Tips Menghadapi Polisi Cepek

Oleh: Reflusmen | 23 July 2010 | 06:04 WIB 

Untuk pengendara mobil (sopir) pasti mengenal namanya Polisi Cepek, ada juga 
yang memberi julukan Pak Ogah. Julukan Pak Ogah ini mungkin saja terinspirasi 
dari serial Film Unyil beberapa tahun lalu, dimana Pak Ogah selalu meminta uang 
Cepek untuk setiap jasa yang dilakukannya. Polisi ini biasanya kita temui di 
perempatan, pertigaan, jalan satu arah yang sangat sempit, jembatan yang hanya 
dapat dilalui satu mobil atau jalan berlubang.
Tugas Polisi Cepek ini sangat mulia, karena bisa mengatur lalu lintas agar 
tidak terjadi kemacetan dan membuat jalan semakin lancar, ini kalau kita lihat 
dari kaca mata positip. Bisa juga Polisi Cepek menjengkelkan karena seolah-olah 
dia justru membuat jalan menjadi macet agar dia bisa berfungsi (mendapatkan 
uang) dari jasa yang diberikannya, begitu kata sebagian orang ha ha ha …
Asal usul Polisi Cepek ini ntah dari mana datangnya, mungkin saja karena 
kekurangan Polisi Lalu Lintas atau bisa juga terjadi karena pemuda pengangguran 
yang lagi iseng.
Dari pengamatanku terhadap keberadaan Polisi Cepek yang setiap hari kutemui, 
Polisi Cepek yang bertugas pagi tak pernah kutemui di siang atau malam, begitu 
sebaliknya. Ternyata banyak pelajaran yang bisa diambil dari mereka antara 
lain: kekompakan, pembagian tugas yang jelas dan mereka menjalankan tugasnya 
dengan ikhlas, walaupun tidak dikasih uang. Ini pengalaman pribadiku lho …!
Kadang-kadang terngiang dipikiranku, kok bisa kompak ?. Apakah karena mereka 
senasib, sesama pengangguran ?. Entahlah ! Tanyakan saja pada rumput yang 
bergoyang (pinjam syair lagu Ebiet G Ade). Seandainya semua sisi kehidupan bisa 
berjalan seperti ini, alangkah indahnya dunia ini ha ha ha ……

Tip menghadapi Polisi Cepek.

Berpijak dari pendapatku tentang perkejaan mereka yang mulia, aku selalu 
membuka kaca jendela dan menghidupkan lampu sen untuk menunjukan arah yang 
kutuju, memberikan senyuman dan kadang-kadang aku memberikan uang. Kalau aku 
memberi uang selalu kuberikan dengan tersenyum. Apabila tidak memberi, aku 
mengangkat tangan.
Mengapa tidak selalu memberikan uang ?. Sebenarnya ini adalah taktikku untuk 
melihat seberapa ihklas mereka membantu. Dari hasil pengamatanku selama ini, 
khususnya dipertigaan jalan dari dan/atau ke rumah yang kulewati setiap hari, 
membayar mereka dengan tersenyum juga mendapat balasan senyuman. Pernah suatu 
kali anakku bertanya. Kok mereka kenal dengan Ayah?. Itulah pertanyaan anakku 
melihat Polisi Cepek melambaikan tangan sewaktu aku lewat.
Ada juga  beberapa kejadian yang membuat aku merasa tersanjung dengan Polisi 
Cepek ini. 
Begini ceritanya.
1. Di suatu pertigaan persisnya di Jalan Raya Bogor, ada seorang Polisi Cepek 
dengan tampang sangat sangar, bertato diseluruh tangannya (mungkin mantan 
residivis). Setelah aku dapat jalan, aku memberikan uang sambil menegur dan tos 
tangannya. Keesokan harinya sewaktu aku lewat, dia menegurku dengan ucapan yang 
tidak kusangka sama sekali. 
Pak. Apa kabar ?. Dari tadi saya menunggu Bapak, begitu katanya. Alhamdulillah……
2. Kejadian lainnya di daerah Situbundo sewaktu aku dan keluarga menyetir mobil 
ke Bali. Disana terdapat suatu jembatan darurat yang hanya dapat dilewati oleh 
satu mobil. Berdiri  seseorang yang sudah cukup berumur memegang bendera merah 
mengatur lalu lintas. Sambil menunggu giliran, aku memberikan sebatang rokok 
dan ngobrol beberapa kata menanyakan mengapa di Jalan Pantura ada jembatan 
darurat. Bapak itu memberi penjelasan bahwa jembatan yang lama hanyut dibawah 
air bah. Anda ingat tragedi air bah beberapa tahun yang lalu yang banyak 
memakan korban ?
Setelah beberapa hari kemudian, aku kembali dari Bali dan melewati jembatan itu 
lagi. Apa yang terjadi ? Si Bapak itu menegurku. Pak ! Bagaimana perjalanannya 
?. Semoga Bapak dan keluarga selamat dalam perjalanan. Begitu doanya. Aminnnn……

Ternyata !. POLISI CEPEK JUGA MANUSIA.         Wassalam : Reflus Lk 53
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke