kasim, kenapa bukan di Tiku?
To:
 "[email protected]" <[email protected]>

Date: Friday, April 12, 2013, 9:58 AM

Mamak/Bundo/Uda/Uni dan Dunasanak di Palanta
Assalamualaikum Wr Wb


Sebuah kabar baik dan menambah perbendaharaan objek wisata di Sumatera Barat. 
Sebuah
 museum yang berisi koleksi perjalanan karir Bundo Elly Kasim akan didirikan di 
Pantai Air
 Manis.linknya 
sbb:http://www.inioke.com/Berita/4643-Museum-Elly-Kasim-Akan-Didirikan-di-Pantai-Aiemanih.html

Sedikit yang mengganjal hati ambo nan mudo matah ko, kenapa di pantai air 
manis. Menurut pemahaman saya pribadi, rasa penempatan museum Elly Kasim di Air 
Manis, ibarat meletakkan dua hal yang bagus, tapi ketika disatukan tidak 
terlihat bagusnya, artinya... konsep pantai air manis
 yang mengusung
 legenda malin kundang, kemudian meenjadi pusat surfing pemula di Sumatera 
serasa tidak nyambung dengan museum tersebut.
Kenapa tidak di kampung Bundo Elly Kasim saja, di Tanjung Mutiara Agam. 
Sama-sama dipinggir pantai dan Tiku juga memiliki history kota yang panjang 
juga.

Tiku sendiri, menurut pengamatan saya, memiliki peluang besar menjadi 
perlintasan turis, karena menghubungkan Maninjau dengan Bandara (via Pariaman). 
Disamping Tiku adalah kota kelahiran Elly Kasim, Tiku juga Memiliki pantai yang 
menurut saya adalah pantai dengan kualitas terbaik di Sumbar (dari sisi akses, 
lokasi, pasir dan lebar pantai yang mencapai 500 meter), belum lagi sejarah 
Tiku yang panjang. Akan rugi sekali kalau pemda Agam menyia-nyiakan kesempatan 
ini. 

Mudah-mudahan pak Bupati Agam yang baru berulang tahun beberapa waktu yang lalu 
mau mengusulkan agar museum tersebut di bangun di Tanjung Mutiara - Tiku. 

Wassalamualaikum
Bot Sosani Piliang

Life is a never ending journey
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300



-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/


- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

--- 

Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .


Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

 

 





-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/


- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

--- 

Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .


Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

 

 





-- 

.

* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 

* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.

===========================================================

UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:

- DILARANG:

  1. E-mail besar dari 200KB;

  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 

  3. One Liner.

- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/

- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting

- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply

- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.

===========================================================

Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

--- 

Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.

Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .

Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

 

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke