Dimas BTS yskch,

He he he memang kalau melihat grafik2 itu saya sendiri juga masih tanda tanya 
dari sisi kesahihannya. 

Namun tentang DPRD saya melihat dari sisi kasus di pengadilannya. Saya duga 
bahwa kepala daerah lebih sedikit karena kasus yang mencuat dari kepala daerah 
hanya sedikit. Coba tengok jumlah kepada daerah di Indonesia sendiri hanya 
kurang dari 500 org. Sementara satu kasus korupsi di dprd sumbar saja sudah 55 
orang. Jadi jelas bahwa dprd akan lebih banyak. Jadi ini lebih dari kasus yang 
mencuat.

Kedua, tentang Jawa lebih tinggi ini justru karena tingkat keteraturan dan 
instrument pengukur kinerja di Jawa lebih lengkap dan canggih. Jadi menemukan 
lebih banyak kejadian. Saya pernah memberikan penataran pada sekelompok anggota 
dprd dari kabupaten di sumsel tentang pelaksanaan evaluasi semester 1. Mereka 
mengeluhkan tentang bagaimana sang bupati begitu meraja lela. Saya tanya apa 
tidak bisa menggunakan wartawan... jawabnya mereka sudah dibeli. Tanya lagi apa 
tidak bisa dengan NGO... sama saja. Saya tanya bagaimana aparat yudikatif ... 
sami mawon. Lalu terakhir bagaimana dengan kepolisian ... jawabnya dengan 
tersenyum maniiis sekali menjawab ... ah bapak kura2 dalam perahu.

Ya begitulah mas BTS ini adalah negara pulau pisang. Justru melalu i referensi 
ini saya mengajak janganlah kita secara tidak sadar menciptakan peluang2 
kerusakan itu melalui tangan kita (gambar dan rencana).

Salam

bambang sp

 

Kirim email ke