Mengambil Manfaat TdS

MAKIN jelas dan tegas, bahwa pada akhirnya gagasan
menginternasionalkan-Festival Singkarak lalu menjadikannya iven balap
sepeda dunia Tour de Singkarak (TdS) pada lima tahun yang silam tidak
sia-sia. TdS kini bahkan bisa dikatakan sudah menjadi media untuk
berpromosi bagi brand-brand internasional dan nasional.

Ahad lalu di pelataran Monumen Nasional (Monas) Jakarta, ditandai dengan
pemukulan Gendang Tasa secara simbolis berlangsung peluncuran secara resmi
acara akbar yang menggabungkan olah raga dan pariwisata, Tour de Singkarak.

TdS telah membangkitkan gairah pariwisata Sumatera Barat dan mendatangkan
(paling tidak) benefit bagi industri wisata untuk meretas jalan bagi
terwujudnya sebuah media mengampanyekan keelokan daerah Sumatera Barat ke
dunia luar.

Catatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, selama penyelenggaraan
4 kali Tour de Singkarak, peningkatan wisatawan yang datang ke Sumatera
Barat, baik dari dalam dan luar negeri, naik sekitar 10 persen.

Tour de Singkarak tahun ini merupakan yang kelima yang akan melalui 17
kabupaten/kota di Sumatera Barat. Tahun ini Tour de Singkarak akan memulai
etape dari Bukittinggi. Adapun, etape yang dilombakan yakni 7 etape
berjarak total 1.173 km melintasi keindahan alam dan budaya di
kabupaten/kota yang dilewati. Lomba ini juga melibatkan 25 tim dari 18
negara.

Seperti diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka
Pangestu, bahwa dengan penyelenggaraan Tour de Singkarak, menggambarkan
bagaimana berwisata sembari berolah raga.

Jadi ada dua hal yang kita dorong yaitu olah raga dan pariwisata. Selama
penyelenggaraan 4 kali Tour de Singkarak, peningkatan wisatawan yang datang
ke Sumatera Barat, baik dari dalam dan luar negeri naik sekitar 10 persen,
adalah sesuatu yang luar biasa. Dengan demikian tidak sia-sia penekanan TdS
kepada pariwisata disamping olahraga balap sepeda.

Seperti kita ketahui ketujuh etape yang dilombakan dalam Tour de Singkarak
yang diselenggarakan 2-9 Juni 2013 tersebut, yaitu etape 1 Bukittinggi -
Bonjol, etape 2 Padang Panjang - Istano Basa dan Tanah Datar, etape 3
Payakumbuh - Danau Singkarak, etape 4 Sijunjung - Pulau Punjung dan
Dharmasraya, etape 5 Sawahlunto - Muara Labuh dan Solok Selatan, etape 6
Pariaman - Painan, dan etape 7 Padang Pariaman - Padang Circuit.

Dukungan yang diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berupa
sokongan dana pelaksanaan acara seharusnya ditindaklanjuti oleh dukungan
yang lebih besar lagi oleh segenap elemen pariwisata di daerah ini.

Tahun sebelumnya masih sangat minim (kalaupun tidak bisa disebut nol sama
sekali) adanya jualan paket wisata dari kalangan industri pariwisata daerah
ini. Tapi tahun ini seperti pernah diungkap juga oleh Ketua ASITA Sumbar,
Ian Hanafiah, bahwa setelah empat kali Tour de Singkarak (TdS) berlangsung,
tahun ini paket wisata akan disiapkan bagi wisatawan yang tertarik menonton
TdS 2013.

Dengan demikian daerah menindaklanjuti harapan pusat bahwa ajang TdS yang
diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beserta
pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Barat itu memang mengusung konsep
sport tourism atau mempromosikan pariwisata suatu destinasi melalui ajang
olahraga.

Jadi, dengan demikian tidak hanya berharap dari akomodasi para peserta dan
ofisialnya saja, melainkan bagaimana masingmasing tour agency memaketkan
jualan kepada calon-calon penonton TdS. Seperti juga orang menonton Tour de
France, balap mobil F1 atau pertandingan sepakbola Eropa. Semua dijual
menjadi paketpaket menarik kepada para pelancong baik dalam negeri maupun
luar negeri.

Keterbatasan hotel berbintang memang sejak lama menjadi kendala
penyelenggaraan TdS. Tahun ini, ada 16 kabupaten/kota yang terlibat TdS.
Tidak semua kabupaten/kota tersebut memiliki hotel berbintang.

Namun, seperti Bukittinggi, efek TdS memunculkan hotel berbintang baru di
kota ini. Khusus di Bukittinggi, ada dua hotel berbintang baru. Total
Bukittinggi memiliki 2 hotel bintang tiga, 2 hotel bintang 2, 8 hotel
bintang satu, dan 40 hotel melati. Sementara di Padang dan Padang Panjang
juga muncul hotel-hotel baru.

Semuanya itu selain butuh kamar hotel yang banyak, juga memerlukan
additional pada peket utamanya berupa menonton TdS.

Additional paket itu bisa berupa menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian
rakyat, menjual village trip ke nagari-nagari, atau mencicipi berbagai
kuliner Minangkabau.

Bahkan pada kesempatan itu agency juga bisa melipatgandakan penjualan paket
surfing di Mentawai. Dengan demikian sekaligus juga mempromosikan dua
branding sekaligus, TdS dan Mentawai Surf.

Tak bisa tidak, jika ini yang akan dikejar oleh segenap pelaku industri
wisata daerah, maka harus berkoordinasi dengan berbagai lembaga. Untuk
penyiapan akomodasi tentu kalangan PHRI sudah siap-siap. Yang tidak kalah
penting adalah penyiapan obyek wisata, pertunjukan dan hal-hal lain yang
sifatnya pelayanan. Termasuk di sini masalah transportasi.

Segala upaya untuk membangun keramahtamahan pelayanan sangat menentukan
apakah pada iven tahun berikutnya paket ini berhasil dijual dengan lebih
meningkat lagi oleh kalangan ASITA atau malah menimbulkan citra buruk pada
pariwisata Sumatera Barat.***

Haluan Kita – Harian Umum Haluan | KAMIS, 16 MEI 2013

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke