Berarti kawasan2 reservasi bahari diperairan SumBar harus diperkuat dengan aturan2, sebelum kapal2 tangker berdatangan dan merusak. Segera jadikan kawasan carocok mandeh sebagai kawasan reservasi bahari, kalau tidak ... satu2nya kawasan ekosistem bahari terlengkap di SumBar akan hilang selamanya!!!
BSP Zaid Dunil <[email protected]> wrote: >Ass ww > >Sanak sapalanta RN n a h > > >Kalau eksplorasi ini berhasil dan diteruskan menjadsi eksploitasi, maka >pengusaha Sumbar sudah boleh bersiap siap. Karena usaha minyak atau gas itu >adalah usaha besar yang banyak kebutuhan dan memerlukan supplier dan >kontraktor yang menunjang usaha mereka. Apalagi dalam periode eksploitasi dan >pengembangan , sukses mereka sangat tergantung pada para suplier dan >kontraktor rekanan mereka. Mudah mudah an peluang ini bisa ditangkap dan >dimanfaatkan semaksimalnya oleh pengusaha warga Sumbar, Kalau pengusaha >Sumbar tidak siap, maka jangan kecewa kalau nanti yang akan menikmati banyak >pengusaha dari luar daerah . > >Wassalam > >Dunil Zaid, 70 + 8/12. Kpg Ujuang Pandan Parak karambia, Pdg. Tinggal di Jkt. > > > >2013/10/8 Febriyendi Salim <[email protected]> > >Semoga ada manfaatnya untuk urang awak, jangan hanya sampahnya saja yg >tinggal, untuk Pemda Sumbar semoga berfikir lebih tajam untuk kepentingan umat >di Miangkabau ini, jangan hanya berfikir untuk diri sendiri, karena kami sudah >muak dengan celoteh Birokrat yang tak ada juntrungannya dan menguntungan pihak >lain ....... maaf kalau agak pesimis. > > > >salam, > > > >Jo Febri >www.instaprofx.com > > >Dari: Nofendri T. Lare <[email protected]> >Kepada: [email protected] >Dikirim: Selasa, 8 Oktober 2013 8:22 >Judul: [R@ntau-Net] Blok Mentawai Segera Dieksplorasi > > >Tanggal 08 October 2013 > >PADANG — Perusahaan migas asal Prancis, Total E&P Indonesie bersiap-siap >melakukan eksplorasi Blok Mentawai tahun depan. Gubernur Irwan Prayitno yang >dihubungi Singgalang tadi malam menyebutkan, eksplorasi tersebut akan menambah >pendapatan bagi Sumatera Barat. “Pengaturan perimbangan keuangan diatur >pemerintah pusat,” katanya. > >Dijelaskan Irwan, Sumbar dan Bengkulu sama-sama diuntungkan oleh eksplorasi >minyak itu. >Eksplorasi >Perusahaan penghasil gas terbesar di Indonesia itu, menurut Kepala Departemen >Hubungan Media Total Kristanto Hartadi, sedang menghitung nilai investasinya >yang diperkirakan besar. >“Eksplorasi di laut dalam lebih mahal daripada di darat,” kata dia yang >dilansir republikaonline, Senin (7/10). >Total E&P Indonesia Mentawai B.V menargetkan pengeboran untuk eksplorasi di >lepas pantai Blok Bengkulu I Mentawai dapat dilakukan pada Oktober 2014. >District Manager Total E&P Indonesia Mentawai B.V Avep Disasmita mengatakan >pengeboran itu guna melihat kandungan yang ada di perut bumi Bengkulu. >Jika terbukti mengandung minyak dan gas (migas) maka akan dilakukan pemetaan >yang lebih dalam. >“Pengeboran di lepas pantai itu akan dilakukan di kedalaman kurang lebih 950 >meter. Operasinya sekitar 60-90 hari,” katanya. >Tahapan eksplorasi yang direncanakan perusahaan akan memakan waktu selama tiga >tahun mulai dari environmental baseline assessment (EBA), survei geofisika, >pengeboran sampai survey seismik 3 dimensi di lepas pantai Bengkulu itu. >Dari beberapa tahapan itu, menurut Avep, investasi yang paling mahal ada pada >tahap pengeboran. Pengeboran ini sendiri nantinya dapat dilakukan dengan dua >jenis anjungan, drillship dan semi submersible rig. > >“Investasi yang paling mahal di situ [pengeboran] karena butuh sewa anjungan. >Nilai total investasi untuk eksplorasi selama tiga tahun ke depan sebesar >US$40 juta atau sekitar Rp400 miliar,” katanya. >Menurut Avep Blok Bengkulu I, Mentawai ini merupakan tantangan bagi Total E&P >Indonesia karena belum ada perusahaan migas yang beroperasi di pesisir >Bengkulu. >“Kami ingin membuktikan dari segi geologi, berdasarkan umur batuan, apakah ada >oil and gas yang terjebak di sana,” ujarnya. >Total optimistis eksplorasi ini dapat berhasil karena pihaknya sudah memiliki >pengalaman kegiatan migas di laut dalam Afrika, yaitu di Nigeria dan Angola. >Menurutnya, kali ini adalah kesempatan Total untuk membawa teknologi yang >diterapkan di laut dalam Afrika ke Indonesia. >Blok Bengkulu I Mentawai sendiri merupakan blok yang dipegang Total sejak >ditandatanganinya kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) antara >perusahaan dengan pemerintah lewat SKK Migas pada Oktober 2012. >Total sendiri menjadi pemegang 100 persen participating interest dari PSC ini. >Blok eksplorasi ini terletak di kawasan lepas pantai Selat Bengkulu yang >meliputi wilayah seluas 8.034 kilometer persegi dengan kedalaman laut berkisar >400-1.000 meter. >GM Total E&P Indonesia Mentawai B.V mengatakan pihaknya bangga Total >mendapatkan blok eksplorasi yang merupakan blok pertama perusahaan untuk >wilayah lepas pantai Sumatra Barat. >“Hal ini menunjukkan kompetensi kami yang kuat untuk menghadapi tantangan yang >unik yang ada di kawasan ini,” katanya. >Kepala SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Selatan Setia Budi mengatakan >Bengkulu memang baru memulai kegiatan operasi migas pada 2012. >Dia mengatakan wilayah kerja KKKS Migas dan CBM banyak tersebar di Sumsel dan >Jambi. Sedangkan sebaran di Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung yang dibawah >pengawasan SKK Migas Sumbagsel relatif sedikit. >“Jumlah KKKS Migas dan CBM serta mitra Pertamina di wilayah kami terdapat 79 >perusahaan. 43 sudah berproduksi dan sisanya masih status eksplorasi,” katanya. >Di bawah kuota >Pemerintah memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi sampai akhir >2013 berada di bawah kuota APBN Perubahan yang ditetapkan 48 juta kiloliter. >Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan, sampai akhir 2013, pihaknya >memprediksi konsumsi BBM subsidi mencapai 47,4 juta-47,5 juta kiloliter. >“Masih di bawah kuota APBN sebesar 48 juta kiloliter,” katanya. >Menurut dia, per jenis BBM, konsumsi solar memang kemungkinan di atas kuota >yang ditetapkan. Namun, untuk premium dan minyak tanah diperkirakan di bawah >kuota sehingga secara keseluruhan juga lebih rendah dari 48 juta kiloliter. >Susilo mengatakan, penyebab konsumsi BBM subsidi di bawah target, antara lain >kenaikan harga dan konversi ke biodiesel, selain juga penegakan hukum. >Vice President Fuel Retail Marketing PT Pertamina (Persero) Muchamad Iskandar >mengatakan realisasi konsumsi BBM subsidi sampai September 2013 adalah 34,3 >juta kiloliter. >Realisasi itu naik satu juta kiloliter dibandingkan periode sama tahun lalu >sebesar 33,3 juta kiloliter. “Sekitar tiga persen naiknya,” katanya. >Kenaikan terbesar terjadi pada jenis premium yakni 4,4 persen dengan konsumsi >sampai September 2013 sebesar 21,82 juta kiloliter, dibandingkan 2012 sebanyak >20,9 juta kiloliter. Disusul solar naik 1,4 persen dengan konsumsi 11,68 juta >kiloliter, sementara pada tahun 2012 sebesar 11,52 juta kiloliter. Konsumsi >minyak tanah turun 0,06 persen dari 0,88 juta menjadi 0,83 juta kiloliter. >(006) > >http://hariansinggalang.co.id/blok-mentawai-segera-dieksplorasi/ > >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >* DILARANG: >1. Email besar dari 200KB; >2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >3. Email One Liner. >* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >mengirimkan biodata! >* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ >--- >Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup >Google. >Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > > >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >* DILARANG: >1. Email besar dari 200KB; >2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >3. Email One Liner. >* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >mengirimkan biodata! >* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ >--- >Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup >Google. >Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. > > >-- >. >* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >=========================================================== >UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >* DILARANG: >1. Email besar dari 200KB; >2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >3. Email One Liner. >* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >mengirimkan biodata! >* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti >subjeknya. >=========================================================== >Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >http://groups.google.com/group/RantauNet/ >--- >Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup >Google. >Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim >email ke rantaunet+berhenti [email protected] . >Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
