Mas BSP, menarik sekali lampiran tentang Peta Korupsi. Cuman aneh, gimana ya mengukurnya? Apa betul ya tingkat korupsi di Jawa lebih tinggi? Padahal di Kab. Kutai saja, membuat studi kelayakan biayanya Rp 7,4 milyar, sementara di daerah-daerah Jawa saya belum melihat ekstrem seperti contoh di Kaltim itu.
Yang mau saya kritik adalah grafik yang kedua tentang aktor korupsi di mana DPRD yang terbesar, menyusul Kepala Daerah, Dir. BUMD, Pimpro dan sebagainya. Lho, yang saya tahu, korupsi itu tidak dilakukan sendiri, tetapi berjamaah. Bagaimana mungkin bisa dipilah-pilah aktornya? Juga yang kurang teliti adalah tingkat korupsi DPRD lebih tinggi daripada Kepala Daerah. Apakah grafik itu menunjukkan korupsi per kapita (walah koq kaya analisis daerah dan kota saja) atau total. Kalaupun DPRD tertinggi, itu khan dibagi dengan jumlah anggota DPRD; sementara Kepala Daerah itu khan sendirian. Jadi kalau perkapita yang paling besar mungkin Kepala Daerah. Yang lucu koq kepolisian korupsinya paling rendah...wah rasanya aku nggak percaya ya Mas? Untuk modus korupsi, grafik yang ketiga, juga aneh. Penggelapan yang paling banyak/besar. Aneh..namanya saja penggelapan,...koq ICW tahu-tahunya? Kalau mark up masih ngerti, tapi kalau mark-down korupsinya di mana ya? Sayang ICW tidak menganalisis korupsi berdasarkan program/kegiatan,misalnya korupsi untuk kegiatan konstruksi, pengawasan, administrasi, pelayanan haji, dan konsultan. Saya yakin bahwa korupsi bidang konsultan adalah yang paling rendah. Karena yang paling tahu soal korupsi di bidang konsultan ya hanya konsultannya sendiri. Oleh karenanya ICW perlu sewa konsultan. Thanks. CU. BTS. ----- Original Message ----- From: [EMAIL PROTECTED] To: [email protected] Sent: Friday, October 26, 2007 5:47 PM Subject: Re: [referensi] Korupsi Juga Bisa Halal Mas Andri ysh, Sekedar tambahan informasi mengenai korupsi di negara kita. Saya ingin menyampaikan data peta korupsi tahun 2004., Mohon dicatat bahwa ini tidak termasuk korupsi yang terjadi di pemerintah pusat. Meskipun disana dikatakan ada menyebut departemen, tetapi mohon dibaca itu unsur departemen yg didaerah (misalnya kanwil, atau balai) Selamat mencermati. salam bambang sp

