*Berita Singgalang |* Utama <http://hariansinggalang.co.id/category/utama/> Selebrasi Indah Kekuatan Perempuan Minang<http://hariansinggalang.co.id/selebrasi-indah-kekuatan-perempuan-minang/>
Tanggal 13 May 2013 Wilita Putrinda Pada pentas itu, Minangkabau seperti melayang rendah. Sebuah pentas di ibukota Jakarta yang hingar bingar, tapi terajunya ada di kaki Singgalang dan Marapi. Sebuah kisah tentang ibu kita, padusi, tempat salam takzim ditujukan, tempat keluh kesah dilabuhkan. <http://hariansinggalang.co.id/wp-content/uploads/2013/05/padusi2.jpg> LEGENDA : Minangkabau kaya legenda dan hal itulah yang disuguhkan di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta 11 dan 12 Mai, yang diramu dalam drama tari berjudul Padusi Garapan Tom Ibnur Pada padusi, berhimpun kisah kemanusiaan, dialektika, cinta, kesetiaan dan harga diri yang melibatkan 50 penari. Inilah negeri matrilinial yang kaya legenda, yang saat pementasan berubah menjadi sebuah hadiah untuk Indonesia. Adalah Tom Ibnur (61) anak Minang yang terkenal itu menggarap sebuah drama tari, Padusi. Dipentaskan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM) 11 – 12 Mei. Bejibun orang datang menyaksikan. Padusi yang sudah diindonesiakan menjadi pedusi, merupakan sebuah selebrasi indah tentang kekuatan perempuan Minang. Pergolakan batin dan benturan dengan tradisi lokal. Padusi adalah perempuan muda modern yang baru kembali ke kampung halaman di Minangkabau setelah lama tinggal di luar negeri. Dia adalah Sha Ine Febriyanti yang memerankan tiga tokoh hebat Minangkabau sekaligus, Puti Bungsu, Siti Jamilan dan Sabai Nan Aluih. .. dst baco Singgalang Samantaro tu baco pulo baraitosadiah ko: Innalillahi wainna ilaihi raajiuun... *Berita Singgalang |* Hukum & Kriminal<http://hariansinggalang.co.id/category/hukum/> Wanita Terpotong Dua Dilindas KA<http://hariansinggalang.co.id/wanita-terpotong-dua-dilindas-ka/> Tanggal 13 May 2013 PADANG — Kereta api (KA) pembawa semen curah melindas seorang wanita tanpa identitas. Korban tewas menggenaskan dengan tubuh terpotong dua. Peristiwa itu terjadi di Kampung Jua, Lubuk Begalung (lubeg), Minggu (12/5) sekitar pukul 01.00 WIB. Wanita yang diperkirakan berusia 30 tahun itu, saat ditemukan tubuhnya terpotong dua. Saksi mata, Alvan Firman, (18) mengatakan dia bersama dua rekannya pulang nonton organ tunggal yang tidak jauh dari rumahnya. Di saat melintasi rel kereta api ia melihat seperti pohon pisang di bantalan rel. Penasaran pelajar itu memeriksan ke sana. Saat dia menyenter ke arah yang mencurigakan tersebut, alangkah kagetnya dia ternyata bukan pohon pisang, melainkan tubuh manusia yang telah terpotong menjadi dua bagian. “Saya kaget dan memberitahukan kepada warga lainnya,” ujar Alvan. ... Salam, -- MakNgah -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
