Assalamu'alaikum Wr. Wb. Tanpa banyak mendapat perhatian publik yang sedang demam Piala Dunia, kemarin ada berita menarik dari Jokowi. Setelah rapat internal dengan mitra koalisi, Jokowi mengatakan bahwa elektabilitasnya merosot jauh di Jakarta, bahkan sudah kalah dari Prabowo. Itu membuatnya kaget.
Tentu saja, karena kemenangan Jokowi sebagai Gubernur Jakarta (2012) masih begitu jelas terpampang. Sehingga seakan-akan muncul kesan Jakarta = Jokowi, seperti kesan Solo = Jokowi. Ada sejumlah link berita yang menggambarkan kemasygulan Jokowi itu, tapi ambo pilih dari MetroTV News saja karena ini adalah kelompok yang sangat Pro Jokowi. Perhatikan kata-kata Jokowi yang dikutip pada bagian akhir artikel. Wassalam, ANB 46, Cibubur Elektabilitasnya Menurun, Jokowi Sindir Mesin Partai KoalisiDesi Angriani - 16 Juni 2014 17:41 wib [image: foto: Surya] foto: Surya TERBARU - Hujan Petir Sambut Kunjungan Jokowi di Rengasdengklok <http://pemilu.metrotvnews.com/read/2014/06/17/253546/hujan-petir-sambut-kunjungan-jokowi-di-rengasdengklok> - Kyai Rock and Roll Minta Jokowi Rendah Hati <http://pemilu.metrotvnews.com/read/2014/06/17/253531/kyai-rock-and-roll-minta-jokowi-rendah-hati> - Jokowi Naik Gerobak Motor di Pasar Induk Cibitung <http://pemilu.metrotvnews.com/read/2014/06/16/253525/jokowi-naik-gerobak-motor-di-pasar-induk-cibitung> - ICW Ragukan Komitmen Prabowo-Hatta Basmi Korupsi <http://pemilu.metrotvnews.com/read/2014/06/16/253511/icw-ragukan-komitmen-prabowo-hatta-basmi-korupsi> Jakarta: Setelah dua pekan berkampanye, Jokowi kaget mendapati elektabilitasnya malah merosot. Dia pun mengingatkan mesin parpol pengusung pencapresannya bekerja lebih aktif dan optimal, terutama dalam menangkal kampanye hitam. "Saya masih meyakini dengan infrastruktur yang kita punya di partai. Saya masih yakin di Jakarta bisa kita ambil asal mesin partai bekerja," ujar Jokowi. Ini disampaikannya seusai rapat Internal di posko relawan, Jl Borobudur No 18, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/6/2014) petang. Rapat diikuti antara lain oleh Boy Sadikin dan Muhammad Ongen Sangaji serta para Ketua DPD partai koalisi PDIP-NasDem-PKB-Hanura-PKPI. Jokowi mengakui elektabilitasnya mulai menurun sejak diberi mandat sebagai calon presiden oleh PDIP pada 14 Maret 2014 lalu. Kondisi ini diperparah dengan serbuan kampanye hitam terhadap dirinya yang belakangan semakin massif. "Kita lihat sebelum pencapresan, masih 74 persen tapi turun terus," keluhnya. "Hasil survei kita untuk Jakarta pada hari terakhir memang kalah. Saya kaget, kok bisa di bawah? Saya nggak tahu," sambungnya. (Lhe) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
