Pintu kapuak bana nan babukak'an, Wan. Mungkin kalau urang awak nan mambukak rumah saki, 'wang danga' e agak ketek, Wan, he he. Salam, Suryadi
________________________________ Dari: wannofri samry <[email protected]> Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Dikirim: Kamis, 16 Mei 2013 4:39 Judul: Re: Bls: Re: [R@ntau-Net] Ormas Islam Tolak Pembangunan RS Siloam di Padang Ass ww, Masuknya investasi keSumbar bagus, tetapi hendaknya memperhatikan berbagai aspek, baik dari sisi ekonomi maupun akibatnya jauh ke depan. Jan handaknyo asal ka masuak pitih sajo, pado hal efeknya kamudian hari gadang ka anak cucu dan kamanakan. Kalau memang ka managakkan nan bana, untuak mambina rumah sakik baa indak awak gadangkan rumah sakik nan ado, atau nan sadang dirancang. Kini Unand pun sadang mambuek rumah saik nan gadang di Limau Manih. Kenapo awak ndak maminta ka Pemda manggadangkanko?. Atau banyak urang awak mungkin bagerak di bidang rumah sakik tetapi kenapa ndak beliau tu nan dirayu ka Padang atau Sumbar? tadanga dek ambo ado juo urang awak nan bagerak dibidang rumah sakik nan elok di PKU. Batua kato sebahagian mamak dan bapak, jan awak mambukakan pintu untuk masuaknyo agamo lain, sadang ndak dibukakkan nyo usahokan mambukak pintu awak apo lai lah dibukakkan dan disambut jo karpet merah. Yo rancak bapikia jauah hari sabalun kasus2 aneh tajadi dikemudian hari. Wassalam WNS ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, May 16, 2013 9:15 AM Subject: Bls: Re: [R@ntau-Net] Ormas Islam Tolak Pembangunan RS Siloam di Padang Mak Lembang n Adidunsanak di Palanta! Urang tuo dulu arif bijaksana. Alun takilek ikan dalam lubuak, lah tahu dek wee jantan batinonyo. Mereka menolak sabalun barangko masuak. Kalau kini, dihoyak katiko baranglah tagak...(He...he...barang lah jadi). Tapi, ado investor yg ditolak Pemda Sumbar (mudah2an seterusnya), yaitu Alfamart. Kalau Alfamart diisinkan, pugailah nagari awak tu. Salam Syaf/Bogor Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! ________________________________ From: Muhammad Dafiq Saib <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Wed, 15 May 2013 15:19:38 -0700 (PDT) To: [email protected]<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Ormas Islam Tolak Pembangunan RS Siloam di Padang Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu Tanyo kaciak sajo untuak pandapek nan sadang basilang ko.... Apokoh tahun 60 - 70 an katiko almarhum pak Natsir sarato alim ulama di kampuang awak bajuang kareh manulak rencana ka mambuek rumah sakik Baptis di Bukiktinggi itu marupokan suatu kakaliruan? Sabab urang datang ka bainvestasi ka nagari awak maso itu, kok ditulak? Raso-rasono iyo rancak maminteh sabalun anyuik...... Kalau alah anyuik baru ka dipinteh kok talambek biko..... Wassalamu'alaikum Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi Lahir : Zulqaidah 1370H, Jatibening - Bekasi ________________________________ From: Zulkarnain Kahar <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Thursday, May 16, 2013 12:36 AM Subject: Re: [R@ntau-Net] Ormas Islam Tolak Pembangunan RS Siloam di Padang Bu' Evy dan kawan kawan RN, Saya bigung tujuh keliling .. Seharusnya yang pening berfikir bukan kita atau rang minang nan dikampuang yang akan memiliki RS kelas atas tak perlu lagi ke Malaysia membuang devisa atau jauh jauh ke jakarta bagi yang berduit, anak2 FK Unand dan Sekolah perawat bakal punya tempat bermain baru untuk mengasah ilmu mereka. Bukan tidak mungkin pula akan bertambah sekolah perawat baru. . Tsi Investorlah yang harus memutar otaknya. Dia yang akan menanamkan modalnya yang tidak sedikit, semua kemungkinan buruk baik termasuk kalkulasi bisnis serta resiko yang bakal dihadapi pada saat harus berhadapan dengan kearifan lokal dengan berbagai perda-perda yang akan bermunculan nanti pada saat usaha sudah mulai berjalan, apalagi di era reformasi ini masyarakat lokal sudah jadi raja semua ( tak suka bakar, salah benar tergantung seberapa banyak orang bersorak..) Kita mah nothing to lose orang datang bawa modal silahkan. Pada saat usaha mulai berjalan itulah gunanya pemerintah beserta perangkat2 daerah lainya berperan mengontrol /mengawasi perjalanan bisnis sang investor. Kalau ada yang tak berkenan dihati just kick them out.. semudah memecah piring.. tak kan ada arbitrase segala.. Kecuali di membuka casino di Padang itu baru super wajar se minangkabau kebakaran jenggot sedangkan di Texas sajo indak buliah ado casino. Logika saya sederhana saja rumah dulu dibangun baru pagar cantik didirikan. Kalau pagar cantik dulu dibangun rumah hanya ada dalam mimpi sang pagar cantik hanya akan memagari batang pisang sepuluh tahun kedepan.. Salam Zulkarnain Kahar ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: milis rang minang <[email protected]> Sent: Wednesday, May 15, 2013 3:05 AM Subject: Re: [R@ntau-Net] Ormas Islam Tolak Pembangunan RS Siloam di Padang Salam pak Zul dan sanak sapalanta, Mangalah awak ko paranoid bana yo ?, sahinggo ado urang nan namuah berinvestasi pada pelayanan masyarakat awak lah manulak. Kalau sakironyo institusi adat dan agama jauh hari menolak tantu dimungkinkan. Namun Kini nan nampak di ambo, penolakan ini karena tidak mau repot menjalankan tugasnya sbg paganagari. Akhirnya tindakan cendrung preventif, mudahan tidak berujung represif. Ambo setuju, biarkan dulu mereka membangun sampai selesai sampai masa waranty periodenya, Nah setelah itu nyalangkan mato awak nan ka jadi paganagari ko. Sedih juga Ibu kota Sumbar kini berposisi dibawah ibu kota Kendari atau Palangkaraya dalam kemajuan pembangunannya. Levelnya ibukota sedang berkembang. Wassalam. Evy Nizhamul -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
