Saba, Uda MM nan di Rahmati ALLAH SWT Awak lah paralu maklum, saisuak pun katiko parang jo Ulando sabalun merdeka banyak juo urang awak nan managah kan para pejuang, malah mang galak kan pejuang...
Katiko alah merdeka, lah sato manang kasado nyo.. E Dt Marajo nan Tuo ________________________________ Dari: Muchwardi Muchtar <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Minggu, 26 Mei 2013 13:44 Judul: Re: [R@ntau-Net] SURAT TERBUKA MN KPD IRMAN GUSMAN Kalau alah sarupo ko nan ambo kopain di bawah ko, nan tajadi di kampuang awak masiang-masiang, kamudian Pak Walinagari jo Nyiak Datuak nan bapikiran modereang --kabatulan baliau ko intelektual nan tageh dan indak panah 'paranoid' maliek kurenah urang Kapia nan sipak sintuang maenjoan urang Minang batuka agamo (untuak masuak narako....!!!===>mm), pasti Pak Wali jo Nyiak Datuak tadi malarau sakuaik tanago : "Hooii Rang Kampuang, indak paralo paranoid bana doh. Bulando masih jauaaaahhhhhhh...!!!" Astaghfirullah al azim. Mohon maaf sabaleh jo kapalo kalau indak sapacokian jo ambo. He he hehe......... mm***. . VIDEO : Bukti Kristenisasi di Sumbar HTI Press. Misionaris Kristen ini menggunakan bendera LSM Mitra Sejati dan Samaritan. Koordinatornya bernama Hendri. Ia mengaku dirinya adalah orang Minang dengan suku Sikumbang. LSM itu membagi-bagikan Alkitab yang berjumlah sekitar 180 buah dan mengajak masyarakat masuk Kristen pada Selasa (27/10/2009). ”Mereka kita tangkap. Alkitabnya kita bakar dan sebagian kita berikan ke polisi,” kata Muslim. Korong Koto Tinggi memang daerah yang terisolasi. Penduduknya kurang lebih 1.800 jiwa. Tak heran bila daerah ini menjadi target kristenisasi. Menurut warga kepada relawan HTI, ada beberapa modus kristenisasi yang dilakukan selain membagikan Alkitab, yakni membangun ikatan emosional dengan masayarakat melalui bantuan logistik, obat-obatan maupun perencanaan bangunan rumah tempat tinggal; mendekati warga secara individu lalu mengajak doa bersama kemudian diberi uang sebesar Rp 10 ribu-Rp 100 rb; melalui hipnotis kemudian dibaptis; memberikan suntikan kepada anak-anak yang tidak sakit secara paksa ditempat yg sepi kemudian baru dikristenkan; memprovokasi anak-anak yang tidak shalat magrib dengan memberikan 5 buah coklat yang shalat magrib diberi 1 coklat. Warga Koto Tinggi berharap kaum Muslim membantu mereka baik kebutuhan logistik seperti bahan makanan dan obat-obatan. Lebih dari itu warga meminta agar ada yang menjaga aqidah mereka dengan membantu menguatkan mereka dalam hal aqidah ini. ”Agar kami tidak mudah terpengaruh oleh orang-orang yang ingin merusak aqidah kami,” kata Burhan, pemuka masyarakat setempat. []Ardi Muluk -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
